S 3D Touch

Menurut laporan dari Wall Street Journal, Galaxy S7 akan memiliki fitur a la 3D Touch:

The pressure-sensitive display, for instance, will be similar to that offered by rival Apple Inc. on the iPhone 6s earlier this year. The responsive display allows the phone to interpret different taps and touches depending on how the user presses on the touch screen.

Lagi-lagi… tren fingerprint scanner berulang sama seperti saat Apple memperkenalkan Touch ID dulu.

  1. Apple memperkenalkan fitur terbaru pada hardware ↩
  2. Samsung dengan segera meniru dengan merilis produk dengan fitur setengah jadi ↩
  3. OEM/perusahaan lain kemudian mengikuti jejak Samsung, biasanya dengan implementasi yang lebih buruk ↩
  4. Samsung akhirnya berhasil merilis produk baru dengan fitur yang hampir sempurna 🔂.

Sebenarnya, Apple juga punya peran dalam ketidakkonsistenan (smartphone) Android. Good luck Samsung!

Live Photos

Jeremy Olson via Medium:

Sometimes hiding behind a bad photo is a beautiful moment. These moments are elusive. They happen too fast to catch on video. You can’t catch them intentionally. The only possible way to catch them is… accidentally.

Screen guards will work with 3D Touch Display

Kehadiran fitur 3D Touch pada iPhone 6S mengundang pertanyaan besar bagi pengguna smartphone khususnya iPhone. “Ini iPhone bisa gak sih dipakein screen guard?”

Untungnya jawabannya sudah ada, jadi siapapun yang ingin beli iPhone 6S tidak perlu takut kalau iPhone nya nanti tidak bisa lagi dipasangi tempered glass dan semacamnya. Jawabannya datang langsung dari Phil Schiller (eksekutif Apple):

Yes. screen overlays that follow our guidelines will continue to work with 3D Touch

Pelindung layar tidak akan menggangu layar iPhone 6S selama mengikuti pedoman desain khusus aksesoris yang sudah ditetapkan Apple. Sedangkan menurut pedoman desain tersebut, tebal lapisan pelindung layar tidak boleh lebih dari 0.3 mm. Jadi, sebelum membeli pelindung layar buat iPhone 6S nantinya sebaiknya pertimbangkan kompatibilitasnya terutama segi ketebalannya. Yang bisa untuk iPhone 6 belum tentu bisa untuk iPhone 6S meskipun dari segi ukuran sama saja.

Bedanya Force Touch dan 3D Touch

Saya salah satu orang yang mengira kalau 3D Touch adalah sekedar rebranding dari Force Touch, sebuah teknologi (Taptic Engine) yang sebelumnya sudah hadir pada Apple Watch dan MacBook terbaru. Saya juga sempat berpikir kalau nama 3D Touch digunakan karena Apple ingin berbeda dengan Huawei, yang juga menggunakan nama Force Touch pada Mate S.

Meskipun berbasis pada teknologi yang sama, rupanya ada alasan utama dari nama 3D Touch.

Berdasarkan penjelasan Apple:

Until now, these gestures have been defined by a singular plane in two-dimensional space. For iPhone 6s and 6s Plus, we’re introducing an entirely new interaction and a whole new dimension to the way you experience your iPhone.”

Oke, di manakah dimensi ini?

…At its heart are capacitive sensors integrated into the backlight of the Retina HD display. With each press, these sensors measure microscopic changes in the distance between the cover glass and the backlight. These measurements are then combined with signals from the touch sensor and accelerometer…

Jadi, 3D Touch didukung oleh sensor kapasitif yang terintegrasi langsung ke backlight layar. Sensor tersebut mampu mengukur perubahan jarak yang terjadi antara layar kaca dengan backlight ketika disentuh. Hasil pengukuran tersebut kemudian digabungkan dengan sinyal dari sensor sentuh dan akselerometer. Ini memungkinkan iPhone 6S memiliki fitur true multitouch yang mampu mengenali kedalaman sentuhan (3D).

Fitur Quick Actions (3D Touch) akan tersedia untuk iOS 8 (jailbreak)

Buat yang ingin merasakan fitur 3D Touch versi lite mungkin bisa bersabar sedikit karena Elias Limneos (@limneos), yang merupakan seorang developer tweak rupanya sedang mengembangkan sebuah tweak baru yang mengambil inspirasi dari 3D Touch pada iPhone 6S.

Berikut video demonya..

Tentu saja fitur Quick Actions ini tidak sama dengan yang ada pada iPhone 6S karena fitur dari tweak ini murni mengandalkan software saja (long press), bukan hardware seperti pada iPhone 6S. Tapi lumayanlah untuk membiasakan diri sebelum membeli the real thing 😀

3D Touch, the next generation of Multi‑Touch

Apple baru saja mengumumkan iPhone 6S pada Special Event yang digelar pada 9 September. Salah satu yang diperkenalkan adalah teknologi 3D Touch, yang tidak lain adalah nama pengembangan dari Force Touch.

Buat Anda yang mungkin belum tahu, Force Touch adalah sebuah fitur untuk berinteraksi dengan layar dari Apple yang sebelumnya sudah ada pada Apple Watch dan MacBook terbaru. Force Touch memanfaatkan layar iDevice untuk mendeteksi gaya dari sebuah tap (ketukan) atau tekanan, dan kemudian memberikan respon balik yang berbeda (dan dengan konten yang berbeda pula) yang dikenal dengan istilah haptic feedback.
Continue reading “3D Touch, the next generation of Multi‑Touch”