Trik mengurangi pembajakan dengan cara menyisipkan Tweet “pengakuan” seperti ini tampaknya lumayan bekerja, tapi hanya untuk pengguna yang berbahasa Inggris saja. Masyarakat kita pastinya cuek-cuek saja, toh followers yang membacanya akan menganggapnya sebagai status English yang biasa-biasa saja. Kalaupun ada yang ngerti maksud dari “I’ve been demoing a pirated copy of @tweetbot…” mungkin hanya beberapa, itu pun cuek juga.

Tapi buat orang lain, terutama English user, ini cukup membuat mereka malu.

Ada banyak yang mendukung Tapbots, tapi banyak pula yang menentangnya. Tapi hey, Tweet pengakuan semacam ini tidak akan terbit secara otomatis tanpa persetujuan langsung dari pengguna Tweetbotnya. Artinya, pengguna Tweetbot bajakan masih bisa membatalkan pengiriman Tweet tersebut dan menggantinya dengan Tweet yang lain.

Dan siapakah yang kecolongan mempublikasikan Tweet pengakuan tersebut? Pastinya orang-orang tolol saja, atau orang yang kurang ngerti maksud dari Tweet yang akan ia kirimkan, dengan kata lain, mereka tidak ngerti bahasa Inggris. Jadi sekali lagi, ini hanya masalah bahasa saja.

Mungkin lebih bagus kalau Tweetbot bisa mendeteksi bahasa apa yang diguanakn penggunanya dan secara otomatis mengirimkan Tweet sesuai dengan bahasa yang dipilih penggunanya, Indonesia misalnya?