Android is winning

Karena sekarang sudah bulan Desember, itu artinya Eric Schmidt of Google harus membuat berita heboh lagi di tahun ini.

After an Android user in the audience expressed irritation at the fact that many hot apps showed up on iOS well before Android, Schmidt said “my prediction is that six months from now you’ll say the opposite.”

Continue reading “Android is winning”

Si cerdas

iPhone 5
Apakah Anda pernah membandingkan review dari produk-produk Apple (iPhone/iPad, dll) dengan produk dari merk lainnya? Saya yakin, kebanyakan yang unggul adalah produk Apple. Produk Apple memang sering mendapat skor review yang tinggi. Alasannya?

Ha, pendapat umum adalah, “karena yang mereviewnya adalah website yang Apple-centric”, “karena para iSheep yang memvoting”, atau… “ya karena Apple, titik”

Tapi, saya punya pendapat lain.

Saya pikir bukan hanya karena itu adalah produknya Apple sehingga skor reviewnya harus selalu tinggi dibanding yang lain. Kalau begini sih itu artinya cuma mengandalkan nama besar saja. Saya pikir justru sebaliknya.

Saya pernah ngobrol dengan seorang dosen saya, dan sempat meminta pendapatnya tentang soal mid-test, kenapa ada kelas yang mendapat soal yang lebih mudah, dan kebanyakan diantara mereka lolos mid-test, sedangkan ada kelas yang mendapat soal yang jauh lebih sulit. Dosen tersebut menjawab singkat, karena ia menaruh harapan yang lebih tinggi pada mahasiswa yang lebih cerdas (baca: yang dapat soal lebih sulit).

Saya pada awalnya berpikir ini sepertinya tidak adil. Tapi, kalau dipikir-pikir salah satu faktor kesuksesan Apple adalah karena orang-orang menaruh harapan yang (kadang terlalu) tinggi pada produk-produk mereka. Dan coba tebak, Apple mirip dengan si mahasiswa cerdas, Apple tetap mendapatkan skor yang tinggi dan tetap mampu memberikan kepuasan kepada konsumennya karena telah terlatih dengan “soal” yang lebih sulit dengan yang lainnya. Dan ya, dengan standar yang lebih tinggi, nilai yang akan didapatkan pasti akan tinggi juga.

But still, sometimes good product is just good product.

Beli sekarang atau tidak sama sekali

Berita mengenai iPhone 5 yang akan dirilis secara resmi ke Indonesia pada 14 Desember nanti mendapatkan respon yang berbeda-beda.

Bagi yang belum punya iPhone, dan punya keinginan untuk membeli iPhone pada tahun ini atau awal tahun depan, ini adalah berita baik tentunya karena tidak perlu lagi repot-repot untuk memesan dari luar negeri. Bagi yang sudah punya iPhone 5, entah karena pesan dari luar Indonesia atau mendapat hadiah dari saudara dari luar negeri, ini adalah berita yang biasa-biasa saja.

Oh ya, dan satu lagi, buat yang sedang menunggu… tetaplah menunggu.

Seringkali, setiap Apple merilis sebuah produk baru, ada saja orang yang “nanti aja deh”, “tunggu versi terbaru nya aja”, atau “skip dulu sampai fitur xxx ada”.
Continue reading “Beli sekarang atau tidak sama sekali”

Karma Nexus 4

The great Nexus 4

Singkat saja..

Ketika iPhone 4S dirilis, semua orang (dan hampir semuanya adalah Apple hater atau Android fanboy) mengkritiknya karena tidak adanya LTE, desain yang sama sekali tidak berbeda dengan iPhone 4; masih tetap dengan body kaca. iPhone 5 pun kebagian kritikan, thanks to efek cahaya ungu pada hasil kameranya, meskipun isu tersebut sangat umum terjadi (Galaxy Nexus, Galaxy S III).

Lalu…
Continue reading “Karma Nexus 4”

Kenapa iOS selalu dapat yang terbaik

Saya yakin sudah banyak orang yang tahu ini, tapi masih saja ada beberapa orang yang bertanya-tanya kenapa iOS selalu duluan dapat yang keren-keren, dibanding Android. Padahal, iDevice kalah jumlah dibanding Android, jadi seharusnya Android yang jadi prioritas apps/games keren.

Memang benar, (ponsel) Android terjual lebih banyak dibanding iDevice, tetapi developer sama sekali tidak peduli dengan jumlah pengguna kalau hanya sebagian kecil dari pengguna yang mau membeli aplikasi buatannya. Mending merilis aplikasi buat platform yang penggunanya bersedia membeli.
Continue reading “Kenapa iOS selalu dapat yang terbaik”

Duh, iPad mini terlalu mahal dibanding Nexus 7

You’ll get what you pay for.

Mike, pengguna Nexus 7:

When I have a problem with an Apple product I walk into the store and walk out with a working device or immediate replacement. I’ve bought two Kindles that had problems, and Amazon shipped replacements overnight, at no charge for shipping in either direction.
Continue reading “Duh, iPad mini terlalu mahal dibanding Nexus 7”

Review Nexus 4: Berbahan kaca dan tanpa LTE, tapi ini Android jadi it’s okay

Android user aka fandroid yang sudah terlalu lama menggenggam smartphone plastik mereka akhirnya bisa merasakan premium-phone, thanks to Google Nexus 4 dari LG.

Ya, Anda tidak salah dengar, bahan bagian belakang dari Nexus 4 adalah kaca.

“Design is stunning”, “premium-feeling”, “solid” dan lain-lain sudah menjadi headline ketika para blogger melakukan review pada Nexus 4 ini.

Glass-back? aww yiss masih ingatkah Anda sewaktu iPhone 4 dirilis pertama kali? Penuh dengan kritikan, thanks to glass back.

Belum lagi, ternyata Nexus 4 tidak dilengkapi dengan LTE. Tapi hey, ini kan premium-phone nya Android, jagi LTE tidak terlalu penting lah. iPhone 4S kan dulu juga gitu.

Bullshit everywhere.

Bullshit everywhere

Bullzhit

Pemberitaan tentang Apple yang kebanyakan hanya omong kosong belaka kini sedang booming.

Salah satu alasannya adalah karena menulis judul yang berhubungan dengan Apple dengan nada sedikit menghasut akan mendapatkan banyak klik dan pageviews pengunjung. Apple adalah pemain dominan pada kebanyakan industri, mulai dari smartphone, tablet, pemutar mp3, notebook dan lainnya. Sehingga dengan membuat headline yang menyerang Apple secara otomatis akan menarik banyak perhatian dari penggemar maupun Apple-haters.

Tapi ada alasan lain mengapa bisa sampai booming; karena sebagian besar jurnalis atau (tech) blogger masih terhubung dengan sumbernya omong-kosong; para penyerang Apple. Para blogger pro-Apple seringkali menulis dan me-link ke sumber tersebut, kemudian membuat bantahan demi bantahan, memperbaiki kesalah-pahaman dan bahkan ada yang menyerang balik.

Sementara kita berpikir kalau tindakan ini sudah menjatuhkan mereka, sebenarnya kita sudah memakan umpan. Jika kita pada blogger sudah termakan umpan, otomatis pembaca blog pun ikut termakan omong kosong mereka dan kita (blogger) justru malah mengirimkan pageviews kepada mereka.

Jika Anda membenci blog atau website yang membuat link bait atau berita omong kosong tentang Apple dan tidak ingin mensupport mereka lagi, serang pada bagian yang mereka rasa sakit; jangan membaca artikelnya, dan jangan me-link ke mereka lagi.