Android vs. iOS

Suatu ketika ada seseorang di grup Facebook yang saya gabungi bertanya, “apa alasan kalian pakai/beli iPhone/iDevice?”. Pertanyaannya sederhana dan umum, khas orang yang baru pakai atau baru mau pakai iPhone/iDevice. Bahkan saking terlalu umumnya pertanyaan itu, pertanyaan orang ini dianggap pertanyaan main-main saja.

Tapi meskipun begitu, banyak juga yang memberikan komentar seriusnya. Antara lain; “Simple dan gak ribet”, “lebih puas”, “berkualitas”, “supportnya lama” dan ada juga yang cuma jawab “karena iPhone”. Itu adalah jawaban serius mereka, saya serius.

Pertanyaan standar dijawab dengan jawaban standar pula. Tapi mau bagaimana lagi, itulah kenyataannya. Itulah jawaban yang sebenarnya. Dari situ saya sadar dengan sebenar-benarnya, kalau saya dan mungkin juga Anda yang lagi membaca ini, hanyalah pengguna minoritas di antara populasi pengguna iDevice. Jumlah kita ini hanya sedikit.

Banyak yang suka dengan kustomisasi atau bahasa kerennya “kebebasan”, tapi jauh lebih banyak yang tidak peduli. Activator, Springtomize, IntelliScreenX, Auxo, Cydia atau bahkan… jailbreak? Lupakan, banyak orang yang tidak kenal itu, atau bahkan belum pernah dengar sama sekali.

Alasannya? Sederhana. Kebanyakan orang cenderung memilih menyesuaikan diri dengan perangkatnya, dan tidak menyesuaikan perangkatnya dengan dirinya. Dan saya pikir alasan “karena ini iPhone” adalah jawaban paling tepat di antara semuanya.