WordPress client untuk Linux dirilis

Bagi Anda blogger WordPress yang kebetulan menggunakan distro Linux sebagai sistem operasi utama/sehari-hari, ada kabar baik nih. Aplikasi desktop WordPress untuk Linux baru saja dirilis 🙂

Aplikasi desktop ini selain untuk mengelola blog WordPress.com (free) juga bisa untuk mengelola blog yang dihosting sendiri (WordPress.org), seperti Appbuntu.com ini 🙂

Buat yang mau coba silakan download aplikasinya di halaman ini.

Happy blogging!

Jailbreak starter kit

Untuk memfasilitasi pengguna iDevice baru atau pengguna lama yang baru saja melakukan jailbreak dan belum tahu apa yang harus dilakukan setelah itu, saya membuat sebuah halaman khusus “Jailbreak Starter Kit” yang memberikan daftar aplikasi dan tweak Cydia dari berbagai kategori.

Halaman tersebut ditujukan bagi pemula yang belum punya rencana atau belum tahu apa saja yang bisa dilakukan dengan jailbreak. Siapapun bisa memberi masukan atau menambahkan tweak terbaru yang mungkin bisa berguna dan disukai orang lain.

Silakan dicek di http://appbuntu.com/jailbreak/start/ 🙂

Served by a Raspberry Pi

Raspberry Pi

Yesterday I switched the primary source of my blog to Kaho, my Raspberry Pi behind a broadband connection.

Mengetahui mesin sekecil itu bisa menjalankan sebuah blog dan dikunjungi oleh ribuan orang dari seluruh dunia membuat saya cukup terkesan. Mungkin cuma saya sih, soalnya sudah ada beberapa teman saya yang punya Raspberry Pi, dan “menjalankan blog” mungkin terlalu sepele buat mereka.

Saya pikir saya akan mulai menabung buat beli Raspberry Pi terbaru, dan menamakannya… Kaho :*.

Stop Not Linking

Marco Arment:

The most ethically and professionally sound practice when you have little value to add to the source story is the linked-list approach. Give a teaser quote and a prominent link. Make it clear that you didn’t write the target article, there’s more to be read there, and here’s how to get to it.

Don’t replace it. Send your readers there.

If you’re truly providing value, you should have the confidence to send your audience away, knowing that they’ll come back to you. If that’s not the case, don’t bother publishing.

Yeah, silakan baca Appbuntu Link Post.

Don’t Be A Free User

Pinboard Blog:

What if a little site you love doesn’t have a business model? Yell at the developers! Explain that you are tired of good projects folding and are willing to pay cash American dollar to prevent that from happening. It doesn’t take prohibitive per-user revenue to put a project in the black. It just requires a number greater than zero.

I love free software and could not have built my site without it. But free web services are not like free software. If your free software project suddenly gets popular, you gain resources: testers, developers and people willing to pitch in. If your free website takes off, you lose resources. Your time is spent firefighting and your money all goes to the nice people at Linode.

Like a service? Make them charge you or show you ads. If they won’t do it, clone them and do it yourself. Soon you’ll be the only game in town!

Disqus 2012

Beberapa hari yang lalu saya menerima undangan dari Disqus untuk mencoba “Disqus 2012”, yaitu nickname dari versi terbaru Disqus, layanan sistem komentar yang digunakan di blog ini sejak berdiri.

Disqus 2012 saat ini masih tahap beta, dan hanya website/blog yang aktif saja yang diundang untuk mencobanya. Syukurlah, dengan rata-rata 10 komentar perhari Appbuntu bisa langsung diterima untuk mencoba Disqus 2012.

Salah satu fitur yang saya tunggu-tunggu di Disqus dan sudah tersedia di Disqus 2012 adalah komentar yang terupdate secara realtime. Artinya, komentar yang masuk akan langsung muncul tanpa harus melakukan refresh halaman. Fitur lain yang cukup penting adalah kita bisa membagikan (share) setiap komentar yang ada di blog ini, baik itu ke Twitter ataupun Facebook. Sehingga setiap jawaban atau pertanyaan bisa dibagikan ke orang lain, tanpa harus membagi postingan secara utuh.

Disqus 2012 ini tidak permanen, artinya setiap pemilik blog tetap bisa mengembalikannya ke versi lama. Jadi, jika Anda punya masalah dengan sistem komentar di blog ini silakan hubungi saya langsung, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk mengembalikan Disqus ke versi lama.

Thanks.

Appbuntu Link Post

Hellooo folks! Beberapa terakhir ini ada sedikit perubahan yang terjadi pada blog ini. Yang sering berkunjung pasti sudah tahu apa itu, yaitu link post.

Sebelum saya memulai bercerita ke inti permasalahan, saya ingin mengulas kembali tentang weblog, atau yang kita sudah kenal dengan nama “blog”.

Sekilas tentang weblog

Istilah weblog pertama kali diciptakan oleh seorang yang bernama Jorn Barger pada situs webnya yang bernama “Robot Wisdom” pada bulan Desember 1997. Situs web milik Jorn ini berisi link-link yang dia kumpulkan setiap kali dia menemukan sebuah situs web dengan postingan yang bagus pada saat berkeliling di dunia maya. Dari sinilah istilah weblog (web + log) terlahir. Weblog atau yang disingkat dengan blog adalah sebuah catatan harian dari si pemilik blog.
Continue reading “Appbuntu Link Post”

Self expression

Matt Alexander:

Producing a weblog – whether you choose to contribute substantive content of your own or not – is not a matter of competition, but of self-expression. In sharing even the most barren list of links, you assemble an online persona emblematic of your true personality. Sharing in such a fashion lends weight to one item of news, writing, or media over another. Embossing articles you find to be compelling, in turn, engenders invaluable discussion, context, and discourse.

Saya setuju. Apapun yang ingin Anda tulis, tulislah di blog Anda sendiri. Expresikan diri Anda. Earn your voice.

Earn your voice

MG Siegler:

Let’s be totally honest here: anyone worthwhile leaving a comment should do so on their own blog. Very few read blog comments anyway. I’m sorry, but it’s true. Commenting is a facade. It makes you think you have a voice. You don’t. Get your own blog and write how you really feel on your own site.

Earn your voice.

Get your own blog and write how you really feel on your own site. Nice.

Via Matt Gemmel.