Nokia Nokia

Apakah masih ada yang bingung atau mempertanyakan, sebenarnya tablet Nokia N1 ini anaknya Microsoft atau bukan?

Jadi begini, Nokia yang kita kenal dulu itu sudah menjual divisi mobile/smartphone-nya ke Microsoft, tapi perusahaannya sendiri masih ada (beberapa divisi) dan masih beroperasi di bawah nama Nokia dan masih menjalankan beberapa layanannya (misalnya HERE, dll). Selain divisi mobile/smartphone yang dibeli sama Microsoft, brand Lumia juga sudah jadi milik Microsoft. Nokia yang ada sekarang ini adalah Nokia tanpa divisi mobile/smartphone.

Nah, karena Nokia merilis tablet (N1) apakah itu berarti yang memproduksi tablet tersebut adalah divisi mobile-nya yang saat ini sudah jadi milik Microsoft, yang artinya N1 adalah produk Microsoft? Nope. N1 tidak diproduksi oleh Microsoft, melainkan Foxconn.

Dikutip dari AnandTech:

while the N1 is a Nokia branded product, Nokia is calling special attention to their manufacturing arrangement with tablet partner Foxconn. As part of Nokia’s development strategy, the industrial design, IP, and Z Launcher software are being licensed to Foxconn for the production of the tablet.

Jadi kesimpulannya, N1 ini adalah Nokia-nya Nokia, bukan Nokia-nya Microsoft.

“The perfect tablet”

Kata orang-orang, “the perfect tablet” alias tablet yang sempurna -yang diidam-idamkan semua orang itu adalah iPad mini yang diisi Android.

Nokia mengabulkannya, N1: iPad mini ber-Android.

Everybody wins!

Nokia N1
Nokia N1, foto via The Verge.

Nokia X is dead

Guys, masih ingat Nokia X? Jangan-jangan sudah lupa. Itu, smartphone Android murah yang di bodinya ditempeli logo “Nokia”. Kabarnya, Nokia X ini telah dihentikan pengembangannya oleh Microsoft.

Nokia XL, X+ dan X
Dari kiri ke kanan: Nokia XL, X+ dan X. Foto via The Verge

Pengumuman resminya oleh Satya Nadella:

To win in the higher price tiers, we will focus on breakthrough innovation that expresses and enlivens Microsoft’s digital work and digital life experiences. In addition, we plan to shift select Nokia X product designs to become Lumia products running Windows.

I'm crossing you out

Nokia + Android (versi forked) memang sudah terasa kurang cocok sejak awal kemunculan Nokia X. Dulu katanya ini akan jadi smartphone impian, tapi apalah artinya smartphone Android tanpa ekosistemnya (baca: Google Play Store).

World has changed

Hahaha… Iya, benar!

  • Nokia mengumumkan kerja sama dengan Microsoft di bulan Februari 2011, dan Nokia pertama yang ber-OS Windows Phone adalah seri Lumia 800 dan Lumia 710 yang diperkenalkan pada Oktober 2011.
  • BBM masuk ke App Store (iOS) dan Play Store (Android) pada September 2013.
  • Microsoft membeli (divisi smartphone) Nokia diumumkan September 2013.
  • Nokia resmi mengadopsi Android sejak Februari 2014.

Di tahun 2010 “BBM”, “Nokia” dan “Android” adalah kata-kata yang tidak bisa dimasukkan secara bersama-sama dalam satu kalimat.

Di tahun 2014? Satu kalimat bahkan terlalu panjang.

World has changed.

Nokia telah menguji coba Android di Lumia sebelumnya

The Verge:

Before Nokia bet its smartphone ambitions on Windows Phone, the idea of an Android-powered Nokia device was not so hard to believe. Now, according to a new report from The New York Times, it turns out Nokia engineers did develop Lumia phones that ran Google’s Android operating system. The report, which cites people familiar with the matter, says that Android was running on Nokia smartphones internally “well before” discussions that led to Microsoft’s purchase of the company’s handset division

Ballmer: Hei Elop, suruh beberapa anak buahmu untuk secara diam-diam menjalankan Android di smartphone kita.

Elop: Oke bro. Saya akan perintahkan mereka, dan saya akan “bocorkan” ke kamu kalau Androidnya sudah bisa berjalan dengan baik.

Ballmer: Mantap, Saya akan pastikan kalau para dewan direksi melihatnya biar mereka ketakutan dan berupaya untuk membeli kalian.

Elop: Thanks bro, rencana kita untuk menjatuhkan Nokia dan membelinya dengan harga murah pasti akan sukses! Aaah… tugas ku sebagai trojan di sini hampir selesai. Gak sabar mau pulang ke Microsoft.

Kasihan Nokia, hanya buang-buang waktu dengan Windows Phone selama ini.

Trojan itu bernama Elop

  1. Sebelum menjadi CEO Nokia, Stephen Elop adalah karyawan Microsoft yang menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis mulai sejak Januari 2008 sampai dengan September 2010. Yang bertanggung jawab atas Microsoft Office? Elop orangnya.
  2. Pada September 2010, Microsoft mengirim Elop ke Nokia, menggantikan Olli-Pekka Kallasvuo sebagai CEO.
  3. Pada Februari 2011, beredar memo dari Elop yang berjudul “Burning Platform”, yang pada intinya adalah menghentikan pengembangan Symbian, atau semua yang tidak ada hubungannya dengan Windows Phone untuk fokus ke Microsoft.
  4. Maret 2011, Nokia memberikan Elop bonus sebesar US$6 juta.
  5. Pada tahun 2012, lebih dari 12.000 karyawan Nokia di-PHK.
  6. September 2013, Elop keluar dari Nokia dan pulang ke Microsoft, dengan bonus berlimpah.

Good job!

Microsoft + Nokia

Breaking news; Microsoft mengakuisisi Nokia.

Microsoft:

Microsoft will acquire substantially all of Nokia’s Devices and Services business, including the Mobile Phones and Smart Devices business units as well as an industry-leading design team, operations including all Nokia Devices & Services-related production facilities, Devices & Services-related sales and marketing activities, and related support functions.

Continue reading “Microsoft + Nokia”

The leaker leaked himself

Siapa pemilik akun Twitter @evleaks akhirnya terungkap. Akun Twitter yang dikenal seringkali membocorkan foto-foto produk termasuk Nokia Lumia, (dan hasil foto dari iPhone 4S) bahkan sebelum diperkenalkan atau dirilis secara resmi ternyata dipegang oleh Evan Blass, seorang mantan blogger yang sudah bekerja pada beberapa website besar, termasuk Engadget.

Sewaktu masih bekerja di Engadget, Evan Blass memegang jabatan sebagai Senior Editor. Dan percaya atau tidak, Evan adalah orang yang melatih Nilay Patel dan Joshua Topolsky, Pemimpin Redaksi dan Redaktur Pelaksana dari The Verge yang waktu itu masih menjabat sebagai kontributor di Engadget.

AP: What was the motivation to leak? Was it just part of the job, or did you have a specific interest in outing unreleased products?

EB: Not sure that it was ever a conscious decision. Eventually it became part of the job, but at first — especially when you’re starting out as a writer — you’re just happy to get any exclusive that you can, whenever you can. Regular scoops, like those published by people such as Tom Warren and Mark Gurman, are the result of a lot of a time and patience.

Interview selengkapnya bisa dilihat di Android Police.