Si Pencil yang butuh di-charge

iPad Pro

Si stylus Pencil ternyata punya baterai tersendiri di dalamnya yang artinya si Pencil harus di-charge juga.

Tapi kalau lagi di-charge, Pencil-nya tidak bisa digunakan sama sekali. Apa Apple mau berbaik hati menyediakan kabel extension (20/30 cm) biar Pencil-nya bisa tetap digunakan sambil nge-charge ke iPad Pro ya? Siapa tahu saja 😀

Why Apple made the stylus

Dikutip dari The Verge:

Apple knows that capacitive allows for better finger input; it’s why Jobs tossed the idea of a stylus for the iPhone to the wayside in the first place.

But now, the Pencil is an option for those who want to use the iPad Pro as if it were a sheet a paper and the stylus as if it were — wait for it — a real pencil.

Oh okay. Bukan stylus, tapi pencil.

iPad Pro /s

Apple Pencil
Via The Verge.

Apa Apple baru saja memperkenalkan sebuah notebook berlayar sentuh?

Bukan, itu bukan notebook berlayar sentuh seperti yang dimaksud Steve Jobs dulu, yang katanya kalau lama dipakai bisa bikin tangan capek dan sakit. Itu cuma iPad biasa kok, yang layarnya agak besar dan memang kebetulan mirip notebook kalau (smart) keyboard-nya lagi dipasang.

Apa Apple baru saja memperkenalkan stylus?

iPhone stylus

Ah, bukan.. Itu bukan stylus. Memang sih dulu waktu memperkenalkan iPhone pertama Steve Jobs sempat bilang kalau “siapa yang butuh stylus?”. Tapi yang dirilis Apple itu bukan stylus kok, tapi Apple Pencil.

Kan sama saja stylus sama pencil?

Hampir sama sih sebenarnya, hanya saja waktu Steve Jobs dulu memperkenalkan iPhone dan bilang “siapa yang butuh stylus” itu Steve Jobs menegaskan bahwa iPhone sudah meninggalkan stylus sebagai alat input utama dan beralih ke alat input yang terbaik yang tidak gampang hilang, yaitu jari. Sedangkan pada kasus iPad Pro, Apple Pencil hanya bersifat sebagai aksesoris yang hanya berfungsi ketika benar-benar dibutuhkan, misalnya menggambar, menulis, dan kegiatan-kegiatan semacam itu, bukan sebagai alat input utama.

Tapi boleh kan kalau nyebutnya “stylus” aja?

Terserah.