Download process

Kepopuleran Internet Download Manager atau yang lebih akrab dikenal dengan IDM memang tidak ada tandingannya. Pengguna komputer yang rajin mendownload file dari internet cenderung memilih IDM sebagai downloader andalannya. Entah itu karena namanya saja yang populer, atau karena memang sudah menguji kecepatannya sendiri (konon IDM mampu meningkatkan kecepatan download normal menjadi 500%). Yang jelas, di Windows IDM lah rajanya.

Mau download file .PDF berukuran 200 KB, harus pakai IDM. Download antivirus plus keygen juga pakai IDM, sampai mendownload file .ISO Windows berukuran 3 GB pun IDM lah yang dipercayakan. Kalau tidak pake IDM rasanya kepercayaan diri untuk mendownload file jadi hilang.

IDM memang luar biasa, sihirnya bahkan masih bekerja bahkan ke pengguna Linux. Kebanyakan pengguna Linux yang baru saja migrasi dari Windows sangat susah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada IDM. Akibatnya, Google dibanjiri dengan keyword “cara install IDM di Linux” atau “IDM versi Linux”. Dan blog-blog yang membahas “IDM versi Linux” pun kebanjiran trafik dari pengunjung labil tersebut.

Saya sih tidak berusaha untuk menjelek-jelekkan IDM, IDM bagus kok baik itu versi free apalagi yang premiumnya. Tapi buat pengguna Linux yang masih belum bisa lepas dari IDM, Hei, downloader di Linux ada banyak dan cukup powerful!! Sampai kapan mau terus-terusan bergantung dengan IDM? Bukan hanya membuang-buang waktu dan tenaga sendiri, tapi juga menyusahkan orang lain.

“Van, bagaimana caranya install IDM di Linux?”, “Van, kenapa mendownload di Linux lambat sekali? Mending saya pake Windows kalau begini..” dan pertanyaan-pertanyaan sejenis itu sudah sering membuat telinga saya sakit.

Kenapa tidak memanfaatkan program downloader yang ada di Linux saja? Kenapa harus bergantung sama program bajakan? (maaf, soalnya ketersediaan IDM bajakan secara luas membuat orang malas membeli IDM Premium). Di Linux, khususnya Ubuntu (distro utama saya), saya sudah pernah mencoba bebrapa downloader populer. Mulai dari yang berbasis CLI/Terminal (Wget, Axel, Aria, ProZilla) sampai yang GUI (ProzGUI, SKDOwnloader, FatRat, dll). Dan hasilnya, NOT BAD!

Sayangnya, saya belum pernah mengujinya langsung dengan IDM karena IDM di Windows saya masa trialnya sudah habis dan terpaksa dihapus. Tapi berkat pengujian oleh Ellazul (bro dari Kaskus #65) akhirnya saja bisa membuktikan kalau IDM itu tidak boleh memandang sebelah mata downloader yang ada di Linux.

Berikut ini adalah hasil pengujian dari beberapa downloader populer di Linux, seperti Steadyflow, Wget, Prozilla dan DownThemAll. Pengujian dilakukan dengan mendownload file ISO Arch Linux yang berukuran 672 MB. Check this Out !!

Steadyflow

Steadyflow

DownThemAll

DownThemAll

Wget

Wget

ProZilla

ProZilla

Internet Download Manager (IDM)

Internet Download Manager (IDM)

Jadi, bagaimana menurut Anda? Masih mau membuang-buang waktu dan tenaga untuk mencari cara bagaimana menginstall IDM di Linux, atau mau mempelajari bagaimana cara menggunakan downloader berbasis CLI/Terminal di Linux yang kecepatannya tidak kalah dengan IDM? Itu semua terserah Anda.

Sumber:
[Ellazul @Kaskus]