Karena sekarang sudah bulan Desember, itu artinya Eric Schmidt of Google harus membuat berita heboh lagi di tahun ini.

After an Android user in the audience expressed irritation at the fact that many hot apps showed up on iOS well before Android, Schmidt said “my prediction is that six months from now you’ll say the opposite.”


Itulah yang diucapkan oleh Eric Schmidt pada bulan ini setahun yang lalu. Bahwa para developer harus membuat aplikasi keren untuk Android dulu baru iOS. Nyatanya? Bahkan Google Maps versi iOS jauh lebih menarik desainnya dibanding versi Android, dan Google sendiri mengakuinya:

Google admits that it’s even better than Google Maps for Android phones, which has accommodated its evolving feature set mainly by piling on menus.

Dan kali ini, Eric Schmidt kembali membuat berita dengan judul “Android is winning the war“:

“This is a huge platform change; this is of the scale of 20 years ago — Microsoft versus Apple,” he said. “We’re winning that war pretty clearly now.”

Yeah, “winning the war” adalah balasan Eric buat (alm) Steve Jobs yang pernah mengatakan kalau ingin perang termonuklir untuk menghancurkan Android.

Android menang, karena…

tentu saja, karena perangkatnya jauh lebih banyak serta dibuat oleh banyak perusahaan yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu. Bahkan perangkatnya tersedia mulai dari harga 900-an ribu sampai 7 jutaan bahkan lebih.

Tapi, apakah itu cukup untuk dikatakan sebagai pemenang?

Smartphone Android, sepertiga ada di tangan konsumen (aktif digunakan), sepertiga ada di dalam saku/tas/lemari, sisanya ada di gudang toko.

Eric Schmidt percaya kalau Android sudah menang atas iOS/Apple, berdasarkan market share Android.. Tidak diragukan memang, Android adalah rajanya smartphone. Pangsa pasar smartphone dikuasai oleh Android dengan persentase hampir 75% sedangkan iPhone hanya sekitar 15% saja.

Ini memang sudah jadi “hasil yang diinginkan” dari bisnis model seperti ini, bukan dari kualitas OS nya. Ada sangat banyak tipe smartphone Android yang berharga murah. Dan seperti hukum alam, akan ada lebih banyak smartphone murah dibanding yang premium/high-end, karena yang murah lebih terjangkau oleh lebih banyak orang.

Mengetahui penjualan smartphone Android yang sebesar itu pasti membuat Anda berpikir kalau aktifitas pengguna terhadap smartphone Android juga sama besarnya, sama-sama didominasi oleh Android. Nyatanya tidak.

Faktanya, pengguna iPhone lebih mendominasi penggunaan smartphone yang berbasis internet ketimbang Android. Sebagai perbandingan, lalu-lintas mobile web dikuasai 60% oleh iOS dan 20% oleh Android.

Penelitian yang dilakukan oleh IBM pada Black Friday bahkan menunjukkan hasil yang lebih menyedihkan, iOS (iPad dan iPhone) menguasai hampir 20% lalu-lintas mobile web, sedangkan Android hanya 5,5% saja.

Ada apa? Pada ke mana pengguna Android yang banyak ini? Apakah yang beli smartphone Android hanya beli buat gaya-gayaan saja, atau karena harganya murah untuk hitungan sebuah “smartphone”? Apakah mereka tidak tahu apa kalau smartphone mereka itu “smart”, bukan hanya sms atau terima telepon?

Oke-oke… saya tahu, user-agent selalu saja jadi alasan. Okelah. Yang jelas, saya bisa simpulkan kalau pengguna iPhone/iPad lebih sayang dan jauh lebih memanfaatkan perangkatnya.

Intinya, Eric Schmidt memang benar, ada satu daerah di mana Google/Android adalah pemenangnya.