Sherlock

Sherlock (via The Word Nerds).

Apakah Apple pernah mempertimbangkan membuat sebuah mesin pencari miliknya sendiri?

Mungkin saja.

Pada pengumuman iOS 9 lalu, Apple memperkenalkan beberapa hal baru yang dibawa oleh iOS 9. Salah satunya adalah pengembangan fitur Spotlight dari berbagai sisi.

Spotlight

Di iOS 9, para pengembang dapat membuka informasi aplikasinya ke Spotlight untuk diindeks, sehingga informasi yang relevan dapat muncul di Spotlight ketika pengguna melakukan pencarian.

Sebagai contoh, sebuah aplikasi resep makanan bisa memunculkan tautan atau informasi per resep kalau kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna dikenali Spotlight. Misalnya, ketika pengguna memasukkan kata kunci “Coto Makassar”, Spotlight bisa memberikan saran ke halaman pencarian di Internet, artikel masakan dari Wikipedia, ataupun langsung ke halaman individu dari “Resep Coto Makassar” pada aplikasi “Resep Masakan Nusantara” misalnya, kalau seandainya pengembang aplikasi tersebut membuka akses ke kontennya.

Dengan pengembangan fitur-fiturnya, Spotlight pada akhirnya mampu menyediakan informasi yang diinginkan pengguna tanpa harus membuka browser lagi.

Perubahan atau pengembangan dari Spotlight ini memberikan kesan bahwa Apple sedang mengembangkan sebuah mesin pencari jenis baru yang memiliki akses secara mendalam ke data pada aplikasi. Tapi tahukah Anda, sebenarnya, fitur pencarian semacam Spotlight itu adalah warisan dari MacOS 8 dan OS X.

Spotlight (iOS), sebuah fitur pencari yang awalnya biasa-biasa saja itu yang lokasinya berada di halaman awal pada Home screen iDevice Anda (geser paling kiri) sebenarnya berasal dari sebuah program di Mac OS 8 yang bernama Sherlock.

Pada tahun 1998 Apple merilis MacOS 8.5 dan memperkenalkan sebuah program baru yang bernama Sherlock. Sherlock yang pada dasarnya adalah perpanjangan fitur pencari dari Finder (file manager di MacOS), memiliki fungsi dasar menggabungkan hasil pencarian file/konten lokal dan internet. Ya, Sherlock tidak hanya mampu mencari informasi dari drive lokal, tetapi juga dari internet.

Aplikasi yang menarik, dan juga revolusioner pada saat itu.

Dengan Sherlock, Apple mencoba membuat proses pencarian lebih mudah. Apple juga membuat Sherlock terbuka bagi pengembang dengan cara mengijinkan masuknya plug-in, sebagai contoh adalah plug-in eBay yang memungkinkan pengguna untuk mencari kontent dari eBay.

Di tahun 1999, Sherlock 2 dirilis dengan peningkatan performa, peningkatan kecepatan dan dengan tambahan plug-in dan mesin pencari baru. Pada tahap itu Apple tampak mulai serius membangun mesin pencari. Kemudian Sherlock 3 dirilis dengan fokus utamanya adalah pencarian internet. Saat itu perkembangan internet sangat cepat, dan Apple sudah mulai kesulitan bersaing dengan mesin pencari lain yang juga berfokus di web. Untuk itu, Apple merilis Sherlock 3 sebagai aplikasi berbasis web yang menyediakan konten dari internet. Tujuannya demi membuat Sherlock tetap up-to-date.

Tapi sayangnya, entah mengapa Sherlock yang revolusioner itu terpaksa mengalah dengan booming-nya web portal di akhir tahun 90an. Akhirnya, Sherlock tetap di desktop Mac (dan pensiun untuk kemudian digantikan oleh Spotlight di OS X) dan web portal menguasai sisanya, hampir segala hal yang berurusan dengan pencarian di internet.

Video saat Steve Jobe memperkenalkan MacOS 8.6:

Sudah jelas, kalau Spotlight (iOS) adalah Sherlock yang dihidupkan kembali oleh Apple dalam bentuk mobile.

Sherlock memang telah digantikan oleh Spotlight di OS X, dan Spotlight pun terus mendapatkan perbaikan dan pengembangan secara berkala. Spotlight is alive and well. Tetapi tampaknya Apple belum menyerah dengan ide membuat mesin pencari sendiri.

Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa bot otomatis yang diidentifikasi berasal dari server milik Apple telah “tertangkap” saat sedang melakukan perayapan halaman HTML.

Dikutip dari AppleInsider:

Evidence of Apple’s Web crawler, written in the Go programming language, was first discovered by developer Jan Moesen, who has found hits from the software dating back to Oct. 15. Others have discovered significant traffic to their websites from Apple’s mysterious crawler, which appears to be shut off from time to time.

Requests from Apple’s bot are only for HTML pages, and do not access the accompanying CSS, JavaScript or image files from a website. Moesen found that the Apple Web crawler identifies itself as “Mozilla/5.0 (compatible; Fetcher/0.1)”.

Belum jelas apa fungsinya dan siapa yang membuat bot ini, apakah ini resmi milik Apple, atau hanya proyek pribadi yang pembuatnya kebetulan adalah pegawai Apple. Yang jelas sejak kabar mengenai bot/web crawler terdeteksi, rumor bahwa Apple sedang membangun mesin pencari muncul. Namun kuat dugaan kalau bot tersebut adalah bagian dari usaha pengembangan Spotlight di OS X dan iOS untuk melepaskan ketergantungan dari mesin pencari pihak ketiga (Google dan Bing). Dan sepertinya itulah alasan yang paling masuk akal kalau kita melihat fitur-fitur pembaruan yang ada pada OS X El Capitan dan iOS 9.

Entah bagaimana nasib Spotlight nantinya, apakah akan menjadi ´ú┐Search/iSearch dan terjun langsung ke dunia web search engine untuk bersaing secara langsung dengan Google dan Bing, atau menjadi the Sherlock of iOS? Hanya Apple yang tahu.

Mungkin Apple akan memberikan kepastiannya kepada kita di iOS 10.

Sumber:
[GUIdebook gallery]