Journey with Linux

Ubuntu 14.04 LTS Trusty
Ubuntu 14.04 LTS Trusty

Saya baru saja membaca sebuah artikel di Engadget, dan tersadar betapa mudahnya GNU/Linux jaman sekarang, khususnya distro yang saya gunakan, Ubuntu.

Sebagai seorang pengguna GNU/Linux sejak tahun 2009, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada para veteran GNU/Linux, kepada orang-orang yang menggunakan GNU/Linux di masa sebelum saya meskipun waktu itu dukungan hardware sangat susah, aplikasi minim, banyak bug, dan masalah-masalah lainnya. Mereka-mereka inilah orang yang berperan besar membawa GNU/Linux ke era yang lebih baik, terutama dukungan hardware dan software yang semakin bertambah.

Mungkin “it just works” tidak berlaku untuk semua orang, tapi setidaknya itulah pengalaman saya selama menggunakan Ubuntu beberapa tahun belakangan ini. Sekali lagi, thanks buat kakak-kakak dan om-om yang sudah duluan pakai GNU/Linux.

Antivirus is dead

Mengenai pernyataan Brian Dye (Senior VP Symantec) soal antivirus baru-baru ini (“era antivirus sudah tamat“), ini tanggapan Alan Solomon melalui blognya:

I stopped using an antivirus a long time ago, because I couldn’t see how it could work in a world where you would need daily updates,…

Instead, I switched to Linux. There doesn’t seem to be much malware for Linux. I don’t know why. Some say it’s because Linux’s security is better, some say it’s because fewer people use it. I’m not really bothered.

Untungnya, saya sudah mengikuti jejak master Alan ini. Sejak itu saya sudah tidak peduli/takut lagi saat mencolok USB flashdisk sembarangan ke laptop saya atau mendownload software apapun.

Ubuntu 14.10 diberi nama “Utopic Unicorn”

Unicorn

Mark Shuttleworth resmi mengumumkan nama/codename dari Ubuntu versi berikutnya, yaitu Ubuntu 14.10 Utopic Unicorn.

Dari blog Mark Shuttleworth:

…let’s make something amazing. Something unified and upright, something about which we can be universally proud. And since we’re getting that once-every-two-years chance to make fresh starts and dream unconstrained dreams about what the future should look like, we may as well go all out and give it a dreamlike name. Let’s get going on the utopic unicorn.

Seperti yang Anda tahu, penamaan rilis Ubuntu diambil dari kata sifat + nama hewan. Tapi kali ini agak berbeda dari yang sebelum-sebelumnya karena Unicorn sendiri adalah hewan legenda yang belum pernah dijumpai langsung sosok aslinya. Tapi tak apa deh, terserah Mark Shuttleworth mau menamakannya apa, atau apapun itu maskotnya, karena sejujurnya ini nama/codename Ubuntu yang paling saya sukai 😀 Dan semoga di versi ini Ubuntu akan menjadi “legenda”.

Saya jadi penasaran logo maskot atau artwork Ubuntu Utopic Unicorn (UUU) ini akan seperti apa nantinya. Yang jelas ada kuda yang bertanduk, tetapi tidak se-cute gambar di atas pastinya 😀

Selamat datang di GNU/Linux

“Ayo pakai Linux”, “Ayo pakai Ubuntu”, “Ayo pakai Lubuntu, gampang kok, mirip Windows tampilannya”.

Rata-rata pengguna Linux yang mengajak pengguna Windows untuk mencoba Linux akan berkata seperti itu, kurang lebih. Mengajak orang menggunakan Linux dengan iming-iming kemudahan plus tampilan yang dimirip-miripkan dengan Windows (biasanya XP) agar pengguna merasa lebih familiar.
Continue reading “Selamat datang di GNU/Linux”

The year of the Linux ATM!

Beberapa perusahaan sedang mempertimbangkan penggunaan Linux sebagai alternatif dari Windows XP yang akan segera berakhir masa dukungannya (EOL).

Dikutip dari Computerworld:

Gray Taylor, executive director of the Petroleum Convenience Alliance for Technology Standards (PCATS), said that almost 30% of installed point of sale systems at convenience stores and petroleum retailers already are Linux-based.

“It makes sense to move to a bespoke, but open, platform like Linux — even from a data security sense,” Taylor said. “Microsoft’s Achilles heel is data security.”

Bukan cuma aman saja, tapi juga lebih murah dengan pakai Linux. Linux bisa menggantikan Windows XP pada hardware yang lama itu (software baru hardware lama), tetapi untuk mengganti Windows XP ke versi terbaru (upgrade) dibutuhkan upgrade hardware juga (software baru hardware baru).
Continue reading “The year of the Linux ATM!”

Belajar command line dengan explainshell

explainshell.com

Explainshell adalah sebuah program berbasis web (open source) yang bisa membantu Anda lebih mudah belajar command line, khususnya bagi Anda pengguna GNU/Linux.

Explainshell akan memecah atau mengekstrak setiap perintah atau opsi yang diberikan, mencocokkan man dari perintah yang dimasukkan kemudian memberikan penjelasan dari perintah tersebut.

Contohnya, masukkan perintah tar xzvf archive.tar.gz, maka Anda akan diberikan hasil seperti yang ada pada gambar di atas. Cukup mudah dimengerti bukan 🙂

fsck dulu bernama…

Yang menggunakan GNU/Linux mungkin pernah mendengar nama program fsck, atau “filesystem check” yang berguna untuk memeriksa dan/atau memperbaiki file system (UNIX). Tapi tahukah Anda, ternyata dulu itu namanya bukan “fsck” seperti sekarang ini, tetapi…

Dennis Ritchie: “So fsck was originally called something else”
Question: “What was it called?”
Dennis Ritchie: “Well, the second letter was different”

Yep, menurut Dennis Ritchie, namanya dulu hampir sama dengan yang sekarang, kecuali huruf kedua, yang artinya… F-word 😀