Jailbreak untuk smartphone, tablet dan smart TV kini dilegalkan

Kabar baik buat komunitas jailbreak dari @saurik. Kabarnya jailbreaking (atau rooting) untuk perangkat smartphone, tablet, smart TV dan perangkat-perangkat komputasi mobile lainnya telah dilegalkan oleh Copyright Office (Badan Hak Cipta AS).

Sebenarnya iPhone (smartphone) sudah dilegalkan terlebih dahulu, namun perangkat semacam iPad (tablet) masih masih diperdebatkan statusnya. Sebelumnya jailbreaking pada iPad dianggap illegal di mata hukum (AS) tetapi hukumnya belum dipaksakan. Sekarang, badan hak cipta di Amerika telah melegalkan jailbreaking untuk iPad dan semua perangkat-perangkat lainnya.

Thank you Saurik!

“No news is good news”

Dikutip dari The Register:

If you’re a long-time Ubuntu user that might be a good thing. No news is good news. This is doubly true if you’ve been through the Windows 10 transition this year and systemd earlier this year and the Unity transition in the years before that in Linux. Arguably, no news really is good news if you just want to get some work done.

Yep, Ubuntu 15.10 sudah resmi dirilis beberapa hari yang lalu, tapi seperti dengan beberapa rilis sebelumnya, tidak ada perubahan besar yang membuat saya tertarik untuk meninggalkan (14.04) LTS. So… sampai ketemu tahun depan, 16.04.

Jailbreak iOS 9.0 dengan Pangu

Seperti halnya orang lain yang di internet, pengembang atau developer jailbreak juga suka menjadi yang “pertama!” ( terutama mereka yang dari China). Pertama merilis jailbreak berarti sebuah kesuksesan untuk bisa mengamankan upah dari siapapun yang bersedia membayar sejumlah uang untuk bisa memanfaatkan celah keamanan iOS. Dan, selamat kepada tim Pangu (@PanguTeam) yang telah berhasil sekali lagi untuk merilis program jailbreak iOS 9, duluan.

Jailbreak iOS 9 ini dirilis hampir satu bulan bertepatan dengan rilisnya iOS 9 ke publik. Dan menurut saya satu bulan itu tergolong cepat. Bisa dibilang masih dalam masa “bulan madu” dengan iOS 9 yang artinya desakan (dari dalam hati) untuk melakukan jailbreak belum muncul (yang biasanya baru terasa 2-4 bulan setelah versi mayor dirilis ke publik).

Anyway, tetap saja, perilisan perilisan sebuah jailbreak tetap harus disyukuri, mau itu cepat ataupun lambat. So, buat siapapun yang mungkin sudah bosan dengan fitur bawaan iOS 9 dan sudah tidak sabar untuk melakukan jailbreak dengan tujuan apapun itu, silakan saja.
Continue reading “Jailbreak iOS 9.0 dengan Pangu”

Why Schools Should Exclusively Use Free Software

Richard Stallman (via GNU.org):

Schools have a social mission: to teach students to be citizens of a strong, capable, independent, cooperating and free society. They should promote the use of free software just as they promote conservation and voting. By teaching students free software, they can graduate citizens ready to live in a free digital society. This will help society as a whole escape from being dominated by megacorporations.

In contrast, to teach a nonfree program is implanting dependence, which goes counter to the schools’ social mission. Schools should never do this.

Damn… tulisan ini sangat mengena sekali 🙁

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu, saya sempat baca-baca sedikit buku cetak pelajaran TIK ponakan saya (masih kelas 5 SD). Awalnya saya kagum dengan anak ini, dan juga sekolahnya karena baru kelas 5 tapi sudah belajar program mengetik. Saya dulunya belajar mengetik di komputer baru saat kelas 1 SMP.

Setelah saya baca-baca sedikit, ternyata ada semacam pengenalan program office di awal bab. Ada OpenOffice, LibreOffice, Kingsoft Office, sampai dengan… you know, Microsoft Office. Meskipun penjelasannya cukup singkat dan seadanya saja, tapi sudah lumayan karena pada beberapa program dijelaskan “ini adalah program open source yang artinya bisa diunduh secara gratis tanpa dipungut biaya”. Yang paling singkat adalah penjelasan dari Microsof Office; “ini adalah program buatan Microsoft untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS X dari Apple.” Tapi begitu sudah masuk ke pelajaran mengetiknya, yang bikin mengecewakan adalah, program yang digunakan ternyata Microsoft Office (lengkap dengan screenshot Word dan Excel) tanpa ada penjelasan tambahan kenapa program itu yang digunakan.

Why, after all, do some proprietary software developers offer gratis copies of their nonfree programs to schools? Because they want to use the schools to implant dependence on their products, like tobacco companies distributing gratis cigarettes to school children. They will not give gratis copies to these students once they’ve graduated, nor to the companies that they go to work for. Once you’re dependent, you’re expected to pay.

Oh well… masa depan (pendidikan) Indonesia dalam tangan yang tepat /s.