“Windows’ last hope”

Oleh Julia Martin dari Inferse:

[ARC] is an interesting take on a concept that Microsoft has similarly been working on for Windows 10 for phones. Google though, with their ARC tools essentially allow for this to happen with Android apps – unofficially beating Microsoft to the punch.

Sepertinya Windows Phone akan bernasib sama dengan BlackBerry. Sedikit aplikasi karena sepi pengguna, sepi pengguna karena sedikit aplikasi. Akhirnya, meminta pertolongan ke platform lain; sideloading aplikasi Android.

-o-pera beralih ke -webkit-

WebKit

Opera mengumumkan bahwa saat ini pengguna browser Opera telah berjumlah sekitar 300 juta orang.

Namun saya tidak peduli dengan jumlah tersebut, berita yang lebih penting dari pengumunan tersebut adalah Opera akan beralih ke WebKit 🙂

On the same day as announcing that Opera has 300 million users, we’re also announcing that for all new products Opera will use WebKit as its rendering engine and V8 as its JavaScript engine. It’s built using the open-source Chromium browser as one of its components.

Seperti yang diungkapkan di blognya, produk Opera berikutnya akan menggunakan WebKit sebagai rendering engine dan V8 sebagai JavaScript engine-nya. Spec seperti ini memang mirip dengan yang digunakan pada Google Chrome karena pada dasarnya komponen tersebut dikembangkan dan digunakan pada Chromium, proyek open source dari Google Chrome milik Google.
Continue reading “-o-pera beralih ke -webkit-“

Why other browsers have “Mozilla” in the User Agent

Inilah sejarahnya mengapa di setiap browser punya User Agent yang ada “Mozilla”-nya:

And then Google built Chrome, and Chrome used Webkit, and it was like Safari, and wanted pages built for Safari, and so pretended to be Safari. And thus Chrome used WebKit, and pretended to be Safari, and WebKit pretended to be KHTML, and KHTML pretended to be Gecko, and all browsers pretended to be Mozilla, and Chrome called itself Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US) AppleWebKit/525.13 (KHTML, like Gecko) Chrome/0.2.149.27 Safari/525.13, and the user agent string was a complete mess, and near useless, and everyone pretended to be everyone else, and confusion abounded.

Memaksimalkan ruang Firefox

Firefox vs Google Chrome

Browsing adalah kegiatan membaca dan melakukan scrolling. Kalau ruang browsingnya (browsernya) sempit maka pasti scrollingnya akan semakin sering, dan mengurangi kenyamanan.

Salah satu alasan mengapa saya sudah jarang menggunakan Firefox adalah karena ruang yang sempit, dikarenakan toolbar dan menu-menu lainnya yang lebih memakan tempat dibanding dengan Google Chrome.
Continue reading “Memaksimalkan ruang Firefox”

Chrome Specialist

Detik Inet:

“Sebanyak 100 toko Best Buy di AS kini menjual Chromebooks. Dengan mitra kami ini, kami mempekerjakan dan melatih staf khusus untuk memasarkan Chrome,” kata Google seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (6/7/2012).

Google tidak menyebutkan berapa banyak staf Chrome Specialist yang dipekerjakannya. Namun jika melihat jumlah toko yang menjual Chromebook mencapai 100, kemungkinan besar jumlah staf khusus ini ratusan.

Chrome Specialist kedengarannya seperti seseorang yang bekerja di sebuah autoshop.

Adobe meninggalkan Linux

Flash
Adobe akan menghentikan pengembangan Flash Player (plugin) versi Linux, begitu Flash Player versi 11.2 dirilis.
Adobe:

For Flash Player releases after 11.2, the Flash Player browser plugin for Linux will only be available via the “Pepper” API as part of the Google Chrome browser distribution and will no longer be available as a direct download from Adobe. Adobe will continue to provide security updates to non-Pepper distributions of Flash Player 11.2 on Linux for five years from its release.

Seperti yang dijelaskan oleh Adobe, Pepper ini adalah sebuah API, dan begitu versi berikut dari Flash Player 11.2 dirilis (misalnya 11.2.5, 11.3, dst) maka Flash Player hanya akan tersedia via Pepper yang sudah menjadi satu dengan Google Chrome. Adobe tidak lagi menyediakan plugin flash yang didownload langsung seperti sebelumnya. Kalau mau melihat konten flash di Linux, maka Anda harus menggunakan browser Google Chrome.

Because of this work, Adobe has been able to partner with Google in providing a “Pepper” implementation of Flash Player for all x86/64 platforms supported by the Google Chrome browser. Google will begin distributing this new Pepper-based Flash Player as part of Chrome on all platforms, including Linux, later this year.

Jadi menurut Adobe, Pepper ini lebih mudah diimplementasikan. Saya sendiri sudah menjadikan Google Chrome sebagai browser utama dan Firefox sebagai browser cadangan sejak memakai Ubuntu 10.04. Tapi kita tunggu saja reaksi dari pengguna Linux lainnya.

Download video langsung dari YouTube (Cross browser)

Sekarang sudah tersedia banyak cara untuk mendownload video dari YouTube. Ada yang menyediakan jasa download video secara online, ada juga yang menyediakan program download khusus untuk YouTube. Tapi sekarang ada cara yang menurut saya lebih mudah untuk mendownload video dari YouTube tanpa menggunakan program tambahan, tapi cukup dengan script yang kompatibel untuk browser-browser populer yang ada (istilahnya cross browser).
YouTube
Nama script nya dalah Download YouTube Videos as MP4, sebuah script dari userscripts.org yang berguna untuk mendownload video YouTube dengan kualitas tinggi (MP4).
Continue reading “Download video langsung dari YouTube (Cross browser)”