Dan Seifert dari The Verge:

It’s easy to see where Samsung took its inspiration for the Galaxy S6 and S6 Edge: the design is strikingly similar to the iPhone 6 in many places, and the features that Samsung did focus its efforts on are all things the iPhone has had for years. Look at the S6 from certain angles and you’d immediately think it’s an iPhone.

Uhm.. yeah. Dari awal saya tidak begitu terkesan dengan desain/form dari iPhone 6. It’s okay, but not great. Dari segi bodi saya lebih pilih iPhone 5/5s. Saya masih ingat bagaimana orang-orang membandingkan iPhone 5 dengan perhiasan, dan saya setuju. Jadi, kalau ada yang berdebat soal desain mana yang lebih bagus antara iPhone 6 atau Galaxy S6 (atau siapa yang “terinspirasi” dari siapa), saya akan cuma jadi penonton saja.

By the way…

Kabar baiknya, desain keduanya mirip. Istilah orang-orang, 11-12 lah. Buat Anda yang mau beli hape baru tapi tabungannya belum cukup untuk iPhone 6, jangan membegal terlalu bersedih, karena Anda tidak perlu sampai harus beli iPhone 6 “KW” atau iPhone 6 replika, karena sebentar lagi Samsung akan meluncurkan Galaxy S6 buat kalian semua wahai pengincar iPhone 6.

Galaxy S6 dan iPhone 6

Kiri: iPhone 6, dan kanan: Galaxy S6.

Kabar yang kurang baiknya, Samsung memasukan fitur-fitur yang tidak disukai orang pada iPhone ke S6.

Sebenarnya, bukan kurang baik, tetapi lucu menurut saya. Selama bertahun-tahun produk Apple, terutama iPhone, dikritik, hari ini Samsung malah memperkenalkan produk terbaru yang mengusung fitur yang menyebabkan iPhone dikritik. Samsung menghilangkan fitur-fitur yang dicintai setengah mati oleh fans Android.

Removable battery. Dulu kalau Anda masih ingat, iPhone muncul di tengah-tengah kejayaan smartphone-smartphone dari Nokia dan Sony Ericsson. Waktu itu Nokia N95 diklaim adalah sebagai smartphone terbaik sepanjang masa. iPhone tidak ada apa-apanya kalau dibanding dengan yang paling miskin fitur sekalipun. Tapi apapun itu merknya, satu kesamaan yang ada pada setiap smartphone populer saat itu adalah semuanya bisa lepas/ganti baterai. Dan kita semua sudah terbiasa dengan itu. Baterainya rusak, tinggal beli baru dan ganti. Lupa bawa charger, tinggal pakai cadangannya.

Semuanya mudah, hingga ketika Apple meluncurkan smartphone yang baterainya built-in, alias tidak bisa diganti-ganti, kecuali dibawa ke gerai resminya (Apple Store). iPhone pun menjadi kurang populer, dibilang ribet, dll. Tapi meskipun banyak yang protes, Apple tetap meluncurkan iPhone dengan baterai built-in, hingga sekarang.

Sekarang, tiba-tiba saja Samsung “sependapat”, dan akhirnya memperkenalkan Galaxy S6 dengan baterai bulit-in.

microSD / memori eksternal. Ini juga salah satu keputusan tidak populer Apple yang dimasukkan ke iPhone: tidak adanya tambahan memori eksternal. WTH!? Seakan kurang puas dengan kritikan sebelumnya, Apple juga menghilangkan slot microSD pada iPhone. Dulu ada Nokia dengan MMC yang kemudian beralih ke RS-MMC lalu beralih lagi ke mmicroSD. Ada juga Sony Ericsson dengan Memory Stick yang kemudian berevolusi menjadi M2. Sekarang kedua perusahaan tersebut dan juga yang lainnya seragam menggunakan microSD. Kecuali Apple, yang lain dari yang lain yang sama sekali menghilangkan slot microSD.

Sekarang, tiba-tiba saja Samsung “sependapat”, dan akhirnya memperkenalkan Galaxy S6 tanpa slot MicroSD.

Glass front/back. Ahh.. masih ingat beberapa tahun lalu waktu Apple memperkenalkan smartphonenya yang paling gampang pecah itu? Ya.., yaa.., yaa itu, benar sekali! iPhone 4 di tahun 2010!

Adalah smartphone paling sering digunakan para reviewer karena selalu bisa membuat smartphone unggulan para reviewer terlihat lebih superior dibanding iPhone 4, terutama pada sesi drop test. Maklum, iPhone 4 dibalut kaca depan dan belakang jadinya mau jatuh dari sisi apa pun pasti ada efeknya ke bagian kaca tersebut. Sekarang, sudah bertahun-tahun berlalu Samsung kembali mengingatkan kita dengan iPhone 4 dan “kelemahan” yang dimikinya.

Waterproof. Seingat saya Apple tidak pernah memasukkan fitur ini pada iDevice. Tapi meski begitu, beberapa orang menganggap ini adalah kelemahan dari iPhone karena waterproof adalah fitur standar yang harus dimiliki smartphone-smartphone terkini. Dan tebak… Samsung rupanya sudah tidak peduli lagi dengan fitur waterproof ini karena buktinya Samsung meluncurkan Galaxy S6 tanpa fitur tersebut.

Samsung: “Aah. kalian ini, menghilangkan fitur itu semua bukan masalah besar kok. iPhone aja masih laku sampai sekarang.”

Well… that’s it. Komplain fandroid selama bertahun-tahun terasa percuma karena pada akhirnya Samsung (sebagai OEM terbesar) sendiri meluncurkan produk dengan “kelemahan” yang sama persis dengan yang dikritik orang-orang pada iPhone.

Yang sabar ya bro/sis, kalau kalian gak bisa lagi gonta-ganti baterai, atau microSD kalian jadi gak bisa terpakai lagi di S6.

Jadi fans Samsung itu memang berat, fitur-fitur yang kalian cintai akan ditinggalkan begitu saja kalau Apple tidak mengimplementasikannya di iPhone. Sebaliknya, Anda bisa mengharapkan adanya fitur-fitur canggih di smartphone Samsung kalian kalau di iPhone sudah ada lebih dulu.