Continuum

Microsoft mengumumkan Continuum:

In an on-stage demo, Microsoft’s Joe Belfiore connected a phone to a monitor, keyboard and mouse, and instantly the UI he was using adapted to the new inputs and outputs. While the operating system interface we saw on screen didn’t look exactly like Windows 10 on a laptop or desktop computer, the applications shown (especially PowerPoint) did. Instead of making minor adjustments to a presentation using a 5-inch screen, you can simply connect to an HDMI-compatible monitor and have all the space and tools you would on a full PC.

Kalau diperhatikan, Continuum ini sangat mirip dengan Convergence dari Ubuntu. Dan sepertinya akan ada adu balap antara Canonical dengan Microsoft karena menurut kabar “Ubuntu Phone as a PC” sudah akan tersedia di tahun ini. Semoga saja benar. Semoga saja Canonical deliver.

“Windows’ last hope”

Oleh Julia Martin dari Inferse:

[ARC] is an interesting take on a concept that Microsoft has similarly been working on for Windows 10 for phones. Google though, with their ARC tools essentially allow for this to happen with Android apps – unofficially beating Microsoft to the punch.

Sepertinya Windows Phone akan bernasib sama dengan BlackBerry. Sedikit aplikasi karena sepi pengguna, sepi pengguna karena sedikit aplikasi. Akhirnya, meminta pertolongan ke platform lain; sideloading aplikasi Android.

Microsoft mematenkan “GRUB mobile”?

Microsoft punya paten yang memungkinkan pengguna untuk melakukan booting langsung ke sistem operasi atau “mode” tertentu yang dipilih atau diperlukan oleh pengguna. Pengguna bisa booting ke sistem yang terpisah dengan full OS, khusus untuk fitur tertentu saja.

Dikutip dari Neowin:

United States Patent number 9,003,173 was awarded to Microsoft two days ago, being titled “Multi-OS (operating system) boot via mobile device”. In it, Microsoft engineers and lawyers describe a way of using multiple operating systems to provide different functionality on mobile devices.

The “innovation”, as it’s described in the patent, allows a user or the device to select the OS necessary to perform certain tasks, or offer limited functionality faster. For example, instead of booting into full Windows, a handset may first boot into a lite OS that allows users to quickly dial an emergency number, instead on having to wait for the complete operating system to load.

Contoh paling nyata untuk perangkat yang memiliki kemampuan yang mirip seperti (paten) ini adalah Galaxy Camera dari Samsung. Saat pertama kali dihidupkan Galaxy Camera akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan kamera lainnya sebelum bisa dipakai untuk mengambil gambar. Ini karena sistem operasi (Android) yang harus dijalankan terlebih dahulu. Tetapi begitu perangkatnya sudah nyala, mode kamera akan lebih cepat diakses dari kondisi stand by.

Ketika Windows Phone dikira Android

Mulai sejak Windows Phone 8.1 U1, Internet Explorer 11 akan mengikutkan string iOS 7 dan Android 4.0 ke User Agent-nya. Tujuannya, agar pengguna IE11 di Windows Phone dapat menikmati fitur-fitur HTML5 secara penuh, seperti teman-teman lainnya.

Ini contoh User Agent-nya (dikutip dari WMPoweruser):

Mozilla/5.0 (Mobile; Windows Phone 8.1; Android 4.0; ARM; Trident/7.0; Touch; rv:11.0; IEMobile/11.0; NOKIA; Lumia 930) like iPhone OS 7_0_3 Mac OS X AppleWebKit/537 (KHTML, like Gecko) Mobile Safari/537

Kabar baiknya, pengguna Windows Phone bisa mendapatkan tampilan atau UX yang sama dengan pengguna iOS/Android atau browser lainnya. Berita kurang baiknya, jangan kaget kalau saat browsing, muncul pop-up atau pesan/iklan seperti pada gambar di bawah ini…

Windows Phone browser

Tips: Kalau ditawari untuk menginstall antivirus Android, abaikan saja ya 😉

Pretended to be iPhone

IE11 with WIndows Phone update

Internet Explorer (IE 11) di Windows Phone (versi 8.1) terpaksa harus “berpura-pura” (spoofing) menjadi iPhone (melalui string User Agent) agar penggunanya bisa mendapatkan pengalaman browsing yang setara dengan pengguna browser lainnya, yang sebagian besar berbasis WebKit.

Dikutip dari IEBlog:

We updated the User Agent string in IE on Windows Phone to increase the number of sites that would correctly deliver the best mobile content. This continues an unfortunate pattern that all browsers have had to deal with and most web developers have run into.

Sedikit ironis sih menurut saya. Dulunya browser-browser lain yang spoofing User Agent-nya ke IE karena saking populernya IE waktu itu, sekarang malah IE yang spoofing.

Pick two

Mobile OS
Tiga kriteria unggulan setiap mobile OS, via Jac Machalani.

Kalau disuruh pilih, Anda pilih yang mana? Apps + Customization, Customization + Experience atau Apps + Experience?

Google lebih takut bersaing dengan Windows Phone daripada iOS?

Komentar salah satu Redditor dalam sebuah diskusi:

Google is scared, and they have every reason to be. Technology isn’t a sprint, it’s a marathon, and just because you’re on top for a year or two doesn’t mean you’ll always be on top.

Not even “almost”. Apple doesn’t threaten Google, for a couple reasons. First, Apple will never drastically reduce its prices. The iPhone 5C is a $50-cheaper version of the 5S and for that $50 in savings, you get plastic instead of the build quality of the 5S. Google knows that Android will continue to dominate the low- to medium- budget market. But wait! What’s this? A new competitor has entered the arena! The Lumia 52x series (and the 62x and 72x in the mid-range) have done very very well for themselves as a budget phone that doesn’t lag, stutter, and overall suck wind.
Continue reading “Google lebih takut bersaing dengan Windows Phone daripada iOS?”