Tweaks.online, situs pencarian paket Cydia

Cydia Online

Tweaks Online (sebelumnya bernama Cydia Online tapi kemudian berubah nama karena diprotes oleh @saurik, pemilik merk dagang “cydia”) adalah sebuah situs web yang fungsinya semacam katalog (tidak resmi) untuk paket-paket atau aplikasi untuk perangkat yang sudah dijailbreak (jailbroken).

Tweaks Online ini punya kemiripan dengan situs-situs serupa seperti cydiaupdates.com atau planet-iphones.com yang juga menyediakan informasi mengenai tweak atau paket-paket Cydia, namun bedanya adalah Tweaks Online menyediakan informasi dari tweak-tweak yang asalnya bukan dari repository bawaan saja, tapi juga repo pihak ketiga yang sudah populer. Oh ya, selain tweak, atau aplikasi, ada juga informasi soal themes dan font.

Buat pengguna iDevice yang sudah dijaibreak, saya sarankan untuk mengunjungi Tweaks Online dan sekalian subscribe biar bisa up-to-date soal tweak-tweak yang baru dirilis atau baru saja diupdate.

Soal source code Cydia Substrate

Pernyataan Jay Freeman (@saurik) soal mengapa dirinya tidak pernah dan tidak akan pernah merilis source code dari Cydia Substrate, yang merupakan komponen terpenting dari Cydia (via Reddit):

I have been quite open about the reason I long long ago stopped shipping the source code to Substrate: because my BSD code was forked by someone who wanted to “own” the entire jailbreak stack, turning it into an end-to-end commercial-only project.

Continue reading “Soal source code Cydia Substrate”

“SSH” versi @Telkomsel

The infamous Netizen at it again.

Bagi anak-anak muda/mahasiswa pengguna mobile broadband, yang hidupnya bergantung pada paket data operator seluler, pasti sudah pernah dengar atau setidaknya pernah “penasaran” dengan trik internet gratis tanpa pulsa di internet. Di Google tutorialnya berhamburan. Tapi tidak usah repot-repot untuk mencarinya sekarang karena yang muncul di halaman depan hasil pencarian Google biasanya sudah basi alias sudah expired karena trik-triknya sudah tidak mempan.
Continue reading ““SSH” versi @Telkomsel”

Server dengan uptime 18 tahun akhirnya dipensiunkan

Sebuah komputer server (200MHz Pentium, 32MB RAM, 4GB SCSI-2 drive) akhirnya dipensiunkan setelah berjalan selama lebih dari 18 tahun lamanya, non-stop.

Dikutip dari mailing list AusNOG (via The Register):

Just switched off our longest running server.
Built and brought into service in early 1997, it’s been running 24/7 for
18 years and 10 months.

In its day, it was a reasonable machine – 200MHz Pentium, 32MB RAM,
4GB SCSI-2 drive…. and up until recently, it’s still be doing its job
fine. Hard drive finally started throwing errors, it was time to retire it
before it gave up the ghost!

Luar biasa. Server ini memiliki uptime 18 tahun 10, yang berarti belum pernah direboot sama sekali, belum pernah update kernel (setiap update kernel membutuhkan reboot), dan juga belum pernah mati karena listrik padam sekalipun! Tapi pada umumnya server itu dihubungkan ke UPS (backup power) untuk mencegahnya mati tiba-tiba dari padamnya listrik, tetapi itu juga berarti bahwa UPS yang digunakan sangat awet dan bisa bertahan lama.

​Where would we be without Ubuntu

Dikutip dari TechRepublic:

No distribution of Linux has, in the history of the platform, made the open source operating system so easily accessible to new users. Not Mint, not Deepin, not Elementary OS, not Solus…none of them. From the very beginning, ease of use and user-friendliness was at the heart of Ubuntu. Strip Linux of Ubuntu and the platform becomes increasingly less likely to attract new users and far less user-friendly.

Oo ooh… saya yakin akan banyak orang yang tidak setuju dengan ini, terutama para “elitists” alias Linuxer pro/senior yang tidak senang dengan Ubuntu, khususnya penggunanya. #LinuxOnly4n00bs

Perlombaan review

Success

Pengguna iPhone, iPad dan iPod touch (iDevices) boleh berbangga karena keistimewaan yang dimiliki perangkat mereka. Setiap kali Apple meluncurkan iOS terbaru, semua perangkat yang mendukung langsung kebagian. Tidak ada sistem bertahap. Tidak ada ketergantungan terhadap OEM, pembagian berdasarkan negara, ataupun ketergantungan terhadap operator seperti halnya perangkat-perangkat Android.

Semua orang kebagian, semua orang berbahagia. Everybody’s fine.
Continue reading “Perlombaan review”

Not cool, Apple. Pengguna iPhone lawas (32-bit) juga butuh Night Shift

Night Shift

Menurut hasil diskusi dari beberapa orang yang sudah mencoba iOS 9.3 beta, rupanya fitur Night Shift ini hanya ditemukan pada perangkat-perangkat berprosesor 64-bit saja, yang artinya hanya tersedia pada iPhone 5s dan di atasnya.. Fitur Night Mode pada menu Display & Brightness tidak ditemukan pada perangkat-perangkat 32-bit, padahal seharusnya perangkat 32-bit tetap bisa menggunakan fitur ini tanpa adanya limitasi pada hardware (f.lux, anyone?).

Why Apple, why? Apa ini semacam himbauan untuk ugprade?

(Gambar diambil dari halaman Facebook iBox tanpa permisi.)