Matt Gemmell tentang iOS 7:

The thing is, we’ve grown up. We don’t require hand-holding to tell us what to click or tap. Interactivity is a matter of invitation, and physical cues are only one specific type. iOS 7 is an iOS for a more mature consumer, who understands that digital surfaces are interactive, and who doesn’t want anything getting in the way of their content.

The basic functionality hasn’t changed. You still use iOS in the same way, and almost everything is where you expect it to be. The same gestures work. There are a few differences here and there – it’s a major new version of the OS, after all – but the changes are mostly aesthetic. You won’t be confused by iOS 7 if you’re accustomed to a previous version.

Betul juga.

Dengan ilustrasi yang diberikan oleh Gemmell (misalnya pada aplikasi Contact), kita bisa perhatikan kalau interface iOS 6 dipenuhi dengan tombol dan border/kotak-kotak. Keuntungan dari interface seperti ini adalah membuat pengguna menjadi paham mana area teks, mana area menu bar, dan mana tombolnya. Seakan menerangkan kepada pengguna mana yang akan bereaksi ketika disentuh dan mana yang tidak. “Klik ini”, “klik itu”.

Masalahnya, pengguna iOS, yang sudah bertahun-tahun berkutat dengan interface yang sama sudah sangat paham dengan iOS, dan tidak perlu lagi diajarkan bagaimana membedakan tipe-tipe elemen pada interface.

Maka… Apple mendesain iOS 7 menjadi iOS 7 yang seperti sekarang ini. Fungsi dasarnya tetap, tapi border, kotak-kotak, dan tombol sudah digantikan oleh ikon atau label dengan warna jelas untuk memberikan informasi kepada pengguna bahwa “ini bisa disentuh”.

Karena pendekatan desain seperti ini (mis. tombol ke label), maka iOS 7 memiliki desain flat. Tapi, apakah Apple mendesain iOS 7 menjadi flat for the sake of being flat?

Nope.

iOS 7 adalah buah hasil kerja Apple selama bertahun-tahun setelah mendewasakan penggunanya.

Perkenalannya sudah selesai. iOS 7 ditujukan untuk orang-orang yang sudah paham dengan touchscreen dan konten digital.