elementary OS Luna

elementary OS Luna (Ubuntu 12.04.1 LTS)

Kebanyakan orang yang saat baru pertama kali melihat tampilan Ubuntu (Unity) langsung mengatakan kalau tampilannya mirip dengan Mac (OS X), kalau yang lebih awam bilang “mirip Apple”, LOL.

Secara sekilas, yang mereka maksud itu adalah Global menu alias menu bar memang mirip dengan panelnya OS X.

Beberapa komponen interface di Ubuntu memang mirip dengan OS X, dan beberapa lainnya lebih mirip Windows. Namun tujuan utama Canonical adalah bukan membuat Ubuntu mirip OS lain, melainkan membuat Ubuntu lebih baik dari OS lainnya.

There are some parts of Ubuntu that are, probably, too much like the Mac. For example, the flow of the login screen is very similar to the Mac equivalent, and could be a bit more efficient. On the other hand, there are other parts of Ubuntu that are probably too much like Windows. For example, many settings windows have two close buttons, like they do in Windows; it would be more sensible if they had just one. As with the title bar buttons, these design details did not originate with Canonical’s Design team; they came from elsewhere. But the purple desktop background? Yep, we’ll take the blame for that one.

Matthew Paul Thomas dari Canonical Design

Berikut adalah beberapa perbedaan dasar antara menu aplikasi di Ubuntu dan OS X. Bisa jadi panduan singkat buat pengguna OS X yang baru mencoba Ubuntu, maupun sebaliknya, pengguna Ubuntu yang ingin menggunakan OS X.

Menu bar

Menu aplikasi pada panel Ubuntu akan tersembunyi, dan hanya menampilkan judul program saja (title bar). Menu akan muncul jika disorot oleh cursor.

Ubuntu menu bar

Ubuntu menu bar

Sedangkan pada OS X, menu aplikasi tidak tersembunyi.
OS X menu bar

Title bar

Tombol kontrol (close/max/min) di Ubuntu menyatu pada title bar (panel atas) ketika di maximize.
Ubuntu title bar

Pada OS X, title bar tidak menyatu dengan panel.
OS X title bar

Dash vs. Spotlight

Untuk fitur pencarian, Ubuntu memiliki Dash yang bisa diakses dari menu “Home” Ubuntu.
Dash

Dan OS X memiliki Spotlight.
Spotlight

System settings

Ubuntu memiliki fitur System Settings, yaitu semacam Control Panel pada Windows. Lokasinya ada pada panel sebelah kanan. Selain System Settings, menu seperti Shutdown dan Restart juga ada pada menu ini.
Ubuntu System Settings

Pada OS X, menu semacam ini ada pada tombol berlogo Apple yang lokasinya sangat jelas; pada bagian kiri panel. Pada menu ini ada beberapa fitur yang juga ada pada System Settings-nya Ubuntu, seperti Software Update, Restart dan Shutdown.

Pada tampilan Ubuntu Classic, di menu bar Ubuntu juga terdapat logo Ubuntu tetapi fungsinya berbeda dengan OS X yang menampilkkan menu setting atau menu “About”. Fungsi logo Ubuntu di Ubuntu Classic adalah menu yang menampilkan daftar aplikasi.

OS X menu

Pada akhirnya orang akan bertanya, kenapa Ubuntu mirip OS X? Pada dasarnya ini adalah langkah dari Canonical untuk menghemat ruang vertikal desktop yang terbatas, terutama pada netbook yang berlayar kecil.

We focused on maximising screen real estate for content. In particular, we focused on maximising the available vertical pixels for web browsing. Netbooks have screens which are wide, but shallow. Notebooks in general are moving to wide screen formats. So vertical space is more precious than horizontal space.

Mark Shuttleworth

Of these approaches to menus, which is best depends on the device. For example, a gaming console might use pie menus for most commands. And a well-designed touch-screen interface would have no menu bar at all (as both Apple and Microsoft have demonstrated).

But on a netbook, space is at a premium, people use feature-packed applications, and pointing is done with a touchpad or mouse. So it’s pretty clear to us that a single menu bar at the top of the screen is the right choice.

Matthew Paul Thomas dari Canonical Design

Dan yang terpenting adalah…

Our goal is not to make Ubuntu imitate any other OS; our goal is to make it better than any other OS. As we continue to improve Ubuntu, it will become more like Windows in some respects, and less in others. More like Mac OS X in some ways, less in others. More innovative in some ways, and less in others. We’ll try always to do something not just because others do it, and not just because others don’t do it, but because it’s a good idea.

Matthew Paul Thomas dari Canonical Design