Apple iPhone 6 Plus

Kabarnya ada ribuan pengguna iPhone 6 yang melaporkan masalah kalau iPhone 6 miliknya jadi tak bisa dipakai lagi, hali ini dikarenakan sistem operasi terbaru Apple (iOS 9) membuat iPhone yang terdeteksi telah diservis oleh pihak ketiga menjadi disabled atau bricked.

Dikutip dari The Guardian:

Thousands of iPhone 6 users claim they have been left holding almost worthless phones because Apple’s latest operating system permanently disables the handset if it detects that a repair has been carried out by a non-Apple technician.

Blogger Reuben Esparza dari iCracked menuliskan bahwa tidak ada cara yang bisa memperbaiki masalah iPhone yang rusak dikarenakan penggantian tombol Home. iPhone 6 yang menampilkan Error 53 saat direstore tidak bisa diapa-apakan lagi, kecuali ganti baru…

“When pressed for more information about the error, few, if any Apple employees could offer an explanation. There was no part they would replace, no software fix, and no way to access the phone’s memory. The fix was a new iPhone.” It continues: “Though still largely a mystery to most, we now know that error 53 is the result of a hardware failure somewhere within the home button assembly.”

Masalah semacam ini bukan hal baru lagi, mengingat masalah yang berhubungan dengan tombol Home pada iPhone sudah muncul sejak iPhone 5s diperkenalkan. Apple sudah menerangkan bahwa Touch ID yang terdapat pada tombol Home iPhone 5s itu sudah paired alias terhubung dengan prosesor iPhone 5s (secure enclave) sehingga mengganti tombol Home bisa menyebabkan fitur Touch ID tidak berguna lagi.

Namun rupanya Apple telah meningkatkan fitur keamanan yang membuat pendeteksian tombol Home menjadi semakin ketat.

Menurut juru bicara Apple kepada The Guardian, iOS 9 mengecek Touch ID dan secure enclave ini dan memvalidasi ulang keduanya saat proses restore berlangsung. Validasi ini berguna untuk memastikan kalau Touch ID yang terpasang adalah asli buatan Apple, bukan alat pembaca sidik jari palsu yang bisa saja mencuri data-data penting pengguna. Ketika terdeteksi kalau Touch ID yang terpasang bukan lagi asli, maka Touch ID dan Apple Pay menjadi tidak dapat digunakan, begitupun dengan perangkatnya itu sendiri.

A spokeswoman for Apple told Money (get ready for a jargon overload): “We protect fingerprint data using a secure enclave, which is uniquely paired to the touch ID sensor. When iPhone is serviced by an authorised Apple service provider or Apple retail store for changes that affect the touch ID sensor, the pairing is re-validated. This check ensures the device and the iOS features related to touch ID remain secure. Without this unique pairing, a malicious touch ID sensor could be substituted, thereby gaining access to the secure enclave. When iOS detects that the pairing fails, touch ID, including Apple Pay, is disabled so the device remains secure.”

Menurut saya ini jelas bukan salah iOS 9. iOS 9 hanya mengerjakan perintah yaitu meningkatkan keamanan pada iPhone. Sensor sidik jari adalah komponen yang penting dan merupakan fitur/perangkat keamanan yang sudah built-in pada iPhone, jadi wajar saja kalau sensor sidik jari atau Touch ID ini tidak bisa diganti-ganti dengan bebas oleh siapa saja.

Tapi ada juga yang beranggapan kalau Apple tidak seharusnya membuat iOS 9 menonaktifkan iPhone secara keseluruhan ketika Touch ID yang terpasang terdeteksi bukan original. Mungkin cukup dengan menonaktifkan fitur Touch ID itu saja seperti yang biasa terjadi pada iPhone 5s, bukan keseluruhan iPhone (Error 53).

Atau bisa juga, Apple memberi informasi semacam notifikasi pada layar iPhone ketika proses restore belangsung. Pesannya bisa berupa “iPhone/perangkat ini telah dimodifikasi, untuk alasan keamanan fitur Touch ID dan Apple Pay dinonaktifkan. Harap masukkan PIN/passcode”. Mirip ketika iPhone dihubungkan dengan aksesoris yang tidak mendukung.

Jadi, bagaimana menurut Anda. Apakah adil kalau Apple mematikan perangkat Anda hanya karena tombol Home yang diganti?