What I’m about to tell you sounds crazy, but you have to listen to me.

Glass vs. Sapphire

Mungkinkah kasus bendgate ini bisa terjadi karena iPhone 6/6 Plus tidak jadi menggunakan layar safir?

Coba perhatikan…

  1. Beberapa hari yang lalu beredar berita yang mengungkapkan bahwa Apple memang berencana untuk menggunakan bahan kristal safir dari GT Advanced Tech untuk digunakan pada iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Tetapi pada akhirnya harus beralih ke lapisan lain yang berjenis alkali-aluminosilicate (Ion-X) karena terkendala masalah pasokan safir dari GT.
  2. Sumber dari WSJ:

    …it was apparent that sapphire wouldn’t be used for the screens on the new iPhones, which went on sale Sept. 19. Yet Apple still was eager to get as much sapphire as possible, the people familiar with its operations said. Apple’s letter said it only received 10% of the sapphire that GT originally promised.

  3. Dari sisi desain, iPhone 6 Plus begitu tipis, lebar dan panjang. Ditambah lagi dengan bodi yang terbuat dari aluminium membuatnya rentan berubah bentuk, terutama pada bagian tombol volume yang paling tidak kuat menahan tekanan.

Ini hanyalah teori atau spekulasi saja, jadi saya tentu saja bisa salah. Tapi coba Anda pikir-pikir, saya rasa sangat gampang menghubungkan benang merah keduanya.

Perhatikan tabel perbandingan antara safir dari GT Advanced Technologies dengan Gorilla Glass (Corning) di bawah ini (PDF).

Sapphire vs. Glass

Hasilnya adalah:

  • Safir lebih padat (Density) dibanding Gorilla Glass, tetapi karena itu dengan volume yang sama Gorilla Glass lebih ringan dibandingkan safir.
  • Safir lebih tahan terhadap perubahan bentuk kalau diberikan beban (Mean Flexure Strength).
  • Safir jauh lebih kaku (Young’s Elastic Modulus) dibanding Gorilla Glass.

Dari beberapa faktor, safir lebih unggul dibanding Gorilla Glass, tidak heran kalau safir adalah pilihan Apple untuk dijadikan lapisan kaca iPhone 6/Plus. Namun, selain kelebihan-kelebihan safir dibanding lapisan layar jenis lainnya, ada alasan mengapa safir jadi pilihan utama Apple.

Safir memungkinkan iPhone 6/6 Plus menjadi tipis.

Apple sudah mendesain iPhone 6/6 Plus lebih tipis dari iPhone sebelumnya, tetapi ada satu masalah dengan desain yang tipis tersebut; iPhone menjadi gampang bengkok terutama kalau diberikan tekanan pada titik tertentu. Maka dipilihlah bahan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut. Safir.

Safir menempati posisi kunci pada struktur bodi iPhone 6/6 Plus yang tipis dan lebar. Dengan sifat safir yang lebih padat, keras dan kaku, safir mampu memberikan kekakuan dan ketahanan yang cukup terhadap bodi iPhone 6/6 Plus yang mampu mempertahankannya dari perubahan bentuk (aka bengkok).

iPhone 6/6 Plus + sapphire = awesome.

Tetapi sayangnya, terjadi masalah pada pasokan safir yang membuat GT tidak mampu memenuhi permintaan Apple yang begitu besar untuk iPhone 6/6 Plus. Apple sudah memaksa GT untuk menyediakannya tetapi ternyata tetap tidak bisa. Bahkan kabarnya Apple hanya menerima 10% jumlah safir dari yang dijanjikan GT. Padahal rangka iPhone 6/6 Plus sudah siap untuk dibenamkan layar safir. Alhasil, Apple harus mencari jalan keluar untuk masalah ini dengan sekali lagi menggunakan layar dari bahan standar. Maka diluncurkanlah iPhone 6/6 Plus, tanpa layar safir.

Desain iPhone 6/6 Plus mungkin tidak akan seperti sekarang ini seandainya dari awal Apple tidak berniat untuk menggunakan safir. Tapi apa boleh buat, tidak ada waktu lagi untuk mengubah desain iPhone 6/6 Plus secara mendadak.

Kesimpulannya, Apple sudah merencanakan bahwa nantinya iPhone 6/Plus akan memiliki lapisan layar dari safir. Tetapi kemudian terjadi hal di luar rencana, pemasok safir (GT Advanced Technologies) tidak mampu memenuhi kebutuhan Apple. Apple terpaksa harus kembali menggunakan jenis layar standar untuk iPhone 6/6 Plus, tetapi karena satu dan lain hal (waktu yang semakin sempit, dll) Apple lupa/tidak dapat lagi mengubah desain iPhone 6/6 Plus(yang sudah ditargetkan untuk memakai safir) untuk menyesuaikan dengan jenis layar standar yang lebih elastis ini. Akibat dari tidak adanya kekompakan, layar yang digunakan sekarang tidak mampu memberikan daya tahan yang seharusnya mampu diberikan safir. Maka terjadilah apa yang kita kenal sebagai bendgate.