iPhone 6

Pertama kali membaca judul berita ini di KOMPAS.com, saya mengira kalau alasan utama mengapa si korban kena tipu adalah karena kurang informasi mengenai barang yang akan dibelinya, apalagi korban itu hanya ditawari. Misalnya saja, saya kurang hapal seri Lumia terbaru, dsb.

Tetapi ternyata bukan itu. Karena ternyata korban sudah mencari tahu soal iPhone yang akan dibelinya terlebih dahulu sebelum mentransfer uangnya.

Setelah mencari tahu tentang spesifikasi ponsel pintar itu, pelapor langsung menyetujui untuk membeli barang tersebut.

Korban langsung mentransfer uang sesuai dengan harga yang dimaksud ke rekening yang telah diberikan.

Saya yakin, selain spesifikasi, pastinya si korban juga tahu informasi soal harga terbaru dari iPhone 6 yang resmi. Ini menjelaskan kenapa si korban begitu cepatnya mentransfer uangnya tanpa bertanya-tanya dulu kepada si penjual, karena merasa si penjual ini bagaikan oasis di tengah panasnya gurun pasir.

Sayang sekali, kalau masih ada orang yang dengan mudahnya tertipu dengan trik harga murah seperti ini, padahal harga adalah faktor pertama yang harus diperhatikan sebelum membeli sebuah gadget, terutama produk Apple.

Buat Anda yang membaca ini dan kebetulan sedang ada rencana untuk membeli iPhone, ada baiknya baca dulu postingan saya di sini soal bagaimana membedakan antara iPhone yang asli dan palsu.