iPhone vs. HTC

HTC memang sukses dengan seri One X nya, bahkan seri itu telah terjual dua kali lebih banyak dari produk HTC yang lainnya dalam empat bulan pertama di pasaran. Namun walaupun begitu HTC kesulitan mengejar ketertinggalannya dari Apple, atau bahkan sesama OEM Android, Samsung.

HTC yang dulunya adalah produsen smartphone tidak dikenal, kini menjadi sebuah merek terkenal. Tapi sayangnya, sejak menjadi salah satu pemimpin smartphone HTC menghadapi masalah: terlalu banyak merilis produk. Akibatnya, HTC yang dulunya pemimpin sekarang lebih jadi penantang.

the company experimented with too many different products, expanded too fast, and became bogged down by too much bureaucracy and bloat, leaving HTC where it is today: still a significant player, but more a challenger than a leader in smartphones trying to find its way again.

Saran buat HTC agar bisa bangkit?

  • Rilis 1-2 smartphone saja dalam satu tahun, untuk seluruh dunia. Bayangkan, sejak April 2012 sampai dengan Juni 2012 HTC sudah merilis 9 smartphone. Bukannya itu terlalu banyak?
  • Berikan dukungan terhadap 1-2 smartphone tersebut selama 2+ tahun.
  • Untuk penamaan produk, jangan yang terlalu sexy. Jangan terlalu panjang dan sulit diingat.
  • Sense terlalu banyak dikritik. Lakukan sesuatu.

As a much smaller company, HTC lacks the resources of Apple or Samsung when it comes to marketing, and needs to be selective in where it can invest in.
“We can’t market like Apple or Samsung,” he said. “There’s no brute-force marketing here.”

Marketing memang perlu. Tapi serius, berapa banyak orang yang percaya kalau orang-orang membeli iPhone hanya karena marketingnya Apple?

Sumber:
[CNET]