Richard Stallman (via GNU.org):

Schools have a social mission: to teach students to be citizens of a strong, capable, independent, cooperating and free society. They should promote the use of free software just as they promote conservation and voting. By teaching students free software, they can graduate citizens ready to live in a free digital society. This will help society as a whole escape from being dominated by megacorporations.

In contrast, to teach a nonfree program is implanting dependence, which goes counter to the schools’ social mission. Schools should never do this.

Damn… tulisan ini sangat mengena sekali :(

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu, saya sempat baca-baca sedikit buku cetak pelajaran TIK ponakan saya (masih kelas 5 SD). Awalnya saya kagum dengan anak ini, dan juga sekolahnya karena baru kelas 5 tapi sudah belajar program mengetik. Saya dulunya belajar mengetik di komputer baru saat kelas 1 SMP.

Setelah saya baca-baca sedikit, ternyata ada semacam pengenalan program office di awal bab. Ada OpenOffice, LibreOffice, Kingsoft Office, sampai dengan… you know, Microsoft Office. Meskipun penjelasannya cukup singkat dan seadanya saja, tapi sudah lumayan karena pada beberapa program dijelaskan “ini adalah program open source yang artinya bisa diunduh secara gratis tanpa dipungut biaya”. Yang paling singkat adalah penjelasan dari Microsof Office; “ini adalah program buatan Microsoft untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS X dari Apple.” Tapi begitu sudah masuk ke pelajaran mengetiknya, yang bikin mengecewakan adalah, program yang digunakan ternyata Microsoft Office (lengkap dengan screenshot Word dan Excel) tanpa ada penjelasan tambahan kenapa program itu yang digunakan.

Why, after all, do some proprietary software developers offer gratis copies of their nonfree programs to schools? Because they want to use the schools to implant dependence on their products, like tobacco companies distributing gratis cigarettes to school children. They will not give gratis copies to these students once they’ve graduated, nor to the companies that they go to work for. Once you’re dependent, you’re expected to pay.

Oh well… masa depan (pendidikan) Indonesia dalam tangan yang tepat /s.