Tux
Ketika Graham Morrison dari Linux Format mewawancarai Linus Torvalds, orang yang melahirkan Linux, basis dari sistem operasi mobile yang menjalankan jutaan smartphone dan puluhan ribu tablet didunia ini, kita diberikan banyak informasi menarik seputar Linux dan sejarahnya.

Memperkenalkan Linux

Linus Torvalds mulai mengerjakan proyek Linux nya mulai sejak April 1991, tetapi belum mengumumkannya ke publik sebelum 25 August 1991.

Ketika Linus mengumumkannya ke publik, ia mengirimkan pesan terkenalnya ke comp.os.minix:

Hello everybody out there using minix – I’m doing a (free) operating system (just a hobby, won’t be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones.
This has been brewing since april, and is starting to get ready. I’d like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system (due to practical reasons) among other things).

I’ve currently ported bash(1.08) and gcc(1.40), and things seem to work. This implies that ”ll get something practical within a few months, and I’d like to know what features most people would want.
Any suggestions are welcome, but I won’t promise I’ll implement them :-)
Linus ([email protected]) PS. Yes’ it’s free of any minix code, and it has a multi-threaded fs.
It is NOT portable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that’s all I have :-(.

Linus Torvalds

Linus adalah seorang pengguna Minix, sistem operasi mirip Unix yang dibuat oleh Andrew S Tanenbaum pada tahun 1987. Namun karena Linus merasa banyaknya adanya pada Minix (Minix didesain untuk prosesor 16-bit, sehingga tidak beradaptasi dengan baik dengan prosesor 386 dari Intel yang pada saat itu semakin populer), maka Linus mulai mengembangkan sistem operasi baru mirip Minix (Minix-like).

Penamaan Linux

Dua hal paling terkenal dari dunia Linux adalah namanya sendiri yang pada beberapa orang merasa sedikit aneh, dan maskot penguinnya.

Linus ingin memberi nama sistem operasi barunya itu Freax, gabungan dari freak, free dan huruf X dibelakangnya sebagai pertanda bahwa asalnya dari Unix. Linus pada dasarnya sudah menyiapkan nama “Linux”, tapi karena merasa sedikit egois namanya jadi sistem operasi maka Linus mengabaikan nama “Linux”.

Kemudian, setelah beberapa orang mulai terlibat pada pengembangan kernel (yang nantinya disebut Linux), source code-nya ditaruh pada sebuah FTP server untuk memudahkan orang lain mengaksesnya. Ari Lemmke yang merupakan admin dari server di mana source code Linux ditempatkan ternyata tidak menyukai nama Freax, sehingga membuat sebuah folder baru dengan nama “Linux” dan menaruh source code kedalam folder tersebut. Ari tidak melaporkan tindakannya ini kepada Linus sehingga seiring dengan berjalannya waktu nama Linux melekat dengan source code kernel yang mereka kembangkan, hingga sekarang ini.

Penguin Tux

Tux, maskot terkenal Linux memang disarankan oleh Linus sebagai maskot yang cocok. Tetapi desain awalnya diserahkan sepenuhnya pada Larry Ewing sehingga menjadi tux seperti yang kita lihat sekarang ini.

Kabarnya, Linux tergila-gila dengan penguin setelah tergigit oleh salah satu penguin pada perjalanannya ke Australia pada tahun 1993. Setelah mengalami demam ‘penguinitis’, Linus memastikan bahwa pinguin akan menjadi maskot Linux, dan orang -orang akan “demam” Linux setelah memakainya, sama seperti Linus.

Mengenai nama Linux

Apakah Ubuntu adalah Linux? Apakah Android adalah Linux? Kalau ya, kenapa Canonical/Google tidak memasarkan Ubuntu/Android dengan meminjam trademark “Linux”?

Tidak ada paksaan memang, dan Linus sendiri tidak terlalu suka menggunakan trademark “Linux” pada saat bekerja pada lingkungan Linux.

So I wouldn’t want to use the trademark anyway. Plus, I actually enjoy the situation where… like some people complain about how Google and Ubuntu don’t say ‘Linux’, but just say ‘Android’ or ‘Ubuntu’.
Technical people will complain ‘it’s Linux, and now people don’t know they’re using Linux’. Which is true, a lot of people don’t even know they’re using Linux.

Linus Torvalds pada Linux Format

Wawancaranya dengan Linus cukup panjang tapi selalu menarik. Anda bisa membacanya langsung (english) dan menemukan topik-topik menarik lainnya.