Beberapa bulan yang lalu beberapa screenshot dari aplikasi foto sharing milik Facebook sempat bocor dan dipublikasikan oleh TechCrunch (MG Siegler). Dan kalau kita perhatikan tampilan dari aplikasi tersebut kita sudah bisa mengetahui maksud dari Facebook, yaitu ingin menyaingi Instagram.
Facebook photo sharing app

Siegler:

The app seems to be a combination of Instagram, Color, Path, and even Path’s new side project, With. The last two are particularly interesting since those two projects are the work of Dave Morin, the former lead of Facebook’s Platform team. And while Path is tied in closely now with Facebook integration, With went with Twitter. Also worth noting is that Instagram co-founder Kevin Systrom was once approached by Mark Zuckerberg about working at Facebook way back in 2004, after they caught wind of his first take on a photo sharing service. Systrom declined the invitation, and now Zuckerberg is a Instagram user (which also connects to Facebook).

Facebook telah berusaha menggabungkan setidaknya empat buah aplikasi populer (Instagram, Path, Color, Twitter) termasuk Facebook Place, menjadi satu kekuatan untuk satu tujuan; dapat menundukkan Instagram. Sayang sekali usaha Facebook ini telah gagal.

Dan kemarin adalah batas kesabaran dari Facebook. Setelah Instagram memasuki platform Android, mau tidak mau Facebook harus mengambil tindakan agar kekuatan utama mereka (photo sharing) tidak tertindas oleh Instagram yang setiap hari penggunanya semakin banyak saja (dalam waktu kurang dari satu hari Instagram for Android telah didownload sebanyak satu juta kali).

Facebook membeli Instagram bukan untuk mendapatkan lebih banyak pengguna baru, Facebook tidak butuh itu. Facebook membeli Instagram agar dapat memiliki aplikasi photo sharing terbaik + pengguna terbanyak tanpa harus dituduh menyontek.