Mengenai jumlah RAM dan Safari

Safari iOS 8

Saya baru saja selesai membaca review iPad Air 2 dari Jason Snell (@jsnell) di blognya. Di tengah-tengah review, saya menemukan bagian ini:

When an iOS device gets low on memory, it gets aggressive about freeing some back up. This all happens automatically, in the background, and it’s a little like a magic trick—it’s designed so you won’t really notice.

Selanjutnya

Desktop Linux + Material Design

Bagaimana kalau Material Design “diterjemahkan” ke desktop Linux? Well, Quartz OS Quantum OS adalah jawabannya. Quantum OS adalah sistem operasi berbasis Linux (atau, sebut saja distro Linux) yang mengimplementasikan antarmuka Material Design.

Update:
Quartz OS berubah menjadi Quantum OS.

Quantum OS

Dari blog Quantum OS:

Welcome to Quantum OS! We are working on developing an operating system based upon Linux which conforms to Google’s Material Design guidelines.

Selanjutnya

Label “Free” di App Store berubah menjadi “Get”

MacRumors:

Apple has changed the wording for free games in its App Store, and the app purchase buttons that once read “Free” for apps with no cost now read “Get” instead. The change has been implemented on both the iOS App Store and the desktop App Store.

Apps that have an upfront cost continue to be listed with a price underneath, but apps that do not now display the new wording. “Get” has replaced “Free” in the main App Store view on iOS, on the App Store Top Charts, and on individual app pages. The main App Store view on the desktop is still using the former “Free” wording, but it’s likely to update soon.

Apakah ada yang merasa kalau dengan “Get” malah jadi membingungkan? Saya sih iya.

Free = gratis, tinggal tap dan install.
Get = “ini gratis atau berbayar ya?”

Font baru untuk Apple Watch bernama San Fransisco

OS X Yosemite dengan font San Francisco

OS X Yosemite dengan font San Francisco (full size).

Font baru buatan Apple untuk antarmuka Apple Watch bernama San Fransisco, yang terdiri dari dua versi yaitu San Fransisco Text dan San Fransisco Display (untuk ukuran font 20pt atau lebih).

Di GitHub sudah ada yang membuatnya untuk cocok dipakai di desktop, khususnya OS X Yosemite. Yang mau, silakan langsung kunjungi halamannya (sudah dilengkapi dengan cara install/uninstall).

Mengenai konektor Type-C di Nokia N1

Nokia N1

Nokia baru saja memperkenalkan tablet Android terbarunya yang bernama Nokia N1, dan yang menarik selain desainnya yang familiar adalah Nokia N1 ini sudah mengusung konektor (Micro-USB) Tipe-C yang bersifat reversible alias bolak-balik.

Bagi yang punya iPhone 5 atau yang terbaru pasti sudah tidak asing dengan fitur seperti ini karena iPhone 5 sudah menggunakan port Lightning yang juga reversible. Tapi jangan harap kabel Lightning dari iDevice Anda cocok untuk Nokia N1 ini ataupun sebaliknya karena desain port USB pada Nokia N1 ini sudah sesuai standar USB, sedangkan desain Lightning itu proprietary milik Apple.

Perbedaan utama antara port USB Tipe-C dengan Lightning adalah, port USB Tipe-C punya pelat di tengahnya yang menjadikan kabel USB-nya sebagai “female”. Sedangkan port Lightning tidak ada pelat sama sekali. Struktur port ataupun kabel USB Tipe-C ini membuatnya lebih lemah dibanding port atau kabel Lightning.

Lalu pertanyaannya, kenapa desain keduanya tidak bisa sama/disamakan? Salahkan Apple karena mematenkan desain Lightning yang membuat USB Tipe-C tidak bisa memiliki model yang sama (tanpa pelat di tengah). Damn Apple! This is why we can’t have nice things. Alangkah bagusnya kalau desain seperti Lightning itu dijadikan standar

Nokia Nokia

Apakah masih ada yang bingung atau mempertanyakan, sebenarnya tablet Nokia N1 ini anaknya Microsoft atau bukan?

Jadi begini, Nokia yang kita kenal dulu itu sudah menjual divisi mobile/smartphone-nya ke Microsoft, tapi perusahaannya sendiri masih ada (beberapa divisi) dan masih beroperasi di bawah nama Nokia dan masih menjalankan beberapa layanannya (misalnya HERE, dll). Selain divisi mobile/smartphone yang dibeli sama Microsoft, brand Lumia juga sudah jadi milik Microsoft. Nokia yang ada sekarang ini adalah Nokia tanpa divisi mobile/smartphone.

Nah, karena Nokia merilis tablet (N1) apakah itu berarti yang memproduksi tablet tersebut adalah divisi mobile-nya yang saat ini sudah jadi milik Microsoft, yang artinya N1 adalah produk Microsoft? Nope. N1 tidak diproduksi oleh Microsoft, melainkan Foxconn.

Dikutip dari AnandTech:

while the N1 is a Nokia branded product, Nokia is calling special attention to their manufacturing arrangement with tablet partner Foxconn. As part of Nokia’s development strategy, the industrial design, IP, and Z Launcher software are being licensed to Foxconn for the production of the tablet.

Jadi kesimpulannya, N1 ini adalah Nokia-nya Nokia, bukan Nokia-nya Microsoft.

“The perfect tablet”

Kata orang-orang, “the perfect tablet” alias tablet yang sempurna -yang diidam-idamkan semua orang itu adalah iPad mini yang diisi Android.

Nokia mengabulkannya, N1: iPad mini ber-Android.

Everybody wins!

Nokia N1

Nokia N1, foto via The Verge.

1 2 145