“Windows’ last hope”

Oleh Julia Martin dari Inferse:

[ARC] is an interesting take on a concept that Microsoft has similarly been working on for Windows 10 for phones. Google though, with their ARC tools essentially allow for this to happen with Android apps – unofficially beating Microsoft to the punch.

Sepertinya Windows Phone akan bernasib sama dengan BlackBerry. Sedikit aplikasi karena sepi pengguna, sepi pengguna karena sedikit aplikasi. Akhirnya, meminta pertolongan ke platform lain; sideloading aplikasi Android.

Merasakan Android di iPhone dengan Andrios

Andrios adalah sebuah tweak (themes?) buatan dua orang developer tweak; @ImBrandDev dan @logandev22, yang dibuat khusus untuk para pengguna iDevices yang suka customize alias mengubah-ubah tampilan.

Dari namanya saja sudah bisa ditebak, AndriOS akan mengubah tampilan iOS pada iPhone Anda menjadi seperti Android 5.0 Lollipop.

An Android Experience for iOS.”

Andrios Preview

Menurut saya Andrios ini cukup keren juga. Tampilannya memang mirip dengan Lollipop, dengan beberapa elemen Android yang diporting ke iOS. Ada widget Google Search, Action Bar (tombol back, home dan recent app), volume slider, power menu, sampai dengan Control Center yang dibuat menyerupai dengan Notification Center di Android. Plus, navbar cerah penuh warna a la Material Design.

Menurut developernya tweak yang tidak-mungkin-gratis ini akan bisa didapatkan di Cydia seharga sekitar $3 – $4. Bagi yang memang suka mengutak-atik themes di iOS saya rasa Andrios ini layak dicoba karena selain tampilan ada fitur-fitur lain yang mendukungnya.

Microsoft mematenkan “GRUB mobile”?

Microsoft punya paten yang memungkinkan pengguna untuk melakukan booting langsung ke sistem operasi atau “mode” tertentu yang dipilih atau diperlukan oleh pengguna. Pengguna bisa booting ke sistem yang terpisah dengan full OS, khusus untuk fitur tertentu saja.

Dikutip dari Neowin:

United States Patent number 9,003,173 was awarded to Microsoft two days ago, being titled “Multi-OS (operating system) boot via mobile device”. In it, Microsoft engineers and lawyers describe a way of using multiple operating systems to provide different functionality on mobile devices.

The “innovation”, as it’s described in the patent, allows a user or the device to select the OS necessary to perform certain tasks, or offer limited functionality faster. For example, instead of booting into full Windows, a handset may first boot into a lite OS that allows users to quickly dial an emergency number, instead on having to wait for the complete operating system to load.

Contoh paling nyata untuk perangkat yang memiliki kemampuan yang mirip seperti (paten) ini adalah Galaxy Camera dari Samsung. Saat pertama kali dihidupkan Galaxy Camera akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan kamera lainnya sebelum bisa dipakai untuk mengambil gambar. Ini karena sistem operasi (Android) yang harus dijalankan terlebih dahulu. Tetapi begitu perangkatnya sudah nyala, mode kamera akan lebih cepat diakses dari kondisi stand by.

“Ubuntu’s future is more exciting than space travel”

Kutipan interview Mark Shuttleworth (via The Next Web):

Space is amazing, I kept up with a lot of folks that I got to know, I love it when they fly, I would love to be up there with them because it’s a great environment. But low-earth orbit, been there; space station, been there; Soyuz, trained on that. I really want to go again, but I want to go again when we’re going deeper, going further.

Serasa hiperbola Mark, meskipun kau sudah punya pengalaman melakukan perjalanan ke ruang angkasa sebelumnya.

“We want a more perfect product”

Dari The Wall Street Journal:

Samsung isn’t sitting still. In an interview, Young-hee Lee, an executive vice president who oversees Samsung’s mobile marketing efforts, says that the company is “working on it,” with an eye on what she called product “perfection.”

“We’ve been introducing more devices than anybody else,” she says matter-of-factly. “It’s time for us to pause.”

Lee added: “We want a more perfect product.”

Terjemahan: Samsung ingin mempelajari Digital Crown, Taptic Engine, Force Touch, dan mendesain ulang “Watch OS” versinya sendiri. Mungkin juga merekrut orang yang lebih ngerti fashion.

Yeah.. “pause” sampai minggu depan.

“LG G4 To Be Radically Different”

Dikutip dari G 4 Games:

In a recent interview, LG Electronics’ mobile chief, Cho Juno, revealed the company’s philosophy behind the creation of the LG G4. According to his statement, the LG G4 will be radically different than the G3, on both the inside as well as the outside.

To begin with, the smartphone could feature a metal body as opposed to one made of polycarbonate.

Ahem.. menurut saya ini adalah kode dari “no more removable battery” atau “no more microSD card”.

Smart move by Samsung

Ganti casing plastik yang membuat kesan murah dengan kaca. Premium-feeling FTW!

Buat supaya baterainya susah dilepas. Biar bisa lebih tipis.

Hilangkan slot microSD, yang bisa bikin masalah dan sistem lambat.

Pasang sensor sidik jari pada tombol home. Swipe? Nope, touch-based lah!

Something-something Pay!
Continue reading “Smart move by Samsung”

The Sixes

Dan Seifert dari The Verge:

It’s easy to see where Samsung took its inspiration for the Galaxy S6 and S6 Edge: the design is strikingly similar to the iPhone 6 in many places, and the features that Samsung did focus its efforts on are all things the iPhone has had for years. Look at the S6 from certain angles and you’d immediately think it’s an iPhone.

Continue reading “The Sixes”