Update OTA dari koneksi iPhone itu sendiri

Setiap pengguna iPhone (atau iPad) mungkin sudah tahu kalau ingin melakukan update perangkat lunak over-the-air (OTA), (atau ingin mendownload aplikasi berukuran besar) dibutuhkan koneksi wi-fi. Ini karena iOS tidak mengijinkan pengguna melakukan update OTA langsung melalui jaringan seluler. Tapi yang jadi masalah bagi sebagian pengguna adalah terkadang jaringan seluler adalah satu-satunya sumber koneksi internet karena tidak semua orang punya akses wi-fi.

Masalah ini bisa diakali, tanpa jailbreak tentunya, tetapi sedikit repot mungkin karena hanya bisa dilakukan kalau ada komputer Mac (atau PC).

Jadi, mungkin ada yang sudah pernah coba atau sudah tahu sebelumnya kalau triknya adalah membuat koneksi internet wi-fi dari laptop yang sumbernya dari koneksi seluler dari iPhone. Alias, looping.
Continue reading “Update OTA dari koneksi iPhone itu sendiri”

Multiple tweaks?

Biasanya, aplikasi tidak diimplementasikan sebagai sebuah modul tunggal karena sistem operasi telah menyediakan library yang sudah memenuhi sebagaian besar kebutuhan dasar dari sebuah aplikasi. Untuk mengembangkan sebuah aplikasi, seorang programmer menghubungkan kode-kode buatan mereka terhadap sebuah library untuk mendapatkan sebuah fitur dasar. Namun, proses menghubungkan ke sebuah library tersebut menghasilkan sebuah file executable yang besar dan mengkonsumsi banyak sumber daya (baca: memori).

Salah satu cara untuk mengurangi ukuran file (executable) dan penggunaan memori adalah dengan mengurangi jumlah kode-kode yang dimuat sewaktu peluncuran aplikasi. Dan Dynamic Library mengatasi kebutuhan ini, kode-kode bisa dimuat hanya ketika dibutuhkan, yaitu sewaktu peluncuran aplikasi maupun selama aplikasi berjalan (runtime).
Continue reading “Multiple tweaks?”

Application Menu: Ubuntu vs. OS X

elementary OS Luna
elementary OS Luna (Ubuntu 12.04.1 LTS)

Kebanyakan orang yang saat baru pertama kali melihat tampilan Ubuntu (Unity) langsung mengatakan kalau tampilannya mirip dengan Mac (OS X), kalau yang lebih awam bilang “mirip Apple”, LOL.

Secara sekilas, yang mereka maksud itu adalah Global menu alias menu bar memang mirip dengan panelnya OS X.

Beberapa komponen interface di Ubuntu memang mirip dengan OS X, dan beberapa lainnya lebih mirip Windows. Namun tujuan utama Canonical adalah bukan membuat Ubuntu mirip OS lain, melainkan membuat Ubuntu lebih baik dari OS lainnya.

Continue reading “Application Menu: Ubuntu vs. OS X”

Rounded corners everywhere!

Bill Atkinson adalah orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja dirumah, tetapi ketika ia berhasil membuat sebuah kemajuan yang signifikan, ia akan segera ke Apple untuk memamerkannya kepada siapapun yang kira-kira akan menghargainya. Kali ini Bill mengunjungi kantor Macintosh di Texaco Towers untuk memamerkan kemampuannya menciptakan bentuk oval (pada Mac), yang diimplementasikan dari algoritma yang cerdas.

Bill menambahkan kode baru untuk QuickDraw (yang dulu masih disebut LisaGraf) untuk menggambar lingkaran dan oval dengan sangat cepat. Itu agak sulit untuk dilakukan pada Macintosh, karena rumus matematika untuk lingkaran biasanya berhubungan dengan pengambilan akar kuadrat, sedangkan prosesor 68000 dalam Lisa dan Macintosh tidak mendukung operasi floating point. Tapi Bill memiliki cara yang cerdas untuk melakukan perhitungan lingkaran yang hanya menggunakan penambahan dan pengurangan, bukan menggunakan perkalian atau pembagian, yang sebenarnya bisa dilakukan 68000 tetapi agak lambat.
Continue reading “Rounded corners everywhere!”

Ubuntu sebagai server Time Machine

Jika Anda ingin menggunakan Time Machine melalui WiFi, maka Anda membutuhkan Time Capsule yang harganya lumayan mahal. Biar murah, solusi alternatifnya adalah gunakan komputer dengan distro Ubuntu (Linux) sebagai server Time Machine.

Solusi murah ini bisa didapatkan berkat Netatalk

Netatalk is a freely-available Open Source AFP fileserver. A *NIX/*BSD system running Netatalk is capable of serving many Macintosh clients simultaneously as an AppleShare file server (AFP).

Continue reading “Ubuntu sebagai server Time Machine”

Gunakan OpenDNS untuk mencegah trojan Flashback

Allison Rhodes (OpenDNS team):

OpenDNS — security and DNS provider of choice for 2% of all Internet users — is blocking the Flashback Trojan, or what’s being described as one of the single biggest Mac security incidents of all time. As OpenDNS does in cases of very large scale attacks like this, the protection is included in Premium DNS and completely free to users. People not yet using OpenDNS need only to set up the service on their wireless router, computer or device to secure their computers and devices from the attack. (OpenDNS also offers OpenDNS Enterprise, a security service for businesses that includes comprehensive malware and botnet protection.)

If you’re already using OpenDNS services, no action is required to get the protection. It was enabled for you automatically. In addition to protection from Flashback, OpenDNS will also protect you from future, widespread attacks and make your Internet both faster and more reliable.

Continue reading “Gunakan OpenDNS untuk mencegah trojan Flashback”

Mac terinfeksi malware

ZDNet:

Third-party software is an ideal vector. The current exploit is triggered by a known flaw in Java, which was installed on every copy of OS X until the release of Lion (OS X 10.7) last summer. The flaw was reported in January and patched by Oracle in February, but the Apple version of Java didn’t get a patch until early April. So for several months, every Mac owner was vulnerable unless they took specific steps to remove or disable Java.

Continue reading “Mac terinfeksi malware”