Beberapa waktu lalu saya singgah ke sebuah blog pribadi sesorang yang linknya saya dapatkan dari Facebook, lebih tepatnya dari sebuah grup Facebook. Saat membaca alamat web nya saya yakin kalau itu isinya tutorial, tapi setelah membaca paragraf pertamanya saja saya jadi sedikit kecewa. Bukannya tutorial cara menginstall iOS 5.x di iPhone 3G, yang saya baca justru curhatan. Tapi saya maklumi saja, soalnya blognya memang bukan fokus ke tutorial, tapi lebih ke opini-opini penulis.

Curhatan seperti ini sudah sering saya temui, bahkan ada yang lebih ganas lagi. Yang intinya, menceritakan pengalaman buruknya tentang produk-produk Apple.

Jadi begini… saya cuma ingin menanggapai beberapa kalimat di tulisan tersebut yang menurut saya perlu untuk saya tanggapi supaya orang lain tahu yang sebenarnya.

Oke, mulai…

Pengalaman pernah berurusan dengan sejumlah perangkat jualan Apple, mulai dari komputer Mac dulu hingg iPod Nano generasi ke 2 dan ke 4 (sampai kemudian mentok di iPod Shuffle saja), sudah cukup untuk membuatku menjadi seorang Apple-hater-wannabe,

Ya, saya juga sering menemui orang yang seperti ini. Membeli produk Apple, lalu kemudian berbalik membencinya.

Di sini saya masih sedikit bingung, apakah benci ke Apple nya karena produk-produknya yang jelek dan murahan, kualitas rendahan, atau karena sedang dilanda sindrom fandroid? Kalau yang kedua saya maklumi juga. Soalnya tren para pengguna Android untuk membenci Apple lagi mainstream.

Ini sisi menyebalkan dari produkan Apple: Sementara produkan lain masih menolerir para pemiliknya melakukan pembaharuan (upgrade/update) meski barang lama punya, Apple tidak demikian. Harga selangit, setiap keluar produk baru, maka produk lama seperti pacar yang diputuskan.

Saya akui, ini sisi menyebalkan dari Apple. Apple merilis iPhone 3G dengan iOS 2.x pada Juli 2008 dan merilis iOS 4.2.1 sebagai iOS penutup pada November 2010. Ini artinya support Apple pada iPhone 3G hanya 2 tahun lebih. Sangat berbeda dengan Support Samsung pada Galaxy S/Tab atau Google terhadap Nexus One.

Bandingkan dengan produkan lain, seumpama Nokia yang Symbian-nya masih dinikmati produk-produknya yang jauh lebih tua daripada iPhone 3G.

Keren, ternyata masih ada pemilik Symbian-phone yang masih sering mengupdate OS nya.

Atau kalau dianalogikan lebih jauh: Windows XP yang dirilis tahun 2002 masih menikmati update dari Microsoft sampai hari ini, bahkan masih bisa ditingkatkan Service Pack-nya dari Service Pack 1 ke Service Pack 2 atau Service Pack 3

Kayaknya sudah terlalu jauh analoginya pak, Anda sudah mulai keliru.

Windows XP dirilis pada 2001 akhir, ya anggap saja 2002. Service Pack 3 dirilis pada pertengahan 2008. Windows XP masih menerima update sampai hari ini? Tahun 2012? Kalau hanya sekedar pakai sih jelas masih bisa, tapi kalau menerima update saya rasa sudah tidak lagi.

Sekian dulu yang bisa saya tanggapi terkait dari tulisannya. Sebenarnya masih ada lagi sih, tapi sudah bergeser ke kolom komentar. Komentar-komentar di sana banyak yang mau saya sanggah, tapi berhubung bukan saya yang berkomentar jadi tidak saya hiraukan. Semoga tanpa berkomentar di sana penulis asli tulisannya masih bisa membaca tulisan ini, biar diskusinya bisa berlanjut.