detikINET:

Samsung sendiri menunjukkan ketidaksukaannya terhadap kampanye Nokia tersebut. Terlebih ponsel yang ditantang adalah model populer Samsung di India. “Kampanye ini benar-benar tidak etis,” kata juru bicara Samsung India.


Samsung sudah beberapa kali meluncurkan iklan yang menyerang Apple/pengguna iPhone, tapi Apple tidak pernah bereaksi. Tidak ada juru bicara Apple yang menanggapi iklan Samsung tersebut karena memang tidak perlu.

Anda tidak akan menyebut nama pesaing Anda kecuali Anda berada pada posisi kedua, benar bukan? Ini adalah hal yang biasa ditemui dalam dunia periklanan. Pepsi vs. Coca Cola, atau Mac vs. PC adalah contohnya, sama halnya dengan Samsung vs. Apple.

Nokia dengan WP nya sudah ketinggalan jauh dari Androidnya Samsung dan iOS nya Apple, dan beriklan dengan cara seperti ini adalah satu-satunya cara yang tersisa untuk menantang pesainya. Namun, cara beriklan yang negatif seperti ini tidak ada gunanya, karena hanya akan membuat sifat iri, cemburu dari si pembuat iklan akan semakin terlihat jelas. Motorola sudah merasakannya ketika merilis iklan super bowl untuk XOOM, hasilnya? DOA (dead on arrival).

Mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dengan cara mengolok-olok saingan tidak akan berhasil ;)