Sebuah petisi menolak dihilangkannya jack 3.5 mm dari iPhone 7 muncul tiba-tiba dan menjadi sangat populer. Targetnya sih lumayan, 250.000 nama.

Not only will this force iPhone users to dole out additional cash to replace their hi-fi headphones, it will singlehandedly create mountains of electronic waste — that likely won’t get recycled.

Sebenarnya persoalan dihilangkannya jack 3.5 mm pada iPhone 7 masih sebatas rumor (untuk saat ini). Tetapi berhubung rumor ini sudah sangat sering muncul di situs-situs besar, maka kemungkinan rumor ini menjadi kenyataan cukup besar, meskipun tidak selalu.

Saya sendiri juga kurang setuju kalau jack 3.5 mm dihilangkan demi kompatibilitasnya dengan headset-headset yang sudah ada. Tapi, sebagai pengguna biasa kita tidak bisa berbuat apa-apa. Saya ragu kalau Apple mau peduli dengan 250.000 orang yang tidak setuju itu. Lagipula Apple sudah sering melakukan ini, dan meskipun selalu diprotes, Apple tetap merilisnya.

Tahun 2015 lalu pada bulan Maret Apple memperkenalkan MacBook terbaru yang desainnya sangat tipis. “Can you see it?” kata Tim Cook sambil senyum-senyum.

Yang revolusioner dari MacBook tersebut bukan hanya desain keyboard-nya atau semata-mata desain tipisnya saja. Tapi baterainya. Apple menemukan cara membuat MacBook menjadi lebih tipis dengan mendesain baterainya berlapis-lapis mengikuti kontur bagian dalam MacBook. Dengan desain seperti itu baterai MacBook bisa menggunakan semua ruangan yang tersedia di dalam chassis. Tapi sayang, karena sebagian besar port harus dikorbankan dan yang tersisa adalah jack 3.5 mm dan port USB tipe C yang posisinya berada pada bagian paling belakang MacBook.

Jadi kalau melihat pengalaman dari MacBook ini, Apple tentu sudah punya rencana untuk menghabisi jack entah tahun ini atau tahun depan. Yang penting, untuk apa? Semoga bukan semata-mata untuk desain tipis saja.