CodeWeavers is bringing DirectX 11 to Linux

CrossOver Ubuntu

Kabarnya, CrossOver yang merupakan produk CodeWeavers akan mulai mendukung teknologi DirectX 11 pada akhir tahun ini. CrossOver adalah program sejenis Wine yang berguna untuk menjalankan program-program berbasis Windows (.EXE) di GNU/Linux.

Sebelumnya Wine sudah mendukung DirectX 9 tetapi karena kebanyakan game terbaru tidak lagi mendukung DirectX 9 maka CodeWeavers mengambil keputusan untuk memasukkan dukungan DirectX 11 ke CrossOver.

Dikutip dari blog CodeWeavers:

However, you might still be able to play these titles on your Mac or Linux computer when they are released later this year using CrossOver. In the coming months, CodeWeavers will have support for DirectX 11; better controller support; and furtherimprovements to overall GPU performance. While these incremental improvements for game support may seem small (at first), the cumulative improvements for game support will allow for many of these games to ‘just run’ when released. And when more games ‘just run’ in CrossOver, it won’t matter if you’re battling against Thor or Apollo using a PC, a Mac, or a Linux computer.

Meskipun CrossOver adalah produk berbayar, tetapi kabarnya dukungan terhadap DirectX11 ini akan diteruskan ke Wine yang open source.

Kebanyakan Linux gamers cenderung lebih memilih OpenGL yang native dan menghindari teknologi yang berhubungan dengan Windows untuk masalah kompatibilitas, tetapi saya pikir dukungan terhadap DirectX yang lebih bagus akan lebih memudahkan masuknya game-game berkualitas ke GNU/Linux, meski masih sebatas portingan. Yang pada akhirnya akan menguntungkan gamers dan bahkan non-gamers juga.

“Most alcohol is a workaround”

Ini pendapat Gabe Newell tentang Wine (emphasis mine):

WINE is definitely a useful tool for some things, but we’re taking what we think is a more sustainable position by asking game developers to support Linux and SteamOS natively, for current and future titles. We think this is mostly what gamers want, too. It puts more power into the hands of developers and will result in better quality games in the end.

Thanks Gabe, cukup melegakan membacanya.

BTW, yeah, WINE is not a solution, it’s a workaround 😉

Diablo III di Linux

Beberapa pengguna Linux yang memainkan Diablo III (D3) via Wine melaporkan bahwa mereka telah di banned, tanpa peringatan. Alasannya adalah karena Linux adalah sistem operasi yang tidak support, dan menjalankan D3 via Wine dianggap sebagai pelanggaran karena Wine dianggap bisa dipergunakan sebagai cheat.

Anehnya, kasus ini baru terjadi pada D3. Padahal WoW dan StarCraft 2 dapat berjalan normal di Linux via Wine dan belum pernah terjadi kasus banned.

Ada yang punya masalah yang sama?

Cara jalankan Cyder 2 di Ubuntu

Cyder 2 adalah sebuah program di Windows yang berguna untuk mengelola Cydia langsung dari komputer. Cyder 2 bisa digunakan untuk mendownload/mengupdate aplikasi Cydia, menambahkan source, dan bahkan kita bisa melakukan sinkronisasi langsung dari iDevice (iPhone/iPad/iPod touch) ke komputer.

Meskipun Cyder 2 ini adalah program yang aslinya untuk platform Windows (.EXE), tapi dengan sedikit trik Cyder 2 bisa juga dijalankan di Ubuntu.

Cyder 2 bisa berjalan di Ubuntu? Jawabannya Yep 🙂
Continue reading “Cara jalankan Cyder 2 di Ubuntu”

Mengatasi item duplikat pada menu Open With (Ubuntu)

Open With

Ketika menginstall aplikasi Windows (.EXE) dari Wine di Ubuntu masalah yang sering muncul adalah menu pada Open With Other Application yang dobel seperti yang dialami oleh salah satu member Ubuntu Forums ini. Masalah ini tetap muncul bahkan ketika Wine dan program-program Windows yang diinstall dari Wine sudah dihapus, lalu bagaimana cara mengatasinya?
Continue reading “Mengatasi item duplikat pada menu Open With (Ubuntu)”