Another “Bolt”

Andrew Benton (CEO Bolt) via blog Bolt:

It wasn’t too long ago that you were the little guy. I know you haven’t forgotten how hard it is to build something from nothing. And not just technology, but a brand and distinct identity for yourself. Imagine how it would have felt if Google or Apple or Facebook had launched a photo-sharing app called Instagram in 2011.

Tidak sabar menunggu Instagram atau Facebook menanggapi ini.

PicPlz akan ditutup

Blog PicPlz:

On July 3, 2012, picplz will shut down permanently, and all photos and user data will be deleted. Until then, users may download their own photos by clicking on the download link next to each photo in their photo feed.

Saya masih ingat saat-saat waktu PicPlz masih sangat populer. Tersedia untuk iOS dan Android, tapi PicPlz lebih unggul pada Android, ini jelas karena di iOS sudah ada Instagram. Tapi begitu Instagram hadir di Android, well… goodbye PicPlz.

Built for iOS first, and then ported to other

DailySocial:

Fakta yang berkaitan dengan Instagram dan Flipboard menguatkan hegemoni bahwa pengembang (dalam skala global) akan mengembangkan produknya terlebih dahulu di platform iOS untuk mengetahui reaksi pasar. Setelah itu, barulah mereka mengembangkannya ke platform Android (dan platform lainnya) untuk memperluas pasar.

Hanya Google, tentu saja, yang selalu merilis aplikasi untuk Android terlebih dahulu.

Developers Prefer Apple’s iOS — Including Google

Textinstagram: Instagram tanpa foto

Textinstagram adalah Instagram versi teks, alias “foto” yang diupload ke Twitter tapi bukan dalam bentuk gambar manusia atau pemandangan, tetapi berupa teks saja, mirip dengan foto yang dihasilkan Descriptive Camera.

Descriptive Camera
Hasil dari Descriptive Camera

Sebenarnya Textinstagram hanyalah sebuah akun Twitter yang memposting tweet yang seolah-olah itu adalah sebuah deskripsi dari sebuah foto yang diambil dari aplikasi Instagram.
Continue reading “Textinstagram: Instagram tanpa foto”

Hati-Hati, Instagram Terinfeksi Virus

Media Indonesia:

Mereka ternyata tidak mengunduh Instagram dari Google Play Store, melainkan dari sebuah situs berbahasa Rusia. “Berdasarkan hasil tes yang kami lakukan, aplikasi palsu tersebut tidak 100% dapat meniru Instagram karena tidak bisa menemukan jaringan operator yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari layanan SMS,” jelas juru bicara Sophos.

Ini peringatan buat pengguna Android; Jangan keseringan mendownload aplikasi yang sumbernya tidak jelas. “Open” bukan berarti boleh mendownload dari mana saja. Google Play Store saja yang merupakan toko resmi bisa dimasuki aplikasi bervirus, apalagi toko yang tidak resmi.