“Most alcohol is a workaround”

Ini pendapat Gabe Newell tentang Wine (emphasis mine):

WINE is definitely a useful tool for some things, but we’re taking what we think is a more sustainable position by asking game developers to support Linux and SteamOS natively, for current and future titles. We think this is mostly what gamers want, too. It puts more power into the hands of developers and will result in better quality games in the end.

Thanks Gabe, cukup melegakan membacanya.

BTW, yeah, WINE is not a solution, it’s a workaround 😉

.dotfile yang tersembunyi di Linux ternyata adalah hasil dari bug

Dotfiles
Dotfiles pada direktori Linux.

Anda pengguna distro Linux atau OS X? Pasti tahu kalau beberapa file atau direktori/folder tidak muncul secara default dari Finder atau Nautilus, dsb. Ini karena file-file yang tersembunyi tersebut namanya diawali dengan titik.

Mengapa semua file atau direktori yang namanya diawali dengan titik akan tersembunyi?

Dotfile atau file-file yang namanya diawali dengan titik (contoh gambar di atas, terkecuali . dan .. teratas) ternyata adalah hasil dari bug yang terjadi pada masa-masa awal UNIX dikembangkan.
Continue reading “.dotfile yang tersembunyi di Linux ternyata adalah hasil dari bug”

Cara berkontribusi ke dunia Linux/FOSS meski bukan seorang programmer

elementary OS developer page

Saya sudah menggunakan elementary OS sejak 6 bulan yang lalu dan ini adalah distro Linux pertama saya, jadi bisa dibilang kalau saya ini adalah pendatang baru di dunia Linux. Tapi saya suka dengan Linux dan filosofi FOSS nya. Saya sangat ingin membantu atau berkontribusi, tetapi sayangnya saya ini bukan seorang programmer. Bagaimana caranya?

Well, kalau Anda keinginan dan pada situasi yang sama, Anda tidak sendiri. Meskipun Anda punya keterbatasan pada bidang pemrograman, baik itu hanya tahu sedikit atau tidak sama sekali, Anda masih punya kesempatan untuk berkontribusi pada dunia Linux/FOSS atau open source.

Bagaimana caranya?
Continue reading “Cara berkontribusi ke dunia Linux/FOSS meski bukan seorang programmer”

“Android not designed to be safe”

Mengenai malware pada Android, inilah tanggapan dari Sundar Pichai (bos Android) yang sangat jujur:

Dikutip dari 9to5 Mac:

We cannot guarantee that Android is designed to be safe, the format was designed to give more freedom. When people talk about 90% of malware for Android, they must of course take into account the fact that it is the most popular operating system in the world. If I had a company dedicated to malware, I would also be addressing my attacks on Android.

Hmm… mungkin sedikit off-topic, tapi saya tidak tahan untuk tidak menulisnya…

Siapapun yang pernah pakai GNU/Linux pasti pernah dengar tanggapan dari pengguna Windows soal virus/malware yang bunyinya kira-kira seperti ini:

“Windows lebih populer dan penggunanya lebih banyak, makanya virus lebih sedikit di Linux.”

Senada?

Thanks Gruber 😉

Perbedaan “Unmount”, “Eject”, “Safely Remove Drive”

Update:
Diperbarui per-rilis Ubuntu 14.04 LTS.

Setelah Anda selesai menggunakan USB flashdisk atau harddisk (HD) external Anda di Ubuntu (atau pada dasarnya di komputer), tentunya Anda tidak bisa langsung mencabutnya dari port USB-nya. Cara yang benar adalah dengan mengikuti prosedur pemutusan hubungan dari sisi software/sistem operasinya terlebih dahulu sebelum memutuskan hubungan dari sisi hardware.

Untuk melepaskan media storage/drive (USB flashdisk/HD) khususnya di Ubuntu biasanya ada pilihan “Unmount”, “Eject”, “Safely Remove Drive”.

Sebenarnya apa saja fungsi dari tiap-tiap menu tersebut, dan kapan akan digunakan?
Continue reading “Perbedaan “Unmount”, “Eject”, “Safely Remove Drive””

Mau memindahkan posisi launcher Unity di Ubuntu?

Unity Dash
Dash pada Ubuntu 13.04.

Tampilan desktop Ubuntu mulai sejak Ubuntu 11.04 memang lain daripada desktop Ubuntu sebelum-sebelumnya. Perbedaan yang paling utama dan yang mencolok adalah keberadaan sebuah sidebar atau yang disebut dengan launcher di sebelah kiri desktop dan hilangnya panel bawah yang biasanya ditemui pada desktop GNOME pada umumnya.

Sebenarnya penggunaan launcher seperti ini bukan pertama kalinya pada Ubuntu 11.04, karena di Ubuntu 10.10 Netbook Edition pun menggunakan tampilan serupa. Namun karena tidak semua orang pernah memakai versi netbooknya makanya masih sedikit orang yang tahu. Barulah sejak Ubuntu 11.04 dirilis, penggunaan launcher Unity dijadikan default dan Ubuntu versi netbook dihilangkan agar semua komputer desktop, notebook dan netbook mempunyai tampilan antarmuka yang sama.

Tapi, dari beberapa orang yang mencoba mungkin ada yang kurang suka dengan penerapan launcher ini, lalu kemudian berniat memindahkannya ke posisi lain, misalnya ke bawah. Jika Anda salah satu orang yang berniat untuk mengubah posisi launcher Unity, Anda mungkin harus bersabar, karena untuk saat ini hal itu tidak bisa dilakukan. Ya, kita tidak/belum bisa memindahkan launcher Unity ini ke posisi yang kita inginkan dan memang tidak ada rencana developer untuk membuat fitur itu.
Continue reading “Mau memindahkan posisi launcher Unity di Ubuntu?”

5 Hal penting yang perlu diketahui para pemula distro Linux

Windows != Linux

Jika Anda adalah orang yang baru saja berpindah ke GNU/Linux dari Windows, ada hal-hal penting yang harus Anda ketahui tentang GNU/Linux karena lingkungan di Windows sangat berbeda dengan GNU/Linux. Karena itu, kita perlu mempelajari perbedaan yang ada agar kita bisa menggunakan GNU/Linux secara efektif.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh setiap pemula di GNU/Linux (distro Linux):
Continue reading “5 Hal penting yang perlu diketahui para pemula distro Linux”