“2016 Flagship Killer”

Wow, Android Police (blog teknologi yang fokus ke Android) rupanya “putus” dengan OnePlus gara-gara artikel yang dipublikasikan Android Police (AP) mengenai OnePlus 2:

That is a point I’d like to highlight, actually: OnePlus can only succeed at these lower price points where they aren’t actually forced to directly compete with the likes of Apple, Samsung, or HTC’s newest high-end phones. They can stay in the mid-range price tier with high-end-esque specifications like a big fish in a small pond, but they know full-well they’d be eaten alive in Lake Flagship. So, instead, they yell absurd and foolish things from the safety of their insulated price point, attempting to convince passersby that they’re the real deal. And clearly, it works to some extent: consumers love nothing more than to be told that they’re not only smart for saving money compared to “everybody else,” but that they’re actually better than other people for making that decision. It’s like you’re in a special club.

Singkat cerita, OnePlus memasang slogan “2016 Flagship Killer” untuk memasarkan OnePlus 2, flagship terbaru dari OnePlus yang dipromosikan sebagai “pembunuh” flagship di tahun 2016.

Kemudian setelah di-review, ternyata AP tidak puas dengan OnePlus 2 dan akhirnya memuat editorial yang pada dasarnya mengatakan bahwa OnePlus sudah berbohong ke publik dengan slogannya tersebut.

OnePlus (tentu saja) tidak setuju dengan editorial tersebut dan menganggap kalau AP “not getting it” alias tidak paham dengan OnePlus 2.

OnePlus menekankan bahwa “specs doesn’t matter”, spesifikasi bukanlah segalanya.

AP tidak peduli dan menganggap kalau itu omong kosong. Si penulis merasa kalau cara untuk “membunuh” flagship adalah dengan cara menyamai atau malah mengalahkan spesifikasi flagship yang ada. OnePlus dianggap tidak mengalahkan spec dari flagship yang ada saat ini, oleh karena itu “2016 Flagship Killer” adalah kebohongan.

Akhirnya, OnePlus putus dengan AP. Tidak ada lagi unit review atau undangan gratis. Tidak ada lagi komunikasi.

So, menurut Anda, apakah untuk menjadi “flagship killer” suatu device harus berada pada kelas high-end dan memiliki spesifikasi teratas? Atau bisa dengan kriteria lain?

“Why there’s nothing quite like iPhone”

Sudah lihat iklan promosi terbaru dari Apple yang berjudul “Why there’s nothing quite like iPhone“?

Silakan berkomentar kalau iklan promosi ini jelek, konyol atau agak cheesy, tapi saya sangat setuju pada bagian ini…

And whenever there are shiny, new software updates with shiny, new features, you should be able to sit back, relax, and know your phone will get them. And be compatible with them. For years. For free.

Saya rasa tidak ada yang bisa menyangkal kalau update (iOS) yang diberikan Apple itu terjadwal dan merata secara bersamaan untuk semua iDevices.

Apple hater runs to Apple

Dikutip dari Computerworld:

Lorenzo Franceschi-Bicchierai has never had any love for Apple but in the last few days he has found 950 million reasons to dump Android for an iPhone.

“As you might have heard, a security researcher revealed on Monday that a series of bugs deep inside Android’s source code allow hackers to hack and spy on users with a simple multimedia message. If you’re worried your Android device might be vulnerable to these bugs, collectively known as Stagefright, well, I’ve got bad news for you. It probably is. In fact, as many as 950 million phones likely are,”

Eewww.. bug/hack bernama “Stagefright” ini ngeri juga. Bisa menyerang perangkat Android mulai dari versi 2.2 sampai dengan 5.1 yang kalau dijumlah hampir mencapai 1 milyar buah. Hanya dengan sebuah MMS saja, luar biasa!

Bahkan seorang Apple hater pun menyarankan pengguna Android untuk beralih ke Apple.

Kabarnya bug ini akan segera diperbaiki melalui pembaruan/patch yang akan dikirim via over the air. Tapi… ini Android bukan iOS, kita sedang membicarakan sebuah sistem operasi mobile yang jadwal updatenya sangat tidak bisa diprediksi. Hanya Google (/Samsung) dan tuhan saja yang tahu.

(Saran saya buat pengguna Android, sebaiknya ganti aplikasi SMS/MMS Anda dengan aplikasi pihak ketiga yang bisa mencegah bug ini, setidaknya sampai pembaruan resminya muncul.)

Phones in China

Ketika karyawan pabrik yang biasa merakit ponsel untuk perusahaan merancang sendiri ponsel yang mereka inginkan.

Alasan mengapa suara shutter kamera iPhone dari Jepang tidak bisa di-mute

Saudi Arabia banned the sale of camera phones nationwide in April 2004, but reversed the ban in December 2004. Some countries, such as South Korea and Japan, require all camera phones sold in their country to make a clearly audible sound whenever a picture is being taken.

Alasan utama mengapa smartphone-smartphone (termasuk iPhone) yang berasal dari negara Timur Tengah, Korea Selatan dan Jepang memiliki fitur kamera yang suara shutter-nya tidak bisa didiamkan atau di-mute adalah karena di negara-negara tersebut berlaku hukum anti-voyeurism. Tujuannya untuk mencegah kamera smartphone disalahgunakan, misalnya untuk memotret dalam celana.

Bagaimana cara selfie stick mengambil gambar dari headphone jack?

Selfie stick

Ternyata begini caranya tombol capture pada selfie stick alias tongsis mengambil gambar:

iOS implements a feature to allow the user to take a photo by pressing the volume up/down button on the earphone remote. The selfie stick simply recreates this button press by shorting out pin 4 (microphone) and pin 3 (ground).

Penjelasan lengkapnya di sini.

Unjailbreak iDevice dengan Cydia Impactor

Umumnya cara untuk menghilangkan jailbreak atau “unjailbreak” adalah dengan mengembalikan iDevice ke konfigurasi awal dengan cara melakukan restore dari iTunes. Restore adalah sebuah proses menginstall ulang iOS ke iDevice (via iTunes). Dengan melakukan restore, iDevice yang sebelumnya dalam kondisi terjailbreak akan kembali normal seperti baru, semua data akan hilang dan file-file yang sudah dimodifikasi sebelumnya akan kembali ke kondisi semula. Persis seperti baru dibuka dari dus.
Continue reading “Unjailbreak iDevice dengan Cydia Impactor”