Ada apa dengan Ubuntu for Android?

Saya baru tahu hari ini kalau ternyata Ubuntu for Android (Wikipedia) telah dihentikan pengembangannya.

Buat yang belum pernah dengar atau baru dengar sebelumnya (karena memang kurang populer), Ubuntu for Android adalah sistem/fitur yang memungkinkan kita untuk menjalankan Ubuntu pada smartphone Android. Intinya, kita jadi bisa menggunakan Ubuntu desktop seperti biasanya hanya dengan menghubungkan smartphone Android ke monitor.

Informasi soal penghentian pengembangan UfA ini saya baca dari sebuah bug report di Launchpad:

<http://www.ubuntu.com/phone/ubuntu-for-android> describes Ubuntu for Android as “the must-have feature for late-2012 high-end Android phones”.

Ubuntu for Android is no longer in development, so this page should be retired, along with <http://www.ubuntu.com/phone/ubuntu-for-android/features>.

Saya curiganya kegagalan UfA ini besar dipengaruhi oleh gagalnya penggalangan dana untuk Ubuntu Edge beberapa waktu yang lalu. Waktu itu salah satu developer UfA (via Reddit) menjawab: “Jika Ubuntu Edge berhasil, kira-kira (UfA akan diluncurkan) pada Mei/Juni 2014”. Sayangnya, Ubuntu Edge gagal, dan ya… sudah bisa ditebak, UfA juga hibernasi.

Tapi itu berarti, Canonical jadi bisa lebih fokus ke Ubuntu Touch.

Bye bye Ubuntu for Android! No one will miss you, BTW.

Ubuntu 14.10 diberi nama “Utopic Unicorn”

Unicorn

Mark Shuttleworth resmi mengumumkan nama/codename dari Ubuntu versi berikutnya, yaitu Ubuntu 14.10 Utopic Unicorn.

Dari blog Mark Shuttleworth:

…let’s make something amazing. Something unified and upright, something about which we can be universally proud. And since we’re getting that once-every-two-years chance to make fresh starts and dream unconstrained dreams about what the future should look like, we may as well go all out and give it a dreamlike name. Let’s get going on the utopic unicorn.

Seperti yang Anda tahu, penamaan rilis Ubuntu diambil dari kata sifat + nama hewan. Tapi kali ini agak berbeda dari yang sebelum-sebelumnya karena Unicorn sendiri adalah hewan legenda yang belum pernah dijumpai langsung sosok aslinya. Tapi tak apa deh, terserah Mark Shuttleworth mau menamakannya apa, atau apapun itu maskotnya, karena sejujurnya ini nama/codename Ubuntu yang paling saya sukai 😀 Dan semoga di versi ini Ubuntu akan menjadi “legenda”.

Saya jadi penasaran logo maskot atau artwork Ubuntu Utopic Unicorn (UUU) ini akan seperti apa nantinya. Yang jelas ada kuda yang bertanduk, tetapi tidak se-cute gambar di atas pastinya 😀

Download Ubuntu 14.04 (Trusty Tahr)

Ubuntu 14.04 LTS

Ubuntu 14.04 LTS “Trusty Tahr” resmi dirilis hari ini dan sudah tersedia untuk didownload. Buat kalian yang pecinta LTS, sekaranglah saat yang tepat untuk upgrade dari Ubuntu 12.04 LTS 😉

Oh ya, buat yang belum tahu, LTS adalah kepanjangan dari “Long Term Support”. Versi LTS ini dirilis setiap 2 tahun sekali , LTS berarti Ubuntu versi 14.04 ini akan menerima dukungan penuh selama 5 tahun untuk versi desktop dan server.
Continue reading “Download Ubuntu 14.04 (Trusty Tahr)”

Ubuntu One (file services) shuts down

Melalui blog resmi Canonical diumumkan bahwa salah satu layanan dari Ubuntu One yaitu penyimpanan dan berbagi file (file service) akan segera ditutup:

As of today, it will no longer be possible to purchase storage or music from the Ubuntu One store. The Ubuntu One file services will not be included in the upcoming Ubuntu 14.04 LTS release, and the Ubuntu One apps in older versions of Ubuntu and in the Ubuntu, Google, and Apple stores will be updated appropriately. The current services will be unavailable from 1 June 2014; user content will remain available for download until 31 July, at which time it will be deleted.

Fitur file service dari Ubuntu One akan dihilangkan dari Ubuntu 14.04 LTS, dan layanan ini sendiri akan mulai dinonaktifkan pada 1 Juni 2014, dan file-file yang telah diupload akan tetap tersedia hingga pada 31 Juli 2014. Setelah itu semua file akan dihapus.

