Siklus di mana Apple menciptakan sebuah produk kemudian orang-orang meniru dan “menyempurnakan” desainnya, dan kemudian orang-orang meminta Apple untuk melakukan “peningkatan” yang sama tetapi Apple tidak melakukannya, dan kemudian orang-orang marah kepada Apple dan Apple tetap menghasilkan uang lebih banyak daripada yang lainnya.

Setiap harinya banyak orang yang memprotes mengapa iPhone 4S yang tidak mendapatkan perubahan desain terutama pada ukuran layar (yang hanya 3.5″). Tapi itu tidak terjadi pada konsumen yang sebenarnya, yang tidak terlalu mempedulikan hal-hal yang seperti itu, melainkan orang-orang yang paling cerdas diantara kita semua, yaitu para pakar dan analis.

Saya sepenuhnya setuju dengan pendapat Gruber tentang ukuran layar iPhone:

A 4-INCH SCREEN? What sign has Apple ever given that it will ever change from the one-size-fits-all 3.5-inch screen? Every single iPhone and iPod Touch ever released has had the exact same size screen.

Now, maybe you would prefer a 4-inch screen. Or maybe a 4.5-inch screen. And maybe someone else would prefer a slightly smaller 3.25-inch screen. That’s not how Apple rolls, especially with iOS devices. There is no doubt that some people would prefer a bigger screen. But nor is there any doubt that many other people would not. I wouldn’t. I like to see things get smaller, not bigger. Bigger is not necessarily better

Apple bisa saja menciptakan smartphone dengan layar yang lebih besar dari awal, yaitu sejak iPhone dirilis pada tahun 2007, tetapi Apple tetap memilih ukuran 3.5″ dan bukan 4″. Jika Apple berpikir layar 4″ lebih baik, maka pasti iPhone sejak awal sudah memiliki layar 4″. Jika Apple tidak membuatnya lebih besar sejak permulaan, maka sekarang pun demikian. Jika seandainya suatu saat Apple merilis iPhone dengan layar yang lebih besar, mungkin mereka melakukannya dengan alasan lain, yang jelas mereka tidak akan melakukan hanya karena alasan ‘tuntutan’ konsumen (bayangkan bagaimana jadinya kalau Apple mewujudkan semua tuntutan konsumen sejak tahun 2007).

Gruber:

Apple decided on the optimal size for an iPhone display back in 2006. If they thought 4-inches was better, overall, as the one true size for the iPhone display, then the original iPhone would have had a 4-inch display. It’s not like 4-inch screens are harder to make, or use some sort of new technology. If anything they’re surely easier to make, as the pixels are less dense.

Tentu saja, para pakar teknologi tidak memahami hal-hal yang semacam itu. Mereka memperhatikan para pesaing Apple, dan bagaimana mereka telah membuat sebuah peningkatan, dan sekarang mereka (para pakar) ingin Apple melakukan hal yang sama. Tetapi Apple tidak menghiraukannya, lalu semua orang menangis. Bahkan ketika pe-review gadget mengulas tentang sebuah gadget terbaru dari Apple, mereka selalu menyinggung masalah layar, bahwa layarnya (iPhone) tidaklah besar. Siapa yang bilang kalau layar yang besar selalu lebih bagus?

Bigger is better, period, they say, and anyone who says otherwise is in denial that Apple is falling behind its competition. But by that logic, 5-inch screens would be better than 4-inch ones, and 6-inch screens better still. That’s silly. Bigger is not necessarily better for handheld/pocket devices.

Kalau 4″ lebih bagus daripada 3.5″, berarti 5″ lebih bagus dari 4″, dan tentu saja 6″, 7″, dst akan lebih bagus daripada 5″. Android punya smartphone dengan layar yang lebih besar, tetapi Apple tetap menjaga ukuran layarnya agar tetap kompetitif.

Sekarang mari kita memikirkan cerita yang serupa, kita kembali ke jaman sewaktu iPhone baru saja diluncurkan. Orang-orang (konsumen) kesal karena iPhone tidak dilengkapi dengan keyboard fisik. Katanya iPhone tidak akan bisa bertahan dan Apple akan jatuh kalau iPhone tidak dilengkapi dengan keyboard fisik. Mari kita lupakan sejenak fakta, bahwa Apple adalah perusahaan paling berharga didunia, dan mari kita mengabaikan fakta kalau Apple memang sengaja tidak melengkapi iPhone dengan keyboard fisik karena suatu alasan. Jadi, apa pelajaran yang bisa kita ambil? yang bisa kita pelajari adalah Apple memutuskan untuk tidak melengkapi iPhone generasi pertama dengan 3G, tetapi Apple tetap memiliki catatan penjualan yang bagus. Apple tidak melengkapi iPhone dengan keyboard fisik, tetap tetap memiliki catatan penjualan yang bagus. Apple membuat iPhone tidak memiliki baterai yang bisa dilepas-lepas (removable battery), tetapi penjualannya tetap bagus. Apple tetap mempetahankan ukuran layar dari iPhone 2G sampai iPhone 4S, dan Apple tetap memiliki catatan penjualan yang bagus. Bahkan, Apple memiliki strategi yang bertolak-belakang dengan pesaingnya, tetapi Apple tetap memiliki catatan penjualan yang bagus.

Sumber:
[Atomic Trevor]