Dalam sebuah konferensi di San Fransisco, Steve Wozniak memberikan interview kepada WIRED:

He also endorsed Apple’s decision not to pour new features into the iPhone, arguing that feature creep is not the same as innovation. “If you have something really good, don’t change it; don’t screw it up,” he said. “You pick up a Samsung phone and say smile and it takes a picture, but how much innovation is that? That’s just throwing in a lot of features.”

“People don’t really choose their smartphones based on features,” he added. “I think Apple is superior at being able to say no.”

Feature creep yang disebut di atas berarti penambahan fitur baru kepada sebuah produk, dalam hal ini sistem operasi, yang terlalu berlebihan sehingga menyebabkan sistem yang awalnya sederhana menjadi rumit.

Feature creep terjadi karena adanya keinginan produsen untuk memberikan produk-produk canggih atau yang sesuai keinginan kepada konsumen untuk meningkatkan penjualan. Namun begitu produk tersebut mencapai titik di mana fitur-fiturnya sudah cukup lengkap, maka produsen terpaksa menambahkan fitur baru kembali agar tetap menarik minat konsumen untuk membelinya, meskipun fitur-fitur tersebut sebenarnya tidak penting atau tidak begitu diperlukan.

Anda mungkin tahu produsen atau sistem operasi mana yang dimaksud.