Success

Pengguna iPhone, iPad dan iPod touch (iDevices) boleh berbangga karena keistimewaan yang dimiliki perangkat mereka. Setiap kali Apple meluncurkan iOS terbaru, semua perangkat yang mendukung langsung kebagian. Tidak ada sistem bertahap. Tidak ada ketergantungan terhadap OEM, pembagian berdasarkan negara, ataupun ketergantungan terhadap operator seperti halnya perangkat-perangkat Android.

Semua orang kebagian, semua orang berbahagia. Everybody’s fine.

Sebagian update, tapi tidak begitu peduli dengan hasilnya. Sebagian cukup puas dengan layanan Apple karena masih peduli dengan perangkat mereka, sebagian lagi terlalu senang. Saking senangnya, 15 menit setelah melakukan update mereka sudah mengungkapkan kebahagiannya ke seluruh dunia ke dalam bentuk “review”.

OMG! This is effing awesomg!

Kereen! iOS 10 bikin hemat baterai!

Apa cuma ane yang merasa kalo Safari makin responsif di iOS 10?

… dan lain sebagainya.

Tentu saja itu urusan mereka untuk berlomba-lomba siapa yang paling cepat menulis review. Masalahnya adalah, itu bukanlah cara yang tepat untuk melakukan review.

Menjalankan Safari terus buka satu atau dua website untuk mendapatkan kesan pertama itu bukanlah cara yang tepat untuk menguji Safari. “Nasib” Safari di media sosial tidak bisa ditentukan dari website yang Anda buka 15 menit pertama setelah melakukan upgrade OS. Safari bukan satu-satunya aplikasi di iOS, dan iPhone/iPad juga bukan alat yang diciptakan untuk membukan Safari saja. Maksudnya, gunakan Safari secara wajar bersama aplikasi-aplikasi lainnya selama beberapa hari untuk mendapatkan performa yang terbentuk secara alami. Biarkan Safari berjalan normal seperti halnya aplikasi-aplikasi lain yang rutin Anda buka. Kalau setelah membuka 20-30 aplikasi perhari (selama beberapa hari) dan Safari, yang dalam pemakaian normal masih cepat dan responsif, maka itu sudah layak ditulis dalam sebuah review.

Begitupun dengan baterai. Menggelikan sekali rasanya membaca “review” baterai oleh orang yang baru saja melakukan upgrade OS 1 jam lalu. Efek sebuah OS versi terbaru terhadap baterai normalnya baru bisa nampak jelas setelah 2-3 hari pemakaian, setelah melewati beberapa -recharge dan reboot. Atau lebih spesifik, setelah digunakan secara normal, menjalankan beberapa aplikasi yang memang rutin dijalankan, multitasking, dengar lagu secara lokal, nonton video, streaming musik, buka YouTube, Google Maps, BBM-an, WhatsApp-an, dan lain-lain. Begitu baterainya lemah, coba charge kembali, lalu gunakan kembali seperti biasa untuk sehari atau dua hari kemudian. Kalau ketahanan baterainya stabil, tetap hemat, tidak ada penurunan dibanding hari pertama, itu artinya iOS versi terbaru tersebut memang benar-benar mendatangkan perubahan pada sisi ketahanan baterai. Tapi jangan lupa, terkadang yang bikin baterai bisa lebih hemat itu bukan semata-mata dari iOS terbaru saja, tetapi bisa juga efek dari aplikasi yang terinstall dan konfigurasinya. Misalnya, mungkin saja sebenarnya iOS terbaru tidak membawa perubahan, tetapi karena beberapa aplikasi yang boros baterai sudah dihilangkan maka baterai menjadi lebih hemat dibanding sebelumnya. Itu yang kadang membentuk ilusi bahwa iOS versi terbaru lebih hemat.

Yang jelas, kalau memang Anda mau mereview baterai, sebaiknya gunakan waktu yang cukup lama untuk membuat kesimpulan sebelum disebarkan ke orang lain. Tidak jarang orang yang memuji iOS terbaru bikin baterai lebih di hari pertama itu kembali mengeluh soal baterai boros di hari ke-10. Selain itu, beberapa orang gampang sekali terpengaruh oleh “review” orang lain di internet padahal sebenarnya setiap orang bisa merasakan efek yang berbeda-beda. Hanya karena iPhone 5s si A boros di iOS 10 bukan berarti semua orang yang menggunakan iPhone 5s harus merasakan hal yang sama.

Setiap perangkat berbeda. Apa yang membedakan satu iPhone dengan yang lainnya?

  1. Kesehatan baterainya.
  2. Daya tahan baterai. Lokasi tempat tinggal pemiliknya.
  3. Kualitas sinyal yang diterima.
  4. Jumlah dan jenis aplikasi yang terinstall.
  5. Fitur-fitur yang aktif pada aplikasi-aplikasi tertentu.
  6. Intensitas penggunaan.
  7. dan konfigurasi yang diterapkan pada perangkat.

Intinya, pada saat selesai upgrade, ada banyak proses penyesuaian yang dikerjakan oleh iOS di latar belakang yang tidak nampak pada pengguna. Proses penyesuaian ini memang kadang bisa diamati langsung oleh pengguna tetapi sebenarnya efek yang terasa itu masih bisa berubah dalam beberapa waktu ke depan sering semakin seringnya perangkat digunakan.

iOS terbaru terasa cepat, smooth, atau responsif di 6 jam pertama setelah diinstall? Mungkin, tapi belum tentu seperti itu terus dua minggu kemudian.

iOS terbaru terasa lambat, patah-patah dan dan aplikasinya sering menutup sendiri? Sabar, jangan langsung komplain di media sosial. Gunakan dulu dengan rutin karena itu mungkin saja hanya efek samping dari OS baru dan masih bisa berubah seiring bertambahnya intensitas pemakaian.