Update:
Layanan streaming musik online Grooveshark telah resmi ditutup.


Ini adalah sekuel ketiga dari trilogi Grooveshark, dan ceritanya masih bersambung dengan yang sebelum-sebelumnya. Di seri terakhir ini saya akan membahas tentang menggunakan Grooveshark dan Wireshark secara bersama-sama.

Grooveshark dan Wireshark? Namanya memang mirip karena pakai Shark yang artinya Hiu, tapi keduanya sama sekali berbeda. Grooveshark adalah sebuah layanan streaming musik online, sedangkan Wireshark adalah program untuk menganalisa protokol jaringan. Lalu mengapa membahas dua hal yang sama sekali berbeda?

Sebenarnya ide ini muncul pada saat saya sedang asyik mendengarkan musik dari Grooveshark. Waktu itu lagi dengar radio (dari Grooveshark), dan dari queue(antrian) lagu di radio tersebut ada salah satu lagu favorit saya. Kalau cuma Add as Favorites sih sudah, tapi saya juga mau menyimpannya ke harddisk untuk didengarkan dilain waktu kalau saja lagi gak konek ke internet, plus maunya ditransfer ke hape.

Tidak ada cara lain kecuali mendownload lagunya. Tapi download dari mana? masa download ilegal lagi :( ? Tapi tunggu dulu, ternyata sudah banyak aplikasi downloader khusus untuk Grooveshark. Ya, sudah pasti aplikasi ini dibuat oleh penggemar Grooveshark untuk penggemar Grooveshark juga karena memang Grooveshark yang paling mantap. Nah, masalahnya adalah hampir semua aplikasi tersebut hanya untuk Windows padahal saya sudah jarang pakai Windows karena Ubuntu sudah jadi OS utama saya. Memang sih ada Wine untuk Linux, tapi jujur saja, kalau memang suatu aplikasi hanya tersedia di Windows, saya lebih memilih menginstallnya langsung di Windows daripada harus memaksakan menginstallnya di Wine.

Syukurlah, saya tidak usah menginstall aplikasi-aplikasi downloader tersebut karena Grooveshark tidak memperbolehkan download.

Can I download music from Grooveshark?

Music on Grooveshark is only available to stream. If you’d like to buy a song, we will point you in the right direction. Click the arrow icon next to the song and you’ll be directed to iTunes or AmazonMP3 store where you can download the song.

Apalagi setelah membaca Terms of Service-nya, mending tidak usah mendownload lagunya daripada merusak ToS dari Grooveshark.

Tapi… coba baca dengan seksama:

EMG grants you a limited license to access and make personal use of the Service. You agree not to download (other than page caching) or modify the Site,

dari situ bisa saya simpulkan kalau kita memang tidak bisa mendownload lagunya, tapi boleh memanfaatkan cache dari lagu yang sudah di stream :D . Tapi cache audio nya ambil darimana? cache audio Grooveshark ini berbeda dengan punya Youtube dan situs flash lainnya. Kalau dari Youtube kita bisa ambil cachenya langsung dari folder cache tiap browser, tinggal masuk ke direktorinya langsung ketemu, tapi untuk Grooveshark ini berbeda. Saat mencoba beberapa add-ons yang biasa saya gunakan untuk mendownload flash video ternyata berakhir dengan kegagalan saat ditest di Grooveshark.

Maka setelah membaca artikel ini, saya jadi bersemangat lagi. Ternyata program yang sudah lama terinstall di Ubuntu saya itu bisa digunakan untuk menyimpan audio dari Grooveshark, dan setelah dicoba ternyata berhasil ! Senangnya… :D

Tanpa basa basi lagi, kita langsung saja memulai cara menggunakan Wireshark untuk menyimpan cache Grooveshark.

Sebelum memulai, pastikan kalau Wireshark sudah terinstall dikomputer Anda, kalau belum Anda bisa mendownload versi Windowsnya di sini atau di sini, dan untuk Ubuntu download file .deb nya di sini.

Langkah-langkah:

  1. Install Wireshark
  2. Jalankan Wireshark
  3. Untuk pengguna Linux (Ubuntu), jalankan Wireshark sebagai root. Buka Terminal lalu ketik

    Gunanya agar Wireshark bisa membaca semua Interface List

  4. Klik pada salah satu Interface List tersebut untuk memulai capturing sesuai dengan jenis koneksi Anda. Kalau pakai jaringan kabel/LAN pilih eth0 dan kalau dari wifi/wireless pilih wlan0.
  5. Saat Wireshark memulai proses capturing, buka Grooveshark dan mainkan salah satu lagu.
  6. Saat lagu sudah mulai dimainkan, yang harus diperhatikan adalah progress bar dari lagu. Bar yang berwarna hijau berarti posisi lagu yang sedang dimainkan, sedangkan bar yang berwarna abu-abu menunjukkan proses buffering dari lagu tersebut. Tunggu sampai bar abu-abu ini full atau sampai diujung, itu menandakan kalau Anda sudah bisa men-stop proses capture Wireshark.
  7. Setelah bar abu-abu penuh, stop proses Capture, yaitu dengan menekan tombol CtrlE atau dari menu Capture > Stop.
  8. Setelah Wireshark distop, jangan di Close dulu. ketik/salin kode di bawah ini dan paste ke Filter lalu tekan Enter/Apply.
  9. Jika benar, pasti akan muncul hasil pencariannya pada kolom info
  10. Kemudian scroll kebawah, dan lihat apa yang kita dapat: Media Type
  11. Klik-kanan pada baris itu (Media Type), dan tunggu sampai Wireshark selesai memproses hasil capturenya. Lamanya tergantung dari besar filenya, biasanya 10-20 detik.
  12. Selanjutnya klik-kanan kembali dan pilih menu Follow TCP Stream.
  13. Sebuah jendela program akan terbuka, klik tombol Save As
  14. Simpan filenya :). Beri nama apa saja yang penting tambahkan ekstensi .mp3 dibagian belakang namanya supaya bisa dideteksi oleh pemutar musik sebagai file audio.
  15. Terakhir, cek kembali folder di mana Anda menyimpan file hasil streaming tersebut… pastikan kalau sudah pada folder yang tepat.

Update:
Karena ada laporan kalau cara di atas sudah tidak berhasil, akhirnya saya coba sendiri di Ubuntu 11.04 Natty dengan wireshark dari repo Ubuntu. Hasilnya tetap sama: BERHASIL ! ;)

Tips:
Bagi yang file audio nya tidak ditemukan, harap cek kembali di folder mana Anda menyimpan filenya (langkah 13), Wireshark dijalankan sebagai root oleh karena itu secara default wireshark akan menyimpannya ke direktori /root. Jika Anda menyimpannya di direktori root, kemudian mencari nya di Nautilus sebagai user biasa maka tentu saja filenya tidak akan ditemukan.

untuk menelusuri file root dari Nautilus, jalankan perintah ini dari Terminal: