Bagaimana rumor bekerja

Kalau Anda rajin baca berita teknologi, Anda pasti tahu kalau rumor mengenai produk Apple belakangan ini sedang berlimpah, dibahas di mana-mana.

Contohnya ini:

iPad generasi 4 baru saja diperkenalkan pada bulan Oktober lalu dan hadir beberapa saat kemudian di pasaran. Bahkan, perangkat tablet Apple yang satu ini belum beredar di pasaran Indonesia. Namun, rumor terkait iPad generasi 5 sudah mulai bermunculan di dunia maya.

dan, uh… wow, produk terbaru!!:

Rumor beredar bahwa Apple dan Intel sedang dalam tahap kerja sama untuk menghadirkan jam tangan pintar yang bisa terkoneksi ke perangkat Apple. Jam tangan pintar ini dikabarkan akan dilengkapi oleh bluetooth dan bisa terkoneksi dengan perangkat iOS, terutama iPhone dan iPod.

Oke, mari kita selidiki bagaimana cara kerja rumor ini, dan apa tujuannya makna dibaliknya.

Apple akan merilis iPad terbaru (iPad 5) yang tipisnya sama dengan iPad mini pada tahun 2013.
Maksudnya, jangan dulu beli iPad sekarang, soalnya nanti Anda menyesal kalau sudah ada yang baru. Kenyataannya, Apple baru saja merilis iPad terbaru (iPad 4) dua bulan yang lalu (ayolah, produk yang dirilis dua bulan yang lalu belum termasuk produk yang “ketinggalan”). Tujuannya, mungkin untuk menurunkan penjualan iPad yang ada sekarang.

iPad mini terbaru yang memiliki layar Retina akan dirilis tahun depan.
Maksudnya, jangan dulu beli iPad mini sekarang, nanti Anda menyesal soalnya layar iPad mini yang sekarang jelek. Kenyataannya, betul, iPad mini terbaru pasti akan diluncurkan dengan peningkatan dari versi sebelumnya, tapi tidak dalam jangka pendek. Ini karena teknologi baterai yang sekarang belum mampu mendukung layar Retina untuk bekerja maksimal dengan ukuran baterai yang ada pada iPad mini, dan ini butuh waktu. Tujuannya, ya samalah dengan yang sebelumnya, para analis mencoba untuk menjatuhkan penjualan iPad mini walaupun pada kenyataanya tetap laris manis.

Oke, itu kalau rumor pra-rilis dari sebuah produk Apple. Bagaimana kalau sudah dirilis?

Apple diharapkan mampu menjual ___ (iPhone/iPad/iWhatever) dalam jumlah ___.
Maksudnya, mari kita berharap atau membuat standar kita sendiri terhadap angka penjualan produk Apple, jadi kalau seumpama target tersebut tidak tercapai, orang-orang akan kecewa dengan Apple, bilang bangkrutlah, stagnan inovasilah, yang jelas image Apple jadi jelek. Kenyataannya, meskipun melenceng dari perkiraan para “analis” the-almighty, Apple akan menjual habis semua persediaan produk di gudang mereka sebelum merilis produk selanjutnya, sehingga tidak ada produk yang tidak laku.

Direktur Marketing Indosat Erik Meijer, mengatakan, saat ini iPhone 5 di Indosat hanya tersisa versi 16GB. “Itu pun jumlahnya tinggal puluhan, dan sudah didistribusikan ke Galeri Indosat,” kata Erik di Jakarta, Senin (17/12/2012).

Pekan lalu, Indosat menerima stok iPhone 5 sebanyak 1.000 unit. Apple akan mengirim 1.300 unit lagi ke Indosat pada pekan ini.

Tekno KOMPAS

Penjualan produk Apple menurun. Apple tidak mampu menjual ___ (iPhone/iPad/iWhatever) sebanyak yang diharapkan.
Saya ambil contoh:

Para analis memang memperkirakan Apple akan menjual iPhone 5 dalam jumlah besar di waktu singkat, bahkan sampai 10 juta unit. Namun unit terjual meleset dari perkiraan sehingga saham Apple turun 1,7%.

Detikinet

dan

“Pesan yang paling penting adalah ‘iPhone 5 game over’, angka permintaan produk itu lebih rendah dari yang diperkirakan,” tulis analis Fubon Financial Holding Co yang berbasis di Taipei, Jeff Pu, dalam sebuah laporan yang dikutip Phone Arena dari Bloomberg.

Tekno KOMPAS

“Game over”… hahaha.

Kalau yang ini hampir sama dengan kasus yang sebelumnya mengenai jumlah penjualan, tapi yang ini perputaran rumornya berbeda. Bukan lagi dihasilkan dari standar yang dibuat-buat oleh para user, melainkan dari para orang-orang intelek yang akrab disapa “analis”. Ketika para analis tersebut menyebut nilai penjualan yang menurun atau tidak sama dengan produk x, atau tidak sama dengan tahun lalu, niat mereka adalah ingin membuat persepsi bahwa Apple sudah finish, alias game over. Saya jarang mempercayai berita yang dihasilkan dari kata-kata analis, walaupun pernah mengutip kata-katanya. Mereka (analis) punya semacam agenda tersembunyi sebelum mempublikasikan “analisa” mereka. Biasanya ini berkaitan dengan harga saham dan semacamnya.

Apple sudah berhenti berinovasi. Apple sudah tamat. Apple tidak akan berinovasi lagi setelah Steve Jobs meninggal.
Kenyataannya, 2012 adalah tahun yang brilian buat Apple di mana setiap produknya muncul dengan desain baru; iPad (mini), iPhone, iPod nano, iPod touch, iMac, MacBook Pro, dll. Coba nonton kembali presentasi peluncuran produk mereka, Anda akan melihat produk dari perusahaan yang tidak berhenti berinovasi.

iPhone tidak berubah sama sekali? Saya rasa tidak. Coba bandingkan iPhone generasi awal sampai iPhone 5, secara sekilas pandangan memang tidak berubah, tapi sebenarnya iPhone 5 adalah produk yang sangat berkembang dari sebelumnya.

Perubahan spesifikasi hardware saja tidak cukup. Orang-orang maunya iPhone memiliki desain yang berbeda dari sebelumnya, lebih radikal. Radikal yang seperti apa yang mereka maksud? Apakah dengan cara merilis iPhone dengan RAM 4GB, atau prosesor 16-core, atau iPhone dengan layar 6 inci? Apakah setiap tahun Apple harus mengubah desain iPhone demi memuaskan keinginan orang-orang tersebut? Smartphone yang smartphone, phablet ya phablet. Tidak ada yang salah dengan desain iPhone 5 sekarang ini. If it ain’t broke, don’t fix it. Kalau tidak rusak, jangan diperbaiki.

Apple sudah berhenti berinovasi. Apple sudah tamat. Coba lihat iOS 6, ketinggalan jaman.
Betul, tampilan Android memang cukup wah, dan orang-rang sangat gampang terpikat dengan ini. Tapi ini bukan berarti Android lebih baik dari iOS. Baik iOS maupun Android memiliki UNIX sebagai inti OS nya. Sedangkan lapisan atas adalah user interface. User interface ini bisa berubah. Apple pun bisa saja mengubah tampilan iOS dari waktu ke waktu kalau mereka mau, tapi Apple lebih menginginkan fungsionalitas dari mobile os milik mereka. Sistem operasi mobile mana yang memberikan fungsionalitas terbaik, integrasi software dan hardware terbaik, layanan cloud dan toko aplikasi terbaik? iOS. Mobile OS yang tampilannya ketinggalan jaman itu loh. Sekali lagi, if it ain’t broke, don’t fix it.

Jangan salah! Saya juga punya sebuah smartphone Android. Saya belajar Java, belajar buat aplikasi sederhana untuk Android, belajar mengutak-atik apk, saya melakukan rooting, flashing ROM dan kegiatan addictive lainnya. Dan saya akui, widget Android memang cukup membantu, launchernya pun efek dan tampilannyanya keren-keren. Tapi saya bukan tipe orang yang hobi menatapi homescreen walaupun wallpaper atau widgetnya, atau launchernya sudah cakep. Di iPod saya, begitu selesai membuka lockscreen maka aplikasi favorit saya langsung muncul di homescreen. Begitu salah satu ikon di tap, aplikasi langsung berjalan fullscreen, wallpaper cantik itu pun segera tertutupi dengan aplikasi yang berjalan (ya iyalah, ini bukan desktop PC yang window nya bisa diatur-atur). Jadi, tidak ada gunanya punya widget, launcher atau wallpaper keren kalau sebagian besar waktu yang kita habiskan di smartphone adalah menjalankan aplikasi. Kecuali, kalau memang Anda beli smartphone hanya untuk gaya-gayaan saja, untuk pasang foto narsis sebagai wallpapernya.

Tidak, saya tidak sedang menghibur diri karena iPod saya tidak punya kemampuan seperti Android tersebut, tapi itu memang kenyataan yang terjadi. Saya bisa saja mengubah-ubah tampilan homescreen saya supaya tampilannya lebih keren, tapi proses edit/install temanya itu lebih makan waktu dibanding menikmatinya. Menikmati homescreen palingan cuma 3-4 detik saja, setelah itu membuka Facebook, Twitter atau Alien Blue selama berjam-jam.

Pesan moral dari cerita ini:
Baca berita baik-baik, saring mana yang fakta (sumbernya jelas) dan mana berita yang asalnya dari opini analis. Jangan mudah percaya dengan kata-kata apalagi prediksi analis. Para analis itu hidupnya bergantung dari membuat berita heboh atau rumor, jadi kalau mau terus hidup mereka harus terus membuat rumor, selama itu menguntungkan bagi mereka. Pilih produk yang terbaik untuk Anda.

2 Replies to “Bagaimana rumor bekerja”

  1. pertanyaan mendasar:

    apakah tulisan ini adalah tulisan analisis?

    dengan menulis artikel ini apakah si penulis menjadi analis yang (hidupnya bergantung dari membuat berita heboh atau rumor, jadi kalau mau terus hidup mereka harus terus membuat rumor, selama itu menguntungkan bagi mereka), sepertinya disebutkan dalam tulisannya?

    banyak pengamat – atau yang disebut penulis sebagai analis – yang sama sekali tidak terkait dengan perkembangan bisnis dari produk/layanan yang mereka bahas. jadi menurut saya tidaklah valid analisis penulis (nah kan, berarti penulis artikel ini adalah analis juga) yang hadir dalam kesimpulan di atas. analis kadang mencoba menganalisis dari data yang ada, ada pula yang mencoba merangkai puzzle sedikit demi sedikit dan memantaunya sampai pada puzzle itu menjadi satu kesatuan utuh.

    banyak yang salah, namun ada kalanya benar. cek saja rumor yang beredar tahun lalu, hampir sebagian besar rumor berkaitan dengan iPhone 5 menjadi kenyataan.

    rumor paling hangat lain? mari kita cek rilis BB 10 tanggal 30 bulan depan, dan apakah rumor-rumor yang ada salah atau mendekati kenyataaan.

    rumor menjadi rumor karena memang tak ada atau belum ada rilis atau pernyataan resmi dari perusahaan terkait. kalo ada pernyataan rilis ya namanya bukan rumor.

    industri teknologi terkadang menjadi seru karena adanya rumor. leak atau bocoran menjadikan penantian akan sebuah produk menjadi lebih seru.

    meski tentu, pembaca tetap harus bijak melihat semua sisi. rumor adalah rumor, belum menjadi kenyataan jika belum ada rilis resmi.

    1. Well, thanks for coming 🙂

      Menjawab pertanyaan mendasar Anda, sama cuma blogger biasa 🙂 sama sekali bukan analis, menjadi analis wannabe pun tidak berharap. Walaupun sedikit menganalisa, tapi tulisan saya sangat tidak layak disebut tulisan analis. Saya tidak menggantungkan hidup dari tulisan ini, kalau mau laris saya bisa buat baitlink setiap hari biar heboh. Tapi tidak, saya lebih pilih menyampaikan hal-hal yang ingin saya sampaikan saja.

      Saya sama dengan Anda, sama-sama baca berita terkini.

      Saya tau mana berita yang asalnya dari analis (analis yang memberikan “prediksi” nya ke tech blogs) , mana berita yang merupakan hasil reblog.

      banyak pengamat – atau yang disebut penulis sebagai analis – yang sama sekali tidak terkait dengan perkembangan bisnis dari produk/layanan yang mereka bahas.

      Nah, ini dia maksud saya. Analis memberikan prediksinya terhadap produk dari sebuah perusahaan yang sama sekali tidak terkait dengan bidangnya? Lalu kita percaya begitu saja?

      analis kadang mencoba menganalisis dari data yang ada, ada pula yang mencoba merangkai puzzle sedikit demi sedikit dan memantaunya sampai pada puzzle itu menjadi satu kesatuan utuh.

      Yup, saya tahu ini. Ada analis yang berdedikasi yang betul-betul memberikan prediksinya dari hasil risetnya. Tapi ada juga analis yang kelihatannya cuma asal ngomong. Coba perhatikan, setiap produk Apple baru di launching, banyak sekali analis yang menyumbangkan prediksinya tentang penjualan dan reaksi masyarakat terhadap produk tersebut. Pada hasilnya? Beberapa benar/akurat, dan beberapa saling bertentangan sesama analis.

      banyak yang salah, namun ada kalanya benar. cek saja rumor yang beredar tahun lalu, hampir sebagian besar rumor berkaitan dengan iPhone 5 menjadi kenyataan.

      Oh, iPhone 5 ya. Anda kan tahu, mana prediksi analis, dan mana hasil leak. Produk leak biasanya datang dari orang dalam pabrik, bukan analis. Biasanya analis cuma mengomentari apa yang sudah ada saja.

      rumor paling hangat lain? mari kita cek rilis BB 10 tanggal 30 bulan depan, dan apakah rumor-rumor yang ada salah atau mendekati kenyataaan.

      Mengenari rilis BB10 saya kurang mengikuti dan tidak terlalu peduli 🙂

      rumor menjadi rumor karena memang tak ada atau belum ada rilis atau pernyataan resmi dari perusahaan terkait. kalo ada pernyataan rilis ya namanya bukan rumor.

      industri teknologi terkadang menjadi seru karena adanya rumor. leak atau bocoran menjadikan penantian akan sebuah produk menjadi lebih seru.

      Betul. Disinilah para analis memainkan perannya, mengisi kekosongan berita 🙂 Apalagi kalau menyangkut perusahaan yang jarang memberitakan produk terbarunya sebelum benar-benar rilis, atau perusahaan yang menjaga betul kerahasiaan produk pra-rilis nya. Analis suka sekali memberikan analisanya kalau modelnya begini, soalnya mereka kan jadi satu-satunya source berita.

      Dan sekali lagi, leaks itu asalnya bukan dari analis. Foto produk pra-rilis, foto-foto komponen produk, itu semuanya leaks, bukan wilayahnya analis. Dan memang, mengikuti berita dari produk leaks lebih seru.

      Btw, kayaknya ini karena mengutip Trenologi ya? Hehehe… Saya pembaca Trenologi juga, salam kenal pak Editor-In-Chief, maaf kalau ada salah-salah kata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *