iPhone SE

Ada teori menarik soal iPhone SE dan nasibnya.

Pertama, namanya iPhone SE. Bukan iPhone 6C, bukan 6S mini, bukan pula iPhone 5 SE, tapi iPhone SE. Dengan tidak memiliki seri/angka layaknya model iPhone lainnya, iPhone rilis ini terkesan seperti produk sekali rilis, alias “edisi spesial” kalau Anda mau sebut begitu.

Spesifikasi iPhone ini terbilang gila, peningkatannya signifikan untuk sebuah iPhone yang modelnya sama dengan iPhone yang dirilis empat tahun lalu. iPhone SE ini bahkan mengalahkan spesifikasi iPhone 6. Itu artinya iPhone SE ini memang dipersiapkan untuk menandingi atau bahkan melewati masa pakai iPhone 6. Dengan memberikan power yang cukup, iPhone “edisi spesial” ini akan bisa bertahan untuk beberapa tahun ke depan, tanpa pembaruan. Future proofing.

Kalau dipikir-pikir, untuk apa sih iPhone SE diberikan umur panjang? Rumornya sih, untuk membantu transisi ke model berikutnya. Banyak yang setuju kalau iPhone 5 adalah smartphone Apple dengan desain paling mewah, paling premium. Saya pun setuju. Jadi, masuk akal kalau untuk menciptakan sebuah model yang dipersiapkan untuk tujuan khusus Apple memilih model yang paling disukai orang-orang.

Apa tujuan khususnya? Mungkin, dengan iPhone 8 atau 9 nanti Apple akan menghilangkan bezel yang lebar itu (atau bahkan menghilangkan tombol Home) dan membuat iPhone 4.7″ yang lebih compact dan ergonomis, hingga mendekati ukuran dimensi iPhone SE sekarang ini tapi dengan layar yang lebih besar. Dan ketika itu terjadi, Apple akan menghentikan produksi atau penjualan iPhone SE karena tujuannya sudah tercapai.

Intinya, iPhone SE hanya bertindak layaknya jaket penyelamat. Membuat para penyuka iPhone layar kecil senang, yang suka spec tinggi senang, membuat para pengguna Android melirik iPhone dan membuat iPhone lebih terjangkau sampai Apple berhasil membuat iPhone “besar” pada bodi yang kecil.