Sejujurnya saya tidak pernah sekalipun mengandalkan Ubuntu One (file servicenya) untuk menyimpan file. Meskipun kapasitas penyimpanan yang ditawarkan lebih besar dibandingkan Dropbox. Karena ini pula, mengapa saya sampai merasa saya tidak pernah menggunakan Ubuntu di laptop saya secara maksimal; karena saya tidak pernah memanfaatkan fitur Ubuntu One. Dengan dihapuskannya fitur file service ini, saya jadi merasa lebih nyaman (I know, I’m sorry Canonical).

Bagaimana dengan Anda?

Safir untuk Edge

Konsep Ubuntu Edge
Konsep Ubuntu Edge yang diperkuat dengan layar Sapphire Glass.

Di saat rumor tentang iPhone 6 yang akan menggunakan layar safir sedang berkembang, Mark Shuttleworth membeberkan hal menarik; Apple telah membeli seluruh pasokan layar safir untuk 3 tahun, bahan yang sama yang akan digunakan Canonical untuk Ubuntu Edge.

Dikutip dari Gigaom:

“Apple just snapped up the entire 3-year supply of the same sapphire display we wanted for the Edge,” Shuttleworth said on a conference call.

Continue reading “Safir untuk Edge”

Mengubah file manager default pada elementary OS

Elementary OS memang sudah menyertakan Files (Pantheon Files) sebagai file manager default, tapi saya tetap saja menginstall Nautilis di eOS sebagai file manager alternatif. Dan nyatanya, Nautilus justru menjadi file manager utama saya baik itu untuk mengakses data atau file, ataupun me-mount/unmount harddisk.

Nah, meski sudah diatur menjadi pilihan utama, Nauitlus tetap belum berubah statusnya menjadi file manager default. Terbukti ketika membuka file hasil download dari browser (misalnya “Open downloads folder” pada Google Chrome), maka yang terbuka adalah Files. Alhasil, saya hanya menutupnya dan membuka Nautilus secara manual. Menyianyiakan fitur yang diberikan browser.
Continue reading “Mengubah file manager default pada elementary OS”

Ubuntu Software Center akan ditinggalkan di Ubuntu 14.04, digantikan oleh Software Scope

Ubuntu Software Center atau Software Center, yang merupakan pengelola paket (package management) sekaligus toko aplikasi untuk Ubuntu yang mulai diperkenalkan Canonical sejak Oktober 2009 kabarnya akan segera digantikan dengan Software Scope, yakni salah satu fitur dari Dash Unity yang berguna untuk keperluan instalasi aplikasi.

Fitur ini direncanakan akan mulai siap untuk Ubuntu 14.04 bersamaan dengan rilisnya (resmi) Ubuntu Touch.

Dikutip dari OMG! Ubuntu!:

Design and development effort is currently focused on “refining the Dash and Scopes to accommodate apps”. The aim is to “have [the] entire browsing [and] installing software experience happen in the Dash“, negating the need for a dedicated standalone Software Centre.

The improved Dash is expected to be completed in time for the 14.04 releases of Ubuntu Touch and will, says Jono Bacon, arrive on the desktop with the transition to Unity 8 later in the year.

Saya mendukung ini! Saya sudah lupa kapan terakhir kali saya menjalankan USC untuk menginstall sesuatu (tidak termasuk salah klik).
Continue reading “Ubuntu Software Center akan ditinggalkan di Ubuntu 14.04, digantikan oleh Software Scope”

Ubuntu Search – An Actual Look

Thanks David (pengguna KDE). Semoga orang-orang membaca dan dapat mengerti ini.

Adding Amazon searches by default

In all the search lenses, Amazon is added by default, this gives Canonical money which is fed back into Ubuntu. This is akin to how Mozilla Firefox set the default search provider to Google.

Mozilla earn over $96 million per year for this. KDE Has similar partnerships with enabling DuckDuckGo searches to be manually activated from krunner for a lot lot less.

It’s not unheard of in open source communities to make money this way, and whilst I don’t think as a user I would like these ads I can’t really hold it against them.

So why is it called spyware by some people?

There is a traditional gap between web and local applications, people ignorant of what the dash search does, mistakenly take this for a simple file search. For a file search to use the web would clearly be wrong. The majority of the complaints and criticisms I have read do not come from Ubuntu users who have seen the Ubuntu bar. To any user of the Ubuntu search bar, it should be obvious that it includes internet results due to the high visibility of the internet results within moments of usage.