Breaking news; Microsoft mengakuisisi Nokia.

Microsoft:

Microsoft will acquire substantially all of Nokia’s Devices and Services business, including the Mobile Phones and Smart Devices business units as well as an industry-leading design team, operations including all Nokia Devices & Services-related production facilities, Devices & Services-related sales and marketing activities, and related support functions.


Wow. Saya sedikit shock waktu berita ini muncul di Twitter, meskipun sudah tahu sebelumnya kalau kesepakatan ini tak terhindarkan. Cepat atau lambat.

Buat Anda yang awam, atau belum paham apa yang sebenarnya terjadi antara kedua perusahaan besar ini, ini dia penjelasan singkatnya:

Nokia memiliki sejumlah layanan, salah satunya adalah memproduksi telepon seluler. Dan bisnis telepon seluler inilah yang terbesar, bisnis yang membuat kita kenal Nokia.

Divisi ini (Nokia Devices & Services) yang baru saja dibeli oleh Microsoft. Dengan begitu, Nokia Mobile telah menjadi bagian dari Microsoft juga, termasuk brand andalan Nokia, Lumia dan Asha. Setelah akuisisi ini, CEO Nokia, Stephen Elop, akan mundur untuk segera bergabung ke Microsoft.

Apa hasil dari akuisisi ini?

  • Nokia tidak akan pernah menggunakan Android, tentunya. Keep dreaming.
  • Setelah mengakuisisi Nokia, Microsoft memperoleh kepemilikan untuk brand Lumia dan Asha, serta lisensi penggunaan brand Nokia untuk feature phone (non-smartphone). Ini artinya tidak ada lagi smartphone “Nokia”, karena brand Nokia nantinya hanya khusus digunakan untuk feature phone yang dirilis Microsoft (yang sekarang kita kenal dengan Asha). Untuk smartphone Microsoft akan menggunakan brand “Lumia”.
  • Microsoft mungkin akan merilis seri smartphone dengan nama Microsoft Lumia nantinya.

Kesimpulannya, Nokia yang Anda kenal sekarang tidak akan sama lagi nantinya setelah akuisi selesai. Tidak akan ada lagi smartphone dengan brand “Nokia”, tidak akan ada lagi iklan “Nokia”. Semuanya jadi milik Microsoft sekarang.

Oke, mungkin ada yang akan bertanya, apa sih alasan dibalik akuisisi ini?

  • Apple adalah contoh nyata bahwa untuk menciptakan perangkat yang memberikan pengalaman penggunaan terbaik adalah dengan menyatukan hardware dan software. Alasan Microsoft mengakuisisi Nokia kurang lebih sama dengan alasan Google mengakuisisi Motorola; Microsoft dan Google yang merupakan pemain dalam bidang software membutuhkan pemain dalam bidang hardware dalam satu atap mereka. Dengan kata lain mereka ingin seperti Apple.
  • Tidak lama lagi Steve Balmer, CEO Micosoft sekarang ini akan mundur dari jabatannya, alias pensiun. Untuk itu Microsoft butuh pemimpin baru yang akan menggantikan Balmer dalam waktu kurang dari setahun. Stephen Elop yang dari awal sudah dekat dengan Microsoft tampaknya berpeluang jadi the next Microsoft CEO.
  • Sama halnya Motorola bagi Google, patent yang dimiliki Nokia juga akan sangat membantu Microsoft dalam lisensi paten 10 tahun.
  • Microsoft butuh strategi baru untuk bangkit dari ketertinggalannya dari iOS, dan dengan uang kas yang cukup banyak, mengakuisisi Nokia tampaknya adalah langkah tepat. Apalagi brand Lumia dianggap akan membantu banyak.