Pertanyaan yang muncul tentang Project Glass

Project Glass

Google telah resmi mengumumkan sebuah proyek terbaru mereka yang disebut dengan Project Glass. Project Glass adalah sebuah proyek futuristik yang akan menghadirkan sebuah kacamata pintar (sesuai dengan gambar di atas) yang berbasis Augmented Reality.

A group of us from Google[x] started Project Glass to build this kind of technology, one that helps you explore and share your world, putting you back in the moment.

Sesuai dengan videonya, kacamata ini memiliki kemampuan yang mirip dengan smartphone, misalnya menelepon, mengambil gambar, video chatting, terima dan kirim sms, melihat peta, check-in lokasi, membuat janji dan hal-hal pintar lainnya.

Namun, Project Glass ini masih sangat baru (maklum, baru saja diumumkan beberapa hari yang lalu) dan menurut saya ada beberapa hal yang masih belum jelas dan perlu dipertanyakan.

Video kosepnya sangat keren, apalagi fitur kameranya. Bayangkan kalau Anda bisa mengambil gambar sesuai dengan apa yang Anda lihat dari mata Anda? Pasti keren bukan? Tapi apakah produk ini benar-benar akan dipasarkan secara massal nantinya? Biasanya produk konsep itu sangat mahal biaya produksinya, dan terkadang hanya tersimpan di lab uji coba saja tanpa pernah dipasarkan, kalaupun ada yang diproduksi itu hanya prototype nya saja.

Hardware nya terlihat aneh dan sedikit mirip dengan perangkat milik alien, akan tetapi produk revolusioner itu biasanya terlihat aneh pada awalnya, tetapi setelah populer akan terlihat biasa-biasa saja. Dua tahun yang lalu iPad muncul dengan bentuk yang dianggap aneh, tapi sekarang bentuk tablet sudah menyerupai iPad, dan itu sangat normal. Tapi iPad bukanlah produk yang digunakan pada anggota tubuh seperti kacamata, apakah nantinya orang-orang akan tetap memakainya tanpa harus malu dengan bentuknya yang aneh? Atau apakah nanti Google akan mengubah desainnya? We’ll see.

Bagaimana dengan konektivitas nya? Bagaimana cara mengisi atau membackup data di dalamnya? Apakah dengan kabel khusus atau PC-free?

Dan kalau memang tidak butuh komputer lagi (untuk mengisi/backup data), itu artinya proses sinkronisasi datanya bisa melalui wi-fi/3G, bagaimana dengan daya tahan baterainya?

Kalau memang Google akan memasarkan kacamata pintar ini nantinya, berapa harganya? Apakah Google akan menjualnya dengan harga mahal dan mendapatkan keuntungan secara langsung dari retail, atau menjualnya dengan harga murah tapi Anda akan diberikan “bonus” iklan pada setiap tempat yang Anda datangi? Yah, mirip-mirip dengan model Angry Birds lah (ada versi free dan premiumnya, tapi versi freenya dapat bonus iklan).

Admented Reality

Apakah kacamatanya sudah berisi dengan informasi/akun pengguna yang sudah di konfigurasi dengan Google? (akun ini dibutuhkan untuk cek email, melihat nomor telepon, membuka peta, dan lain-lainnya). Kalau tidak, maka proses login ke GMail akan menyusahkan. Bayangkan kalau Anda harus mengeja password GMail Anda ditengah-tengah orang banyak, belum lagi kalau passwordnya berisi karakter-karakter aneh, bisa-bisa Anda membutuhkan keyboard khusus.

Apakah nantinya Google memperbolehkan para pengembang aplikasi untuk membuat aplikasi khusus untuk kacamata ini?

Apakah Android akan menjadi sistem operasi dari kacamata ini?

Apakah pak dosen memperbolehkan saya menggunakan kacamata ini sewaktu mid/final-test?

Satu yang pasti adalah Google Glass ini nyata (sempat dipakai oleh Sergey Brin). Tapi kita belum tau pasti apakah nantinya produk ini akan sukses. Bisa saja gagal, kalau masyarakat belum siap dengan teknologi ini (telalu masa depan) atau Google secara tiba-tiba mengubah pikirannya, dan bisa saja sukses kalau misalnya Google berhasil menciptakan sebuah pasar baru. Menurut Google kacamata pintar ini sedang diuji coba di lab dan didunia nyata. Jadi kita tunggu saja kelanjutannya.

9 Replies to “Pertanyaan yang muncul tentang Project Glass”

  1. Nothing is impossible.
    Kalo ane boleh prediksi, untuk account GMail bisa dieja dengan pikiran, mirip perangkat dari IBM yang bisa membaca pikiran manusia (masih prototype tapi mereka optimis tidak lama lagi akan dirilis)..
    tapi saya tidak tahu persis bagaimana kedepannya. Saya hanya menganalisa berdasarkan teknologi yang sedang akan terjadi.. Jadi mungkin Google bisa berkolaborasi dengan company lainnya..

      1. Ngakak gan :p
        btw Google tidak sebodoh itu bung.. Ingat Google self-driving car? Implementasi sensornya pasti akan diterapkan di kacamata canggih ini.. Itu sih masih perkiraan ane aja.. Nggak tahu kedepannya bakal gimana.. Tapi yang pasti ane optimis gan..
        Ibaratnya dulu *hampir* semua orang pesimis banget ama pesawat terbang yang bisa mengangkut orang ke penjuru dunia, karena itu cuma khayalan doang. Berkat penemu pesawat terbang (yang menurut ane amat optimis banget) akhirnya bisa mengubah dunia.
        Google, yang notabene perusahaan raksasa bakal menunjukan pada dunia.
        Namun tidak dipungkiri setiap teknologi memiliki dampak masing-masing. Contohnya pesawat terbang. Jika terjadi kesalahan sedikit (misalnya kebocoran atau sebagainya), maka akan menyebabkan malapetaka.
        Ponsel pun pernah terjadi sejarah kelam. Pernah ada kejadian ponsel meledak karena batery-nya bocor, alergi terhadap sinyal ponsel, tumor otak untuk jangka panjang karena sering-seringan telepon, dll. Cuma ane lupa sumbernya darimana saja. Maklum gan udah lama sekali.
        Let’s see the future..

        1. Siapa yang bilang Google bodoh bung? 😀 pertanyaan2 diatas itu kan asalnya dari rasa penasaran saja, mungkin ada orang lain yang berpikiran sama 😀

          Lagipula slogan Google kan “Don’t be evil”, bukan “Don’t be stupid”. Jadi kemungkinan besar google cenderung lebih ke arah evil dari pada stupid.

          Seperti yang saya bilang diatas, sukses atau tidaknya itu tergantung dari respon masyarakat kita. Kalau diterima ya sukses, kalau tidak yang kacamatanya nongkrong di lab dulu untuk dikembangkan lebih lanjut.

          Saya juga optimis sih, siapa sih yang tidak tertarik dengan teknologi seperti itu? 

  2. Mengingat kebijakan Google saat ini yang menurut saya bertujuan untuk menghimpun semua database internet user dalam sebuah Google Database, rasanya Google memang sudah memiliki cukup database untuk dapat merealisasikan wacana produk ini secara massal.


    On March 1, 2012, we changed our Privacy Policy and Terms of Service. We got rid of over 60 different privacy policies across Google and replaced them with one that’s a lot shorter and easier to read. The new policy and terms cover multiple products and features, reflecting our desire to create one beautifully simple and intuitive experience across Google ”
    http:// www .google.com/policies/

    1. Terjemahannya: “Kami telah mendapatkan informasi pribadi Anda, tetapi kami butuh lebih makanya kami ciptakan alat ini”

      Ingat, kita adalah jualannya Google.

      1. Setuju gan.. Walaupun ane sangat mengidolakan Google, tapi privacy aggrement-nya sangat mengganggu ane.. Google hampir gak jauh beda dengan Facebook.
        Maybe Google need it because ads are their assets. But please, give me option to “don’t fetch my privacy”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *