Terkait dengan rekor penjualan iPhone 5 yang menembus 5 juta unit dalam waktu 3 hari, beberapa media memberitakan kalau penjualan iPhone 5 ini “meleset”.

Salah satu yang cukup populer, adalah headline dari detikInet: “Laku 5 Juta Unit, Penjualan iPhone 5 Meleset dari Estimasi”:

Para analis memang memperkirakan Apple akan menjual iPhone 5 dalam jumlah besar di waktu singkat, bahkan sampai 10 juta unit. Namun unit terjual meleset dari perkiraan sehingga saham Apple turun 1,7%.

Perkiraan siapa? Perkiraan Apple? Jelas bukan, Apple sama sekali tidak membuat prediksi atau perkiraan atas penjualan iPhone 5. Sumber dari “perkiraan” ini adalah dari orang-orang yang punya reputasi buruk dalam memprediksi penghasilan/penjualan produk.

BI:

So what went wrong? Analysts are blaming the iPhone 5 pre-orders.

Apple tidak memasukkan jumlah pre-order kedalam laporan penjualan yang 5 juta unit tersebut. Ini artinya, angka 5 juta adalah jumlah iPhone 5 yang sudah sampai ke tangan pembeli (dibeli dari toko) sejak tanggal 21 September. Belum termasuk dengan iPhone 5 yang masih diantar/dikapalkan. Yang belum diketahui dengan jelas adalah seberapa besar permintaan atas iPhone 5. Jika seandainya Apple membuat laporan penjualan iPhone 5 dengan memasukkan jumlah dari iPhone 5 yang masih dikapalkan, mungkin tidak ada kata “meleset” lagi.