Mematikan layar dengan shortcut (Ubuntu)

Sejak mengganti laptop Acer saya yang sudah lama dengan laptop Dell (Inspiron 11 3138), hal (kecil) yang pertama yang saya rasakan adalah tidak adanya shortcut keyboard untuk mematikan layar.

Sebenarnya tombol multimedia (play, pause, search, brightness, dll) di keyboard Dell 3138 ini lumayan lengkap karena dirancang untuk berfungsi di Ubuntu dan Windows 8, tapi sayangnya tombol multimedia yang ada di jajaran tombol F ini tidak terdapat tombol khusus untuk mematikan layar, dan karena kebetulan masih ada tombol yang masih kosong, yaitu F10 maka saya berniat untuk mengatur tombol F10-nya dengan shortcut untuk mematikan layar.
Continue reading “Mematikan layar dengan shortcut (Ubuntu)”

Demo Ubuntu Covergence

Kira-kira seperti inilah fitur Convergence di Ubuntu…

Kalau Anda perhatikan, tampilan (UI) dari Ubuntu yang di laptop di atas sedikit berbeda dengan Ubuntu deskop versi biasa. Yup, itu karena Ubuntu pada vide di atas sudah menggunakan Unity 8. Bisa dibilang kalau Unity 8 lah yang memungkinkan konvergensi terjadi (2 in 1).

Kabarnya, kalau tidak ada halangan fitur ini sudah akan tersedia di Ubuntu 16.04 LTS tahun depan.

Menyembunyikan partisi harddisk di Nautilus (Ubuntu)

Kalau Anda adalah pengguna distro Ubuntu seperti saya, yang tidak suka melihat partisi NTFS (atau apapun yang jarang dipakai) masuk dalam daftar “Devices” di Nautilus karena namanya yang tidak keren (biasanya semacam “xx GB Filesystem“), Anda bisa mengikuti tips berikut ini.

Caranya cukup mudah karena hanya menggunakan program bawaan di Ubuntu 14.04 LTS.
Continue reading “Menyembunyikan partisi harddisk di Nautilus (Ubuntu)”

Kembali ke elementary

Setelah beberapa minggu lamanya bertahan di Ubuntu 12.04 LTS, yang merupakan OS bawaan laptop saya… akhirnya saya tergoda juga untuk menginstall elementary OS “Freya” yang sudah saya download dulu. Kebiasaan lama susah hilang.

Ini dia hasilnya…

elementary OS Freya
elementary OS “Freya” is d’best

Well, tidak mengecewakan 🙂 Apalagi buat yang suka dengan tampilan OS X. Di Freya ini kustomisasi tampilannya cukup mendekati Yosemite berkat GTK/GNOME yang bisa dibuat transparan dengan CSS.

Wily Werewolf

Wily Werewolf
Wily (cokelat) sedang berkumpul bersama teman-temannya saat mendengarkan pengumuman dirinya dijadikan sebagai maskot Ubuntu 15.10.

Ubuntu 15.10 yang rencananya akan dirilis bulan Oktober 2015 nanti telah memiliki code name baru, yaitu “Wily Werewolf”.

Dari blog Mark Shuttleworth:

… thank you to all who have made such witty suggestions in webby forums. Alas, the “wacky wabbit” and “watery walrus”, while weird enough and wisely whimsical, won’t win the race. The “warty wombat”, while wistfully wonderful, will break all sorts of systems with its wepetition. And the “witchy whippet”, in all its wiry weeness, didn’t make the cut.

Instead, my waggish friends, the winsome W on which we wish will be… the “wily werewolf”.

Mungkin agak susah mencari nama hewan yang cocok untuk rilis “W” ini, jadinya Mark terpaksa sekali (setelah Jackalope dan Unicorn) lagi mencari nama hewan mitologi, alias hewan yang tidak real. Padahal saya berharap Mark Shuttleworth akan memilih nama Wildebeest 😉

Launchpad kini mendukung Git

Hari ini Launchpad, yang merupakan code/project hosting yang umum digunakan untuk pengembangan proyek-proyek Ubuntu secara resmi mengumumkan dukungan terhadap Git.

Dari blog resmi Launchpad:

Today we’re announcing early support for hosting Git repositories directly on Launchpad, as well as or instead of Bazaar branches. This has been by far the single most commonly requested feature from Launchpad code hosting for a long time; we’ve been working hard on it for several months now, and we’re very happy to be able to release it for general use.

This is distinct from the facility to import code from Git (and some other systems) into Bazaar that Launchpad has included for many years. Code imports are useful to aggregate information from all over the free software ecosystem in a unified way, which has always been one of the primary goals of Launchpad, and in the future we may add the facility to import code into Git as well. However, what we’re releasing today is native support: you can use git push to upload code to Launchpad, and your users and collaborators can use git clone to download it, in the same kind of way that you can with any Git server.

Satu distro untuk semua perangkat

Dikutip dari artikel di Softpedia yang berjudul Canonical’s Endgame: A Single Linux Distro Running on Desktop and Mobile Devices:

Companies like Canonical don’t really make plans for the short term. Their plans are much more advanced than people imagine, and that includes the Ubuntu distribution and its availability on mobile devices like phones and tablets.

The guys at Canonical, and especially Mark Shuttleworth, didn’t just make some plans to get Ubuntu on phones, although that’s one of their goals. They said that they wanted to see Ubuntu as a mobile operating system more than two years ago, and now they’ve made it happen, but their final goal spans further than this. The company wants to build a single operating system that can be installed on any medium, albeit desktop, mobile, tablet, or anything else.

Seseorang di Redmond sedang memperhatikan…

Ubuntu MATE resmi menjadi keluarga Ubuntu

Ubuntu MATE

Ubuntu punya “rasa” baru lagi, selain KDE, Xfce, LXDE, dan Ubuntu GNOME. Yaitu Ubuntu MATE. MATE adalah desktop environment (DE) yang dikembangkan sejak proyek GNOME 2 (DE pertama yang digunakan Ubuntu) dihentikan.

MATE awalnya diciptakan karena ketidaksukaan pengguna Ubuntu terhadap Unity yang dinilai sangat minim kostumisasi. MATE kemudian dikembangkan untuk meneruskan GNOME 2 dan mulai tersedia untuk pengguna Linux Mint mulai sejak tahun 2012.

Kini, dimulai sejak dirilisnya rilis 15.04 Beta 1, Ubuntu MATE sudah resmi dimasukkan ke keluarga besar Ubuntu. Ini artinya paket-paket untuk Ubuntu MATE akan masuk ke repositori resmi Ubuntu yang akan mempermudah pengguna untuk membuat Ubuntu MATE-nya up to date.

Selamat buat para developer dan pengguna Ubuntu MATE 🙂
Continue reading “Ubuntu MATE resmi menjadi keluarga Ubuntu”