Lucky Sebastian via detikinet:

“Dibandingkan dengan yang lain, misalnya BlackBerry. Yang terbaru, baru pakai single-core 1,2 GHz. Android sudah pakai empat core 1,5 GHz. Apple pun iPhone terbaru dual-core. Mungkin nanti iPhone 5 baru dia empat core. Android sudah jauh jenjangnya,” terang pentolan komunitas gadget Gadtorade ini.

Dengan kecepatannya tersebut, dikatakan Lucky, Android tak sekedar pamer melainkan memang mampu. Dia memberika contoh, pengguna mendapat pengalaman menggunakan smartphone yang lebih mumpuni dengan bekal proseor empat core.

“Kita merasakan memang dengan empat core begitu tidak pernah lag, bisa jalankan program yang sepertinya dulu tidak mungkin. Semuanya diperbaiki di setiap update. Android catch up itu, dia tau apa yang mau keluar terbaru, dia duluan mengeluarkan,” simpulnya.

Mike Bell:

Jika Anda memang mementingkan performa, maka prosesor quad core sangat masuk akal. Tapi jika sistem operasi (Android) yang digunakan punya sistem penjadwalan yang baik,

Menurut Bell, prosesor berinti ganda saat ini belum optimal dipakai untuk Android. Justru menggunakan chip tersebut hanya akan berdampak pada konsumsi daya yang lebih tinggi, serta efek panas yang berlebih pada ponsel.

Oleh sebab itu Intel hanya merilis prosesor single core dengan nama sandi Medfield untuk ponsel Android seperti Lenovo K800, Lava Xolo X900 dan Orange San Diego untuk pasar Amerika Serikat.
“Saya telah melihat bagaimana pengunaan quad core yang ada di pasar, dan kami belum melihat keuntungan apa pun untuk terjun ke pasar tersebut,” tandas Bell, seperti dikutip detikINET, dari zdnet, Selasa (12/6/2012).
Pernyataan Intel itu selaras dengan kutipan dari bos Nokia, Stephen Elop. Pabrikan ponsel asal Finlandia ini juga setuju bahwa prosesor inti ganda di ponsel hanya membuat boros baterai.

Android tak sekedar pamer melainkan memang mampu.