Update:
Diperbarui per-rilis Ubuntu 14.04 LTS.

Setelah Anda selesai menggunakan USB flashdisk atau harddisk (HD) external Anda di Ubuntu (atau pada dasarnya di komputer), tentunya Anda tidak bisa langsung mencabutnya dari port USB-nya. Cara yang benar adalah dengan mengikuti prosedur pemutusan hubungan dari sisi software/sistem operasinya terlebih dahulu sebelum memutuskan hubungan dari sisi hardware.

Untuk melepaskan media storage/drive (USB flashdisk/HD) khususnya di Ubuntu biasanya ada pilihan “Unmount”, “Eject”, “Safely Remove Drive”.

Sebenarnya apa saja fungsi dari tiap-tiap menu tersebut, dan kapan akan digunakan?

Untuk mempermudah, saya mengambil contoh dari komputer saya sendiri, seperti ini:

media storage

Di sini saya punya USB flashdisk yang tercolok, sebuah HD external dengan lima buah partisi, dan HD internal (local disk) dari laptop saya.

Pada dasarnya ketiga menu ini (Unmount, Eject dan Safely Remove Drive) akan menjalankan perintah umount untuk memutuskan hubungan drive dari file system, hanya saja menu yang muncul berbeda untuk setiap jenis drive.

Unmount

Unmount disk

Ketika suatu perangkat USB (drive) terhubung ke sebuah sistem operasi dan file system dari drive tersebut dimuat ke dalam sistem operasi, berarti drive tersebut di-mount. Lokasi atau titik mount dari drive ini biasanya ada di dalam direktori /media. Saat drive ini tidak lagi dibutuhkan atau sedang tidak sibuk (tidak ada aktivitas), maka drive ini boleh di-unmount (dengan perintah umount).

Perintah umount membuat aktifitas write dari drive di-pending, sehingga kita bisa dengan aman mencabut drive dari komputer. Jika drive dilepaskan tanpa me-unmount nya terlebih dahulu maka aktifitas write pada drive ini akan terinterupsi dan kemungkinan data-data di dalamnya akan corrupt atau yang paling parah adalah hilang sama sekali.

Unmount ini umum ditemukan untuk HD internal/external. Jarang ditemukan pada USB flashdisk/SD card atau semacamnya.

Unmount masih mengijinkan kita me-mount drive/partisi yang telah di-unmount sebelumnya karena drive/partisi yang di-unmount akan tetap muncul di jendela Nautilus (file manager Ubuntu).

Eject

Eject disk

Menu “Eject” ini umumnya muncul untuk media storage semacam CD/DVD atau USB flashdisk.

Sama saja dengan Unmount, gunanya untuk memutuskan hubungan drive, hanya saja lebih cocok untuk optical drive (CD/DVD) atau drive yang tidak membutuhkan sinkronisasi data sebelum dilepaskan.

Ketika sebuah USB flashdisk di-eject, sistem opersi akan me-unmount (umount) nya dari file system, kemudian mengeluarkan perintah eject. Pada CD-ROM, DVD-ROM, Blu Ray dan lainnya, perintah eject berarti mengeluarkan fisik dari drive tersebut.

Setelah drive (CD/DVD) di-eject maka drivenya tidak bisa lagi di-mount kembali, karena secara fisik drive akan dikeluarkan.

Tapi, dikarenakan menu Eject juga muncul untuk USB flashdisk yang sebenarnya hanya diperuntukkan untuk optical drive, maka terkadang akan muncul masalah ketika kita melakukan eject dengan tidak benar karena sistem operasi masih harus melakukan sinkronisasi data terhadap USB flashdisk tersebut.

Safely Remove Drive

Safely remove disk

“Safely Remove Drive” dan “Eject” juga hampir sama, umum untuk media storage portabel seperti USB flashdisk atau HD external yang membutuhkan sinkronisasi data sebelum dilepaskan.

Misalnya, Anda mempunyai sebuah harddisk external dengan 3 buah partisi di dalamnya, anggaplah X, Y, dan Z. Me-unmount X berarti melepaskan partisi X dari file system, sehingga hubungan antara partisi X dan system sudah terputus, tetapi partisi Y dan Z masih tetap ter-mount dan masih bisa diakses oleh pengguna. Tapi meng-Safely Remove Drive partisi X berarti me-unmount ketiga partisi tersebut sekaligus (karena ketiga partisi berada dalam satu drive).

Jadi…

Unmount: Untuk HD internal/external.
Eject: Untuk optical drive, tapi juga muncul pada USB flashdisk.
Safely Remove Drive: Untuk USB flashdisk atau HD.

Sumber:
[Ask Ubuntu]