Dear Skype/Microsoft

Using Skype on Linux has been an absolute pain since the Microsoft takeover, but starting from February 22 the Linux client is unable to join calls.

It was a shitty move to not update the client for 3 years, which resulted in this, mostly. It was annoying that you ignored almost every tweet to @SkypeSupport about Issues with Skype For Linux. But it is absolutely disgraceful that you dropped the Linux client BEFORE any alternatives are available and without telling your users.

We do understand that Linux is a competitor of Microsoft’s Windows. But we do not understand why this results in a lack of support for Skype. Linux is actively being used by power users who can not or do not want to use Windows because of a lack of features, and now, those (paying) users who used Skype for both Business and Private purposes are dropped by Skype.

(sumber)

“To conclude, I do not think that the Mint developers deliver professional work”

Sebuah artikel menarik dari LWN.net terkait kasus peretasan yang menimpa Linux Mint (situs dan file ISO)…

Well, Linux Mint is generally very bad when it comes to security and quality.
First of all, they don’t issue any Security Advisories, so their users cannot – unlike users of most other mainstream distributions – quickly lookup whether they are affected by a certain CVE.

Secondly, they are mixing their own binary packages with binary packages from Debian and Ubuntu without rebuilding the latter. This creates something that we in Debian call a “FrankenDebian” which results in system updates becoming unpredictable. With the result, that the Mint developers simply decided to blacklist certain packages from upgrades by default thus putting their users at risk because important security updates may not be installed.

Thirdly, while they import packages from Ubuntu or Debian, they hi-jack package and binary names by re-using existing names. For example, they called their fork of gdm2 “mdm” which supposedly means “Mint Display Manager”. However, the problem is that there already is a package “mdm” in Debian which are “Utilities for single-host parallel shell scripting”. Thus, on Mint, the original “mdm” package cannot be installed..

Wow… saya baru tahu kalau Linux Mint ternyata seperti ini sistemnya (belum pernah pakai lama).

Yang pertama mungkin hanya berpengaruh ke sebagian orang saja yang peduli dengan keamanan, tapi untuk yang kedua dan ketiga… Yang ketiga ini cukup parah, benar-benar bisa ngefek bahkan ke pengguna pemula (sasaran utama Linux Mint).

Tanggapan seorang hacker iOS soal Apple vs FBI

Sebuah artikel menarik dari seorang ahli keamanan mobile yang juga seorang hacker iOS legendaris Will Strafach (@chronic) yang membahas beberapa poin soal perseteruan Apple vs. FBI yang lagi ramai dibicarakan.

3. Although the passcode attempt counter on the iPhone 5c can be handled without much work, the FBI request to allow it to electronically make passcode attempts is a considerable issue. This would specifically require Apple to modify the source code of SpringBoard (which powers the lock screen) to specifically add code that enables this capability, and sign it with the company’s production certificate so that the device will run the code. The reason Apple stresses that this is a “backdoor” in its statement is because the order is specifically requesting that Apple make a modification that serves no purpose other than to weaken iOS security by allowing brute force attempts. As touched upon in point #2, this will look horrible for Apple if it complies.

4. Here’s something pretty vital that no one has mentioned yet: The custom signed RAM disk that the FBI is requesting will not be possible to boot using the regular TSS restore servers, which check the validity of firmware files that are being loaded during each restore.

To allow restoration to a custom firmware, Apple would need to either: (a) make changes to the way its restore server works for this specific case, potentially causing major security concerns if any sort of mistake is made (which could make this an unreasonable / burdensome request, or (b) bring the device onto its internal network and load the firmware using the restore server used internally, since it can be assumed that such an in-house server exists for the purpose of restoring to unreleased firmware versions.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Rumor: Google mungkin akan menghilangkan app drawer pada Android N

Menurut rumor yang beredar, katanya ada kemungkinan Google akan menghilangkan app drawer pada Android N. Dengan begitu nantinya semua aplikasi yang terinstall diakses langsung dari layar utama atau yang mirip dengan Home screen/SpringBoard pada iOS.

Dikutip dari Android Central:

Google is reportedly planning on removing the app drawer from the Android N release. While there is still a long way to go until the public release of Android 7.0 in late 2016, Android Authority has now received word from two separate sources that pre-release Android N builds currently do not include an app drawer.

Sebagai orang yang juga pakai Android, saya senang kalau ini benar-benar terjadi karena saya tidak pernah pakai widget dan saya sudah terbiasa dengan Home screen pada iOS. Mungkin implementasinya akan beda dengan iOS, mungkin yang lebih mirip Now (launcher) sekarang.

iPhontPorter, cara mudah porting font untuk iPhone

Buat yang suka gonta-ganti font di iPhone (jailbreak) kalian, sepertinya makin mudah nih untuk memasang font-font keren. Tinggal cari font yang diinginkan (dan legal) di internet, download, lalu port/konversi lewat iPhontPorter ini.

Syaratnya tentu saja, harus jailbreak (iOS 8 – 9.0.2) dan ada aplikasi BytaFont versi 2 atau 3.

iPhontPorter™ is a website that allows you to automatically port any font to iOS (provided that it is freeware or open-source). We are happy to say that it is the first site of its kind 😊 The process of ‘portation’ is very similar to that explained in the many guides available online except that here it is automated by a back-end program.

Apple merilis iOS 9.2.1 untuk menangani masalah Error 53

Apple akhirnya merilis iOS 9.2.1 versi baru yang membawa perbaikan khusus untuk perangkat-perangkat yang bisa terkena Error 53 ini seperti iPhone 6, 6s, 6 Plus, 6s Plus, iPad mini 3, iPad mini 4, iPad Air 2, dan juga iPad Pro.

Dikutip dari Mac Rumors:

Apple today released an updated version of iOS 9.2.1, which is designed to prevent the “error 53” device-bricking message that some iOS users received after having their iPhones or iPads repaired by third-party services using components not sourced from the original device.

iOS 9.2.1 dengan versi build baru ini tidak tersedia melalui over the air, tetapi hanya bisa didapatkan via iTunes atau download secara manual.

Dampak negatif dari anak yang terlalu cepat diajari command-line

Bermula dari sebuah pertanyaan di Reddit:

So my oldest kid got a raspberry pi recently and I’m working on teaching him to use it. Has anyone here found a good tutorial on bash oriented to a very young user? I’m not sure my ad hoc teaching is getting us anywhere. I’m still looking on my own, but thought I’d ask around in the process.

Akhirnya dijawab seperti ini 😀

Jawabannya seperti bercanda tapi orang-orang yang seperti ini bisa ditemukan di dunia nyata.

“Ubuntu distro untuk pemula saja.”

“iPhone hanya untuk orang malas.”

“iPhone hanya untuk orang gaptek.”

…dsb.

Kenapa perilisan jailbreak butuh waktu yang lama?

Kenapa perilisan jailbreak butuh waktu yang lama?

Banyak orang yang mengira kalau merilis sebuah jailbreak itu semudah membuat sebuah program atau aplikasi sederhana. Tidak seperti itu. Jailbreak juga dirilis bukan berdasarkan semata-mata atas kemauan atau mood si hacker/developer. Ada banyak faktor atau proses yang mempengaruhi waktu rilis (ETA / estimated time of arrival) dari sebuah jailbreak.

Berikut adalah beberapa faktor tersebut.
Continue reading “Kenapa perilisan jailbreak butuh waktu yang lama?”

Kenapa ada hacker yang pamer jailbreak yang mereka buat tapi tidak merilisnya?

Salah satu sumber utama rumor mengenai jailbreak adalah ketika ada seseorang di Twitter yang memperlihatkan perangkat miliknya yang menampilkan Cydia di Home screen. Sebenarnya itu sah-sah saja dilakukan. Memang ada hacker atau tim hacker yang memposting gambar atau video dengan tujuan untuk memberitahukan para jailbreakers/komunitas progres yang telah mereka capai. Tapi ada juga yang memposting gambar/video hanya untuk pamer tanpa niat mempublikasikannya sama sekali.

Ada apa? Kenapa melakukan hal seperti itu?

Saya mengutip kutipan wawancara Jay Freeman (@saurik) dengan TechCruch beberapa tahun yang lalu:

When jailbreak developers and other hackers are teasing their progress on Twitter, they’re sometimes showing off some of those so-called userland bugs in action. Maybe they show Cydia, Freeman’s app store for the jailbreaking community, running on their device. But Freeman clarifies that these teases are often only partial jailbreaks – Cydia is installed, but the apps that let you have all the fun wouldn’t necessarily work. Other times, they’ve used Apple’s own developer tools, which allow Apple’s paying developers to install their own code on the phone. Seeing a device running Cydia, in other words, is not proof that a jailbreak for you, the user, is ready.

Sometimes, however, it is a hint at progress.

Jadi, menurut @saurik, postingan foto/video yang beredar di Twitter (atau media sosial mana saja) itu biasanya hanya sekedar pamer saja, karena sebenarnya jailbreak-nya belum benar-benar sempurna, masih setengah-setengah, dan belum layak untuk dipublikasikan. Cydia mungkin sudah terinstall, tetapi belum tentu Cydia-nya berjalan stabil dengan fitur penuh.

Selain itu, jailbreak yang dikembangkan sendiri oleh si hacker tersebut bisa jadi illegal kalau dipublikasikan kalau seandainya terdapat kode-kode proprietary milik Apple yang digunakan untuk pembuatan jailbreak.

Jadi, walaupun jailbreak-nya tidak dipublikasikan, tetapi setidaknya foto/video yang diupload oleh si hacker itu bisa jadi bukti kalau iOS masih rentan terhadap jailbreak, dan nasib jailbreak belum berhenti sampai di sini. Tinggal celah keamanannya saja yang menunggu untuk ditemukan oleh hacker lain yang mungkin bersedia atau mampu merilisnya ke publik.