Fragmentasi iPad

iPad Pro 9.7 inci yang baru saja diperkenalkan itu ternyata RAM-nya hanya 2GB saja, lebih rendah dibanding iPad Pro 12.7 inci (4GB).

Dikutip dari ArsTechnica:

For the iPad Pro, the consequences could be more far reaching, just because developers are going to be able to do things with 4GB of RAM that just won’t fit into 2GB of RAM. And Apple has occasionally stopped supporting certain devices because of RAM limitations rather than raw performance limitations—the original iPad had 256MB of RAM and didn’t get either iOS 6 or iOS 7, while the 512MB iPhone 4 with the same A4 chip got both updates. It’s going to be fine for now (many actively supported iPads still have 1GB or even 512MB of RAM), but it could one day be a problem nevertheless.

Si Pencil yang butuh di-charge

iPad Pro

Si stylus Pencil ternyata punya baterai tersendiri di dalamnya yang artinya si Pencil harus di-charge juga.

Tapi kalau lagi di-charge, Pencil-nya tidak bisa digunakan sama sekali. Apa Apple mau berbaik hati menyediakan kabel extension (20/30 cm) biar Pencil-nya bisa tetap digunakan sambil nge-charge ke iPad Pro ya? Siapa tahu saja đŸ˜€

iPad Pro /s

Apple Pencil
Via The Verge.

Apa Apple baru saja memperkenalkan sebuah notebook berlayar sentuh?

Bukan, itu bukan notebook berlayar sentuh seperti yang dimaksud Steve Jobs dulu, yang katanya kalau lama dipakai bisa bikin tangan capek dan sakit. Itu cuma iPad biasa kok, yang layarnya agak besar dan memang kebetulan mirip notebook kalau (smart) keyboard-nya lagi dipasang.

Apa Apple baru saja memperkenalkan stylus?

iPhone stylus

Ah, bukan.. Itu bukan stylus. Memang sih dulu waktu memperkenalkan iPhone pertama Steve Jobs sempat bilang kalau “siapa yang butuh stylus?”. Tapi yang dirilis Apple itu bukan stylus kok, tapi Apple Pencil.

Kan sama saja stylus sama pencil?

Hampir sama sih sebenarnya, hanya saja waktu Steve Jobs dulu memperkenalkan iPhone dan bilang “siapa yang butuh stylus” itu Steve Jobs menegaskan bahwa iPhone sudah meninggalkan stylus sebagai alat input utama dan beralih ke alat input yang terbaik yang tidak gampang hilang, yaitu jari. Sedangkan pada kasus iPad Pro, Apple Pencil hanya bersifat sebagai aksesoris yang hanya berfungsi ketika benar-benar dibutuhkan, misalnya menggambar, menulis, dan kegiatan-kegiatan semacam itu, bukan sebagai alat input utama.

Tapi boleh kan kalau nyebutnya “stylus” aja?

Terserah.

iPad Pro

Phil Schiller saat memperkenalkan iPad Pro:

“Why make a bigger display? It’s a magical piece of glass that lets you touch the software. It can do things that a smartphone can’t do, because it doesn’t have to fit in your pocket, and it can do things a laptop can’t do because you can hold it all day.”

Bagian “Pro” dari iPad Pro ini adalah…

  • Layarnya lebar, 12,9 inci, bisa di-split.
  • Pakai prosesor A9X, 1,8 kali lebih cepat dibanding prosesor sebelumnya.
  • CPU-nya 80% lebih cepat dibanding PC portable yang dirilis setahun belakangan ini. Dan secara grafis (GPU), 90% lebih baik.
  • Ada Smart Keyboard dan juga Apple Pencil (opsional